Makam Keramat

Makam Keramat
Proyek Besar


__ADS_3

Setelah mandi dan ganti baju, Damar mengandeng tangan Bilqis lalu keluar kamar.


"Bilqis... Kamu cantik sekali pagi ini, kata Damar,


"Boleh aku minta cium pipi..?"


"Boleh," jawab Bilqis kemudian mencium pipi Damar.


**


"Kang Mamat, kita pergi ke bank Asia ya, sama bank BRI dan bank Hongkong.


Pakai mobil BMW X6 saja."


"Baiklah tuan."


Tak lama kemudian mobil BMW melaju meninggalkan perumahan Elizabet.


Setelah mengurus pembuatan nomer rekening dan ATM di tiga bank, atas nama Bilqis Elisa, mobil BMW melanjutkan perjalanan ke SMA Buana.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam akibat macet, mobil BMW berhenti di pinggir jalan depan SMA Buana.


"Parkir sini saja ya Mas, sekolahan ku tidak ada parkir untuk mobil.


Maklum SMA sederhana.


Tunggu sebentar."


"Iya gak apa - apa."


Setelah turun dari mobil, Bilqis berjalan menuju kantor sekolah.


Selesai melunasi uang ujian, Bilqis pun keluar menuju pintu gerbang sekolah.


"Bilqis," sapa Fuji sahabat nya.


"Hai Fuji," sapa Bilqis kemudian memeluk Fuji.


"Kamu terlihat sangat cantik sekali. Penampilan mu juga beda banget..!


Aku lihat kamu turun dari mobil mewah?"


"Iya Fut, itu mobil pacar ku. Aku bisa terlihat cantik juga karana di dandani sama pacarku."


"Beruntung banget kamu punya pacar perhatian..!


Nemu di mana tu cowok..?"


"Hai Bilqis," sapa Yuli sahabat Bilqis, "Aduuuh..! Cantik banget dirimu!


Penampilan mu beda banget, gak kayak biasanya. Kayak istri simpanan Bos besar aja kalau dandan begini."


"Hehehehe, bisa aja lu Yul."


"Darimana ini, kok gak pakai seragam sekolah?"


"Dari bayar uang ujian, hari ini kan terakhir," jawab Bilqis,


"Apa kalian sudah bayar..?"


"Aku bayar kurang 500 ribu," jawab Fuji.


"Aku juga kurang 500," sahut yuli,


"Gak ada uang lagi."


"Hemmm, tunggu sebentar ya," kata Bilqis kemudian berjalan menuju mobil,


"Mas aku minta uang cas satu juta, ada..?"


"Ada, sebentar.


Ini..."


"Makasih Mas," kata Bilqis kemudian berlalu,


"Fuji, ini untuk mu, Ini buat kamu Yuli.


Aku tinggal dulu ya, mau ke rumah sakit lihat Mama ku."


"Iya Bilqis, terimakasih banyak.


Oh iya bentar.


Ini nomer WA ku, Nanti kamu WA ya, aku temani kamu di rumah sakit."


"Iya Fut, aku pergi dulu ya dada!"


****


Mobil meluncur kembali ke rumah sakit kirana.


Setelah sampai, Damar dan Bilqis berjalan menuju ruang inap Vip.


"Pa...


Gimana keadaan Mama..?"


"Masih batuk batuk, tetapi mendingan sesaknya berkurang."


"Ya sudah, Bilqis mau masuk dulu lihat Mama."


"Ma, dah enakan..?"


"Kamu Bilqis.


Sudah mendingan gak seberapa batuknya."


"Tante," sapa Damar.


"Iya Nak Damar.


Terimakasih ya, atas kebaikan nya. Telah membawa Tante berobat ke rumah sakit.


Apa kamu ada uang untuk biaya pengobatan Tante..?"


"Sama - sama Tante.


Masalah biaya, gak usah di pikirkan. Insyallah ada Tante."


"Udah Ma, semua biaya rumah sakit uangnya ada di Bilqis."


"Tante, Damar mau pamit dulu, mau kerja."


"Iya Nak Damar, Tante terimakasih sekali."


"Sama - sama Tante, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Bilqis, kamu beli motor bekas saja dulu, untuk berangkat ujian dan untuk kendaraan ke rumah sakit.


Beli di showroom saja, kalau baru lama surat suratnya.


Besok kamu ngurus sim c sama sim A. Pakai jasa orang dalam saja biar gak ribet. Dua jam langsung jadi."


"Iya Mas, habis ini Papa tak suruh beli, dan besok aku tak ngurus sim.


Oh iya, motor mu kan ada di rumah ku."


"Biar nanti di ambil oleh asisten ku. Aku pergi dulu ya, nanti sore aku jemput kamu di rumah sakit."


"Iya Mas, hati - hati ya, sayang dulu."


"Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam."


"Om, Damar pergi dulu, Assalamualaikum."


