Married With Bad Boy

Married With Bad Boy
BAB 77


__ADS_3

Setelah bertemu dengan orang tua Naya, ekspresi wajah Bu Ririn berubah. Apa benar dugaannya bahwa Bu Ririn adalah sahabat Ibunya Naya. Ingin Arsen bertanya tapi Naya masih belum tidur. Dia tidak ingin menambah beban pikiran Naya. Naya pasti akan tahu semuanya tapi nanti, ketika semua masalah telah selesai.


"Ar, hari ini aku sangat bahagia." Naya memeluk tubuh Arsen malam hari itu.


"Aku sudah menemukan penyebar video itu? Kamu mau membalasnya?"


Naya menggelengkan kepalanya. "Aku sudah tahu, pasti Tika yang nyebarin. Biarkan dia mendapat balasannya sendiri. Karena semua kejahatan yang dia lakukan padaku, aku justru mendapat anugerah. Yang pertama, dia jebak aku di klub tapi justru takdir menyatukan kita dan aku sangat bersyukur bisa bersama kamu sampai sekarang. Terus dulu juga waktu dