Married With Bad Boy

Married With Bad Boy
BAB 40


__ADS_3

"Ar, ternyata aku anak selingkuhan Papa." kata Naya disela-sela isak tangisnya.


Mendengar hal itu, seketika Pak Aji melebarkan. "Naya apa kamu bilang?"


"Mama sendiri yang bilang semalam kalau Naya ini anak selingkuhan Papa makanya Mama gak suka sama Naya."


Arsen semakin mengeratkan pelukannya. Dia tahu, pasti Naya sangat sedih mengetahui kenyataan ini.


"Naya, kamu anak Papa dan Mama."


"Semalam Naya dengar sendiri, Mama bilang kalau Naya ini anak selingkuhan Papa." Naya merenggangkan pelukannya dan menatap Arsen. "Ar, kamu masih bisa terima aku kan dengan status aku yang kayak gini? Aku adalah anak dari hasil hubungan gelap Papa."


"Naya kamu tanya apa? Aku gak mungkin mempermasalahkan apapun status kamu. Kamu punya aku. Aku akan selalu ada buat kamu." Arsen mengusap rambut Naya dan meyakinkan Nata bahwa dia tidak mungkin meninggalkan Naya apapun keadaannya.


"Nay, Papa sayang sama kamu. Jangan pikirkan omongan Mama." Pak Aji menyentuh bahu Naya tapi Naya menghindar.


"Mama tidak pernah mengharap kehadiran Naya jadi biarkan Naya pergi dari rumah untuk selamanya, Pa. Naya janji, Naya juga tidak akan membuka rahasia ini. Makasih Papa sudah mendidik dan merawat Naya selama ini."


Arsen melepas pelukannya karena dia harus memberi ruang untuk Naya dan Papanya.


"Naya, Papa sayang sama kamu." Pak Aji kini memeluk putrinya. "Selama ini Papa memang kurang perhatian sama kamu. Kalau kamu memang lebih bahagia bersama Arsen, ya sudah kamu boleh tinggal bersama dia. Tapi tetap anggap Papa ada ya, kalau kamu butuh sesuatu bilang sama Papa."

__ADS_1


Naya hanya terdiam. Dia tidak tahu lagi harus berkata apa. Masih butuh waktu untuk menerima semua ini.


Pak Aji melepas pelukannya dan menghapus air mata Naya. "Kamu anak yang baik dan penurut. Maafkan Papa, Papa terlalu keras mendidik kamu."


Naya tak menjawab. Dia hanya menatap nanar wajah Papanya yang semakin lama semakin terlihat kabur lalu dia jatuh pingsan.


"Naya!"


Arsen segera menekan tombol emergency. Beberapa saat kemudian Dokter datang dan segera menangani Naya. Selama Dokter melakukan tindakan, Pak Aji dan Arsen menunggu di luar ruangan.


Pak Aji kini meneteskan air matanya. Dia sangat menyesali apa yang sudah dia lakukan pada Naya. Selama ini dia terlalu sibuk dan mempercayakan Naya pada istrinya. Pasti Naya sangat kekurangan kasih sayang.


Dia mengingat kesalahan terbesarnya di masa lalu. Ibu kandung Naya yang bernama Maya memang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Naya. Wajah cantik itu berhasil membuat Pak Aji jatuh cinta dan melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Kesalahan satu malam yang membuat Naya akhirnya lahir di dunia ini.


Selama bertahun-tahun kasus perselingkuhan itu tertutup dan yang orang tahu Naya adalah anak kandung dari Aji dan Nita.


"Naya..." Pak Aji menekan ujung matanya agar air mata itu tidak kembali menetes. Kemudian dia menatap Arsen yang sedang menundukkan pandangannya. "Arsen, saya titip Naya. Tolong jaga dia dengan baik. Jika kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungi saya. Karena ini keinginan Naya, saya yakin Naya bahagia bersama kamu. Sepertinya untuk sementara Naya tidak ingin melihat saya." Kemudian Pak Aji berdiri. "Bilang sama Naya, jika Naya kangen telepon saja, pasti saya akan datang menemuinya dan titip permintaan maaf saya pada Naya. Kalau dia ingin ke makam ibunya, ibunya dimakamkan di pemakaman umum jalan mawar blok B, dengan nama Maya."


Lalu Pak Aji membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Arsen.


Arsen hanya menghela napas panjang. "Naya lekas sembuh ya. Aku pasti akan selalu berusaha membuat kamu bahagia."

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruang rawat Naya. "Pasien sudah sadar dan mencari yang namanya Arsen."


"Iya, saya Dok. Bagaimana keadaan Naya?"


"Pasien mengalami guncangan perasaan hingga membuat tubuhnya semakin melemah. Tolong atur emosinya, buat hati pasien bahagia agar pasien bisa semangat untuk sembuh."


Arsen menganggukkan kepalanya. "Baik, Dok." Kemudian dia masuk ke dalam ruangan Naya. Dia berjalan mendekat dan langsung memeluk Naya. "Naya, cepat sembuh. Jangan sedih-sedih lagi. Kita akan tinggal bareng lagi dan melanjutkan semua hal yang tertunda."


"Papa?"


"Papa udah pulang." Arsen mendongak dan menempelkan dagunya di dekat dada Naya. "Kamu jangan sedih lagi ya. Semua orang pasti mempunyai masa lalu dan masa depan kamu adalah aku. Senyum, jangan sedih terus." Kemudian Arsen mengecup singkat bibir Naya.


"Iya, aku tahu. Tapi aku..."


"Iya, aku ngerti." Arsen memotong perkataan Naya agar Naya tidak sedih lagi. "Nay, kita tidak bisa memilih di keluarga seperti apa kita dilahirkan tapi kita bisa membentuk sebuah keluarga yang kita inginkan kelak."


Seketika Naya tersenyum dan menatap Arsen dengan mata berbinarnya.


💕💕💕


.

__ADS_1


Like dan komen ya...


__ADS_2