"Iya Mas Damar, waalaikumsalam."


****


"Bilqis..."


"Iya Ma."


"Apa kamu menjalin hubungan spesial sama Damar..?"


"Iya Ma. Kenapa Ma..?"


"Gak apa - apa, Mama cuma nanya saja.


Damar itu anak baik menurut mama. Mama mu sakit, tidak ada saudara Mama yang peduli. Kakak mu Dewi juga lama gak pernah jenguk orang tuanya.


Teman dan tetangga juga gak peduli. Damar yang baru mengenal keluarga kita, langsung membawa Mama ke rumah sakit. Dia juga membelikan dodik adik mu Hp baru."


"Iya Ma, mas Damar pemuda yang baik, dan dermawan."


"Kerja apa dia..?"


"Mas Damar masih sekolah kelas tiga SMA ma. Mas Damar juga usaha mempunyai cafe di surabaya."


"Jaga hubungan mu dengan Damar baik - baik Bilqis. Jangan kecewa kan dia. Damar telah berkorban untuk keluarga kita. Kamu harus berbuat baik kepadanya."


"Iya Ma. Pesan Mama akan selalu aku ingat."


"Kamu terlihat sangat cantik sekali hari ini. Mama sangat sangat senang melihat mu hari ini. Rambut mu di potong terlihat sangat modis. Baju mu juga bagus terlihat anggun.


Perhiasan berlian di tubuh mu indah sekali.


Semoga kamu hidup senang dan bahagia."


"Aamiin...


Iya Ma, ini semua mas Damar yang menginginkan aku begini.


Mas Damar juga bilang tadi di dalam mobil.


Dia akan merebut kembali perusahaan Papa dari tangan Dirman. Mas Damar akan menghubungi pengacara nya dan pihak kepolisian."


"Tapi sangat sulit Bilqis. Karena Papa mu telah melakukan tanda tangan pemindahan hak kepemilikan aset perusahaan, atas nama Dirman.


Surat kuasa itu sah menurut pengadilan. Dan tidak bisa di gugat.


Mama tidak menyalahkan Papa mu. Karena Papa mu waktu itu linglung tidak ingat apa - apa. Papa mu nurut sekali sama Dirman. Setelah semua aset nya pindah tangan, baru Papa mu sadar."


"Aku yakin Ma, mas Damar bisa merebut kembali perusahaan Papa. Walau mas Damar masih sangat muda seumuran Bilqis, dia mempunyai kecerdasan di atas rata - rata anak seumuran nya.


Bentar Ma.


Dodik, kamu tunggu Mama sebentar ya, kakak mau ngurus sim. Kakak juga mau antar Papa beli motor."


"Iya Kak."


******


HP Damar tersambung ke nomer telpon Sarah.


"Assalamualaikum Mas."


"Waalaikumsalam.


Kamu sudah pulang sekolah?"


"Sudah dari jam 10 pagi tadi. Ini lagi di kebun belakang rumah."


"Ya sudah, aku ke rumah mu


Assalamualaikum."


"Iya Mas.


Di dalam mobil, damar mengirim pesan WA ke beberapa teman - teman nya.


Pesan undangan untuk menghadiri peresmian Cafe Ayu cabang dua.


Damar juga mengirim pesan ke ibu nya.


Tingtung Tingtung!


Telpon WA Damar berdering, setelah tersambung:


"Assalamualaikum Om."


"Waalaikumsalam. Ini ita kasih kabar, katanya Om diundang acara peresmian cafe nya Mas Damar."


"Iya Om, saya harap, Om dan Tante bisa hadir."


"Iya Mas Damar, pasti hadir."


"Terimakasih Om atas waktunya."


"Iya Mas Damar, sama - sama.


Kalau begitu lanjut saja kegiatan nya.


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Kang Mamat belok kiri ya, ke desa Sruni."


"Iya Tuan."


Adzan duhur terdengar berkumandang. Mobil BMW X6 milik Damar berhenti di depan rumah Sarah.


"Kang, aku turun sini saja, banyak bahan bangunan di halaman rumah."


"Iya Tuan. Akan saya parkir di bawah pohon itu."


"Mas, lewat samping sini," teriak Sarah.


"Iya. Jelek banget kamu."


"Hehehehe belum mandi, belum dandan. Habis bantu bapak kasih makan ayam dan ikan gurami, juga ikan lele."


"Assalamualaikum," sapa Damar kemudian salim dan cium tangan bapak Rahmat dan ibu Latifah.


"Lama gak kesini Mas Damar," tanya ibu Latifah


"Iya Buk, sibuk sekolah juga sibuk kerja.


Ini mau ngajak Sarah jalan."


"Iya Mas Damar, gak apa apa kalau yang ngajak mas Damar, Silahkan.


Ibu dan ibu mu, sudah sepakat menjodohkan kalian.


