Married With Bad Boy

Married With Bad Boy
BAB 98


__ADS_3

Malam hari itu Virza berada di basecamp. Dia masih saja jadi penghuni basecamp yang setia. Satu per satu teman-temannya sudah memiliki pasangan hidup. Dia kini hanya menyesap rokoknya sambil menatap layar ponselnya.


"Ck, gini banget hidup gue," guman Virza merenungi nasibnya yang malang perihal cinta.


"Sendiri aja." Eric datang dan duduk di sebelah Virza.


"Ya, mau sama siapa lagi. Para ketua di geng udah pada nikah."


"Lo gak nikah juga?" Eric mengambil rokok Virza dan menyulutnya.


"Kalau udah dapat jodoh ya gue nikah. Masalahnya gue gak punya pasangan." Virza mematikan putung rokoknya lalu bersandar sambil melipat tangannya. "Dari beberapa cewek yang gue taksir selalu jadi jodoh orang. Bentar lagi gue udah wisuda. Berharap wisuda ini dapat pasangan biar bisa gue kenalin sekalian sama ortu tapi menyedihkan banget hidup gue, dari nolong Naya ternyata istrinya Arsen. Ketemu Rani, ternyata jodoh Rangga. Ketemu lagi sama Vivi kemarin, ternyata udah punya pacar."


Eric tertawa dengan keras menertawakan sad boy yang sekarang sedang galau. "Sabarlah bro. Lo nikmati aja masa jomblo lo. Nanti kalau lo udah ketemu pasangan lo gak bisa lagi nongkrong sama kita di sini."


"Iya, lo benar juga. Tapi ngenes aja sama nasib gue. Udahlah, gue pulang dulu ya. Jagain basecamp ini, kalian nanti yang akan meneruskan geng ini. Baik-baik, jangan berantem terus." Virza tos dengan beberapa temannya sebelum dia keluar dari basecamp.


"Beres bos."


Setelah itu dia menaiki motornya dan melajukan motornya lumayan kencang.


Dia nikmati angin malam hari itu seorang diri. Tiba-tiba ada mobil yang berhenti secara mendadak di depannya. Virza terkejut dan dia menghentikan motornya secara mendadak tapi terlambat, ban motornya sudah terlanjur menabrak bumper mobil itu.


Pemilik mobil itu keluar, dia melihat bumper mobilnya yang penyok dan lecet. "Aduh! Kalau naik motor itu gak usah ngebut!" katanya dengan keras.

__ADS_1


"Eh, iya tante. Maaf." Virza menatap kaku seorang wanita yang memakai batik dan terlihat lebih dewasa darinya.


"Tante? Enak aja kamu panggil Tante."


"Eh, iya maaf Mbak." Virza turun dan melihat bumper mobil Mbak itu. "Maaf Mbak. Biar aku benerin di bengkel."


Mbak itu melihat jam di tangannya. "Udah malam banget. Aku mau pulang."


"Sudah dekat bengkelnya. Nanti bisa saya antar pulang," kata Virza lagi. Dia masih berusaha untuk sopan pada seseorang yang terlihat lebih tua darinya.


"Aku gak percaya sama anak geng motor kayak kamu."


"Iya, tidak apa-apa. Kalau Mbaknya gak percaya. Boleh Mbak bawa pulang saja mobilnya."


"Oke, Mbak ikuti aku aja." Virza menaiki motornya lagi dan melajukan motornya mendahului mobil berwarna silver itu.


"Tuh tante-tante galak amat," gerutu Virza dalam hatinya. Kemudian dia menghentikan motornya di bengkelnya. Dia turun lalu membuka pintu gerbang bengkelnya dengan lebar agar mobil Mbak itu masuk ke dalamnya.


Setelah menghentikan mobilnya di dalam bengkel, dia keluar dari mobil. "Kamu karyawan di sini?"


"Iya, Mbak," jawab Virza. Dia iyain saja biar masalahnya cepat beres.


"Bilang sama pemilik bengkel, besok sore harus sudah selesai dan kamu yang membayarnya."

__ADS_1


Virza hanya mengumpat dalam hatinya. Dia tidak tahu saja jika sebenarnya dirinyalah pemilik bengkel itu. "Iya, Mbak. Besok kalau sudah selesai aku hubungi Mbaknya."


"Oke, ini kartu nama aku." Wanita itu memberi kartu nama pada Virza.


Virza menatap kartu nama itu. Larasati, aparatur sipil. Njir, baru jabatan kayak gini aja belagu banget.


"Ini kunci mobil aku. Awas ya, jangan sampai dibawa kabur." Laras mengambil foto Virza dengan ponselnya sebagai barang bukti. "Kamu udah aku foto, jangan sampai macam-macam."


"Beres, Tante."


"Tante?"


"Eh, Mbak."


Kemudian Laras berjalan keluar dari bengkel sambil memesan ojek online.


Virza menendang bumper mobil itu. "Gini aja ribet. Gak ada sehari udah selesai nih mobil. Baru jadi ASN aja sombong!"


.


💕💕💕


.

__ADS_1


Hayo, siapakah dia? 🤭🤭🤭


__ADS_2