Married With Bad Boy

Married With Bad Boy
BAB 106


__ADS_3

"Ih, ini lucu banget Nay." Rani memilih jumpsuit yang berbentuk beruang itu. "Lucu-lucu ya, pengen beli semua aja."


"Iya sih lucu, tapi kepakenya cuma sebentar itu." Mereka kembali berjalan sambil melihat baju-baju bayi dan perlengkapan lainnya.


Tiba-tiba langkah mereka berhenti karena ada seseorang yang menghadangnya. Naya mengernyitkan dahinya saat melihat Roni berdiri di hadapannya. "Roni?"


"Nay, gawat! Arsen akan balapan dengan Bara. Bara ada rencana mencelakai Arsen. Gak ada yang bisa cegah Arsen. Mending lo ke sana cegah Arsen biar gak ikut balapan."


Seketika Naya melebarkan kedua matanya. "Gak mungkin! Arsen ada di depan sama Rangga."


"Iya, lo jangan ngada-ngada! Arsen sama Rangga di depan. Katanya lo udah berubah dan temenan sama Arsen, kenapa lo gak ke sana sendiri tolong dia."


"Anak-anak udah ke sana. Tadi gue ketemu Rangga dan suruh bilang sama lo!"


"Sirkuitnya dimana?" tanya Naya. Dia tidak akan membiarkan Arsen celaka. Dia telah mencoba menghubungi Arsen dan juga Rangga tapi tidak ada yang mengangkat panggilannya.


"Di dekat basecamp Arsen." kata Roni kemudian dia pergi dari tempat itu.


Naya segera memesan grab car lalu dia keluar dari kids store dan mengurungkan niatnya untuk berbelanja


"Nay, kita gak perlu nyusul ke sana. Arsen pasti gak papa." Rani berusaha mencegah Naya. Tapi Naya sekarang justru memastikan keberadaan Arsen dan Rangga di kedai kopi.

__ADS_1


"Mereka gak ada di sini, Ran." kata Naya. "Aku gak mau Arsen kenapa-napa."


"Tapi, Nay?" Rani kini menggandeng lengan Naya agar Naya tidak melangkah terlalu cepat. Dia tidak mau terjadi apa-apa juga dengan kandungan Naya. "Kamu gak mungkin ke sana dengan kondisi kamu yang seperti ini. Jangan ya, pikirin juga dedek yang ada dalam perut."


"Tapi Ran, aku gak akan tenang sebelum melihat Arsen secara langsung," kata Naya sambil terus berjalan dan memegang perutnya.


"Ya udah, aku temani kamu ke sana." Mereka akhirnya keluar dari mall. Mobil pesanan Naya sudah berhenti di depan mall. Tepat saat Naya dan Rani masuk ke dalam mobil, mobil Gery sampai.


"Itu kan Nyonya Naya. Mau kemana?" Gery kini mengikuti mobil grab itu.


...***...


Arsen dan Rangga menghentikan motornya di sirkuit balapan. Beberapa anak buah Bara sudah berjajar di sana. Ada Virza juga yang kini menyusul Arsen ke tempat itu. Arsen berpindah ke motor Virza dan memakai helm teropong milik Virza.


"Tenang Za, ada gue juga." kata Rangga yang juga telah bersiap di garis start.


Arsen melipat kemejanya sampai siku lalu menutup kaca helmnya.


Maafin aku, Nay. Arnav maafin Ayah ya nak. Aku janji ini yang terakhir.


Bara juga telah bersiap di garis start. Dia tidak sendiri, ada Roni juga di samping Bara. Seketika Rangga dan Arsen kembali membuka penutup helmnya.

__ADS_1


"Lo! Ngapain ada di sana!" Arsen menatap tajam Roni.


"Lo dua orang, kita juga dua orang."


"Bukan itu maksud gue! Roni, kenapa lo gabung sama dia! Bukannya lo udah berubah dan balik di geng gue!" Emosi Arsen semakin memuncak saat mengetahui Roni yang dia kira sudah berubah setelah dia tolong tapi ternyata Roni justru hanya mata-mata Bara. "Jadi selama ini lo cuma mata-mata Bara. Breng sek lo!"


"Roni, mau main-main sama kita. Lo tunggu pembalasan dari kita!" Rangga kembali menutup kaca helmnya. Dia akan pastikan semua yang terlibat dalam masalah ini akan segera mendapat balasan. Dia sudah menghubungi anak buahnya untuk berjaga.


Mereka menghitung mundur, deru mesin semakin terdengar keras. Setelah hitungan ke satu, keempat motor itu melaju dengan kencang.


Arsen tidak tahu apa motif dari tantangan Bara kali ini.


Naya! Jangan-jangan Bara akan mengusik Naya lagi.


Arsen semakin menambah laju motornya. Mereka saling menyalip. Beberapa kali Bara akan berbuat curang dengan menendang body samping motor Arsen. Tapi Arsen berhasil mendahului Bara. Saat akan sampai di garis finish dia melihat Naya di sana, seketika dia menghentikan motornya.


"Naya!"


.


💕💕💕

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2