Sarah pun mau, kata ibu mu kamu juga mau."


"Iya Buk."


"Tak mandi dulu Mas, habis ini solat berjamaah ya."


"Iya Sarah."


***


Setelah solat berjamaah, Sarah mengajak duduk di meja makan,

__ADS_1


"Ini tadi aku beli rujak, ayo kita makan dulu."


"Siaap.


Sarah..."


"Iya sayang..."


"Hahahaha!


Tumben pakai sayang?"


"Sekali kali kan gak apa apa dong hehehehe."


"Aku ingin mendirikan perusahaan jasa sewa alat alat berat. Kasih nama PT Angkasa Podomoro.


Ada tanah di jual seluas satu hektare lebih, di daerah Sepanjang.


Kamu aku kasih tugas, kamu beli tanah itu, Lalu kamu urus surat Ijin usaha saja.


Karena, surat ijin mendirikan perusahaan sudah ada."


"Berarti PT Angkasa ini masuk Podomoro grup ya?"


"Iya.


Setelah pembebasan tanah, dan surat ijin keluar, kamu bangun kantor dan gudang juga atap untuk memarkir kendaraan alat berat.


Untuk proyek membangun kantor perusahaan, kamu bisa menjalin kerja sama dengan PT Podomoro General kontraktor."


"Iya Mas."


"Sambil menunggu selesai nya proyek, kamu menjalin hubungan dengan pengusaha alat alat berat.


Habis ini aku kasih uang di rekening mu.


Besok kami langsung kerjakan."


"Iya Mas.


Dana awalnya 1 Triliun loh."


"Iya, aku tau.


Setelah aku pelajari, untuk pembelian alat berat membutuhkan dana paling tidak 10 triliun.


Kalau perusahaan sudah berjalan, kamu bisa pinjam modal di bank."


"Iya Kak."


"Ayo, kita pergi. Kamu ganti baju dan dandan yang cantik.


Jangan lupa bawa ganti baju untuk acara pembukaan cafe Ayu dua."


"Iya Bos, siaap."


Sambil menunggu Sarah ganti baju, Damar menghubungi direktur Angga via telpon WA,


"Direktur Angga, sekarang juga aku tunggu di perumahan Garden Luxry. Alamat nya aku WA."


"Baiklah Tuan."


"Ayo Mas," ajak Sarah.


"Lah ini terlihat cantik, sayang dulu."


"Iya..."


"Mana ibu mu, mau pamit."


"Ada di kebun belakang, ayo kalau pamit."


****


Setelah pamit, Damar dan sarah meluncur ke rumah Firda Lolita.


Tak seberapa lama, mobil BMW milik Damar memasuki halaman rumah mewah.


Baru saja Damar dan Sarah turun dari mobil, Firda berteriak memanggil,


"Mas... ! Sama siapa lagi ini, cantik banget!


"Kenalkan, ini Sarah."


"Sarah."


"Firda.


Ayo masuk, di dalam sudah ada direktur Angga sama Mama."


"Baiklah Fir, kemudian Damar berjalan masuk,


"Siang Tante..."


"Siang juga Mas Damar.


Silahkan duduk."


"Sarah, ayo duduk di teras samping. Mereka membicarakan masalah bisnis."


"Iya Firda."


****


"Firda bilang, Mas Damar ini memiliki perusahaan kontraktor."


"Iya Tante.


PT Podomoro General kontraktor. Yang kantornya berada di jalan Tidar no 7 raya sedati Juanda.


Ini Mas Angga direktur nya."


"Sekarang direktur Angga sedang mengerjakan proyek apa..?"


"Sedang mengerjakan proyek perumahan di kota gresik, pabrik di pasuruan. Villa di ubud Bali dan proyek Cafe di Surabaya, sama perkantoran dan ruko."


"Iya iya...


Begini, saya akan membuat pabrik kaca untuk cabang. Rencananya di jakarta, Bandung semarang dan Samarinda kalimantan.


Apa kira - kira... Direktur Angga sanggup untuk membangun pabrik kaca dalam waktu bersamaan di lokasi berbeda..?


Karena saya memburu waktu."


"Sanggup Buk."


"Baiklah.


Saya akan percayakan proyek ini pada PT Podomoro kontraktor.


Karena saya melihat mas Damar sebagai CEO nya.


Ini kartu nama saya, dan ini alamat perusahaan saya.


Besok jam 9 pagi kita bertemu di kantor saya. Kita akan bahas model Kontruksi bangunannya. Besok direktur Angga membawa insinyur untuk mengambil gambar.


Selanjutnya nanti Manajer dan Asisten saya yang mengurus proyek ini."


"Baiklah Buk.


Saya selaku direktur PT Podomoro kontraktor mengucapkan terimakasih atas kepercayaan nya.


Kalau begitu, saya permisi dulu."


"Iya Direktur Angga, silahkan."

__ADS_1


__ADS_2