
Hari itu, Rangga sudah mulai masuk kuliah setelah sembuh dari lukanya. Hal pertama yang dia cari adalah Rani karena Rani sama sekali tidak menemuinya bahkan beberapa pesan chat nya juga tidak dia balas.
"Udah sembuh lo? Mau kemana?" tanya Arsen yang berpapasan dengan Rangga di tempat parkir.
"Mau cari Rani."
Arsen justru mengikuti langkah Rangga menuju fakultas Rani.
"Lo ngapain ikutin gue?" kata Rangga. "Istri lo kan masih gak masuk."
"Kepo," jawab Arsen dengan singkat.
Rangga hanya membuang napas kasar. Dia kini melihat kelas Rani yang sudah bubar. "Lihat Rani gak?" tanya Rangga pada salah satu teman Rani.
"Tadi buru-buru ke kantin. Katanya ada janji."
"Oke. Thanks." Rangga segera berjalan menuju kantin. Saat sampai di kantin, dia justru melihat Rani sedang mengobrol dengan Virza. "Ran," panggil Rangga.
Seketika Rani menoleh. "Rangga, lo udah masuk? Sorry gue gak jenguk lo lagi."
"Iya, gak papa. Kalian balikan?" tanya Rangga langsung to the point.
Rani hanya melirik Virza. Tapi Virza menggelengkan kepalanya. "Nggak, bentar lagi gue udah lulus kuliah, akan langsung lamar Rani saja."
Seketika ekspresi Rangga berubah. Dia membalikkan badannya sambil mengepalkan tangannya.
"Ngga!" Arsen masih saja mengikuti Rangga. "Lo kenapa marah?"
"Shits! Lo jangan ngikutin gue!" bentak Rangga. Meski sebenarnya dia kesal dengan dirinya sendiri bukan dengan Arsen.
__ADS_1
Arsen justru tertawa. "Ada yang sakit tapi tak berdarah." Arsen merangkul bahu Rangga dan mengajaknya berjalan. "Kalau cinta itu makanya bilang."
"Tapi kayaknya Rani gak cinta sama gue."
"Tahu dari mana lo? Makanya buruan bilang perasaan lo."
Rangga menghela napas panjang kemudian dia duduk di depan kelas. "Bingung gue."
Arsen kini juga duduk di samping Rangga. "Gak usah bingung. Lo ungkapin aja semua perasaan lo. Kalau memang Rani gak mau sama lo, ya udah terima nasib. Itu tandanya lo harus ikhlas, yang penting Rani udah tahu perasaan lo yang sebenarnya."
Rangga hanya melirik Arsen. Tapi benar juga apa yang dikatakan Arsen.
"Gue ingat betul, dulu gue juga takut bilang cinta sama Naya. Takut ditolak dan dia malah menjauh. Tapi ternyata, dia balas perasaan gue." Arsen tersenyum mengingat kenangannya dulu. "Lo coba aja, siapa tahu Rani milih lo. Cepat, sebelum dilamar Virza."
Rangga tersenyum dan menepuk bahu Arsen. "Iya, lo benar juga. Malam ini gue akan ungkapin perasaan gue sama Rani. Thanks sarannya bro."
...***...
"Ar, kamu mau kemana?" tanya Naya yang melihat Arsen memakai jaket levisnya. Naya kini sedang duduk bersandar di headboard sambil melihat drama kesukaannya. Tak lupa juga setoples cemilan.
"Mau ngumpul sama anak-anak," jawab Arsen yang membuat pipi Naya seketika menggembung.
"Ih, enak banget bisa kumpul-kumpul. Aku di rumah aja nih, bosan banget."
Seketika Arsen tersenyum lalu mencium pipi Naya. "Aku bercanda. Aku sedang menjalankan misi A."
"Apa itu?"
"Ada saja. Nanti aku kasih siaran langsung. Tungguin di hp ya."
__ADS_1
"Ih, aku penasaran. Apa sih?" Naya menahan tangan Arsen karena dia ingin tahu misi apa yang akan dilakukan Arsen. "Bilang dulu, aku penasaran banget." Naya terus memaksa Arsen agar bercerita.
"Iya, iya," kemudian Arsen menceritakan sebuah rencana pada Naya yang membuat senyum di bibir Naya mengembang. "Ih, kenapa harus gitu? Gimana kalau akhirnya berantakan."
"Baik Rangga maupun Rani, sama-sama tidak yakin dengan perasaannya. Dengan cara ini mereka pasti akan benar-benar yakin."
Naya tersenyum sambil menatap Arsen. "Aku jadi gak sabar nunggu hasilnya. Beneran di live ya."
"Iya, bumil sekarang gak sabaran banget." Arsen mencubit hidung Naya lalu mencium bibirnya lagi. "Aku berangkat dulu ya."
"Aku pesan martabak telur spesial ya. Nanti pokoknya pulang harus bawa itu."
Arsen tertawa sambil mengusap perut Naya. "Kamu sekarang ngidam?"
"Iya, pengen. Ya?"
"Iya, nanti pasti aku belikan. Lihat hpnya, tapi jangan bilang sama Rani," pesan Arsen.
"Iya."
Setelah Arsen mencium perut Naya, dia keluar dari kamarnya.
Kemudian Naya meraih ponselnya dan kini dia letakkan di sebelahnya lalu dia kembali menonton drama favoritnya.
💕💕💕
.
Jujurly author agak block write mau lanjutin ini jadi belum bisa up banyak.. 🤭 bingung mau ngapain lagi.. 😒 Yang jelas di cerita ini gak akan ada pelakor atau pebinor.. 😁
__ADS_1