Married With Bad Boy

Married With Bad Boy
BAB 100


__ADS_3

"Ini si tante sampai dua hari mobilnya di sini gak diambil." Virza duduk di bengkelnya setelah selesai dengan pekerjaannya sore hari itu. Dia mengambil kartu nama yang ada di dompetnya. "Udah gue chat juga cuma dibalas iya. Anter ke rumahnya aja lah, ntar dikira gue penipu lagi."


Virza berdiri dan masuk ke dalam rumahnya untuk membersihkan dirinya sebentar kemudian dia keluar dan sudah rapi dengan jaket levisnya.


"Mau kemana bos?" tanya salah satu anak buah Virza.


"Mau antar mobil ini sebentar." Virza masuk ke dalam mobil berwarna silver itu lalu dia melajukan mobil itu menuju alamat rumah Laras.


Beberapa saat kemudian Virza menghentikan mobil itu di depan sebuah rumah mewah dengan halaman yang lumayan luas. Dia turun dari mobil itu dan melihat wanita yang dia cari sedang duduk seorang diri di taman rumahnya.


Dia masuk ke dalam pagar itu tanpa permisi karena pagar itu memang terbuka lebar. "Tante, mobilnya udah selesai, kenapa gak diambil?"


Mendengar suara itu seketika Laras mendongak. Dia usap air matanya asal.


"Tante nangis?"


"Udah aku bilang jangan panggil tante."


"Oiya, maaf Mbak." kata Virza sambil menahan tawanya. Dia kini duduk di sebelah Laras sambil memberikan kunci mobilnya. "Kenapa nangis Mbak?"


"Bukan urusan anak kecil."


Virza semakin tertawa. "Tadi gak mau dipanggil Tante sekarang bilang aku anak kecil. Sebenarnya yang sudah tua itu siapa ya."


Laras hanya menatap tajam Virza. Tapi Virza masih saja tertawa lebar.


"Hidup itu gak usah dijadiin beban terlalu berat Mbak. Mbak ini udah punya segalanya. Rumah mewah, karir bagus, mau cari apalagi."


"Kamu sok dewasa. Memang kamu sudah banyak pengalaman dan sudah merasakan asam manis hidup?"


Virza tersenyum miring. "Oiya, nama aku Virza tapi jangan dipanggil adik karena aku bukan adik Mbak Laras dan aku udah jadi mahasiswa semester 8 akhir."

__ADS_1


"Kirain kamu baru lulus SMA terus kerja di bengkel. Kalau gitu sih cuma selisih tiga tahun sama aku." Laras kembali membuang pandangannya.


"Selisih tiga tahun? Kirain selisih 10 tahun." Virza tertawa lagi.


Seketika Laras memukul lengan Virza. "Memang aku terlihat setua itu?"


"Ya, gimana ya. Mau jawab jujur tapi takut."


"Udah, gak usah dijawab. Aku udah tahu." Laras menghela napas panjang. "Mungkin itu sebabnya pacar aku selingkuh. Padahal kita udah mau tunangan."


"Oo, jadi itu yang membuat Mbak sedih. Makanya Mbak, hidup itu dinikmati jangan dijadiin beban biar gak stress dan membuat muka cenderung lebih tua." Virza tertawa lalu menggaruk tengkuk lehernya. "Bijak banget aku kalau sama orang, padahal aku sendiri aja juga pakarnya galau."


"Kamu udah lama kerja di bengkel?" tanya Laras.


"Ya, sejak lulus SMA," jawab Virza. Padahal dia sejak masih sekolah sudah sering membantu di bengkel milik Ayahnya yang sekarang telah resmi di kelola sendiri.


"Berapa biaya mobilnya?"


"Gak usah. Kan aku yang nabrak."


Virza masih saja tersenyum. "Gak perlu Mbak. Aku sendiri yang ngerjain jadi gratis."


"Ya udahlah kalau gak mau. Setelah lulus kuliah, kamu cari kerja yang bagus, jangan kerja di bengkel."


"Oke, siap." Virza semakin menahan tawanya.


"Kalau untuk cowok pekerjaan itu penting. Kalau untuk cewek, sebagus apapun karirnya pasti juga ujung-ujungnya diselingkuhin kalau kurang cantik."


Virza tak bisa menahan tawanya lagi. "Mumpung gak punya cowok, nikmati hidup sendiri. Hasil kerja Mbak buat healing atau shoping. Udah, gitu aja. Aku pulang dulu ya."


Kemudian Virza berdiri tapi Laras mengikutinya. Dia akan memasukkan mobilnya terlebih dahulu ke dalam halaman rumahnya.

__ADS_1


Saat Laras berada di depan rumah, ada mobil yang berhenti lalu seorang pria keluar dari mobil itu dan menghampiri Laras.


"Laras, aku mau bicara sama kamu."


Seketika Laras bersembunyi di belakang Virza. "Aku gak mau bertemu kamu lagi. Kamu sama selingkuhan kamu aja. Aku tahu, kamu cuma mau memanfaatkan aku dan juga keluarga aku. Untungnya aku cepat tahu kebusukan kamu sebelum hubungan kita terlalu jauh."


Laras membuka mobilnya lalu mengajak Virza masuk ke dalam mobilnya.


"Siapa kamu?" Pria itu menahan tangan Virza.


"Kalau kamu bisa mencari wanita yang lebih muda dari aku, aku juga bisa!" teriak Laras dari dalam mobil.


Virza melepas tangan pria itu. "Maaf ya, Om. Jangan ganggu Mbak Laras lagi." Kemudian Virza masuk ke dalam mobil itu.


"Om?"


Virza masih saja tertawa meskipun dia sudah masuk ke dalam mobil Laras. "Cintanya orang dewasa kok gini."


"Emang kenapa? Kalau dia ketahuan selingkuh terus minta maaf, sampai kapanpun aku gak akan pernah maafin dia." kata Laras. Dia mulai melajukan mobilnya.


"Iya, memang betul itu. Tapi Mbak jangan bilang kayak tadi, nanti dikira aku ada hubungan sama Mbak. Gak malu ama brondong?"


"Iya, maaf. Aku cuma kebawa emosi aja tadi. Kamu pulang kemana?"


"Ke bengkel saja. Pekerjaanku belum selesai."


"Oke." Kemudian Laras melajukan mobilnya menuju bengkel Virza.


.


💕💕💕

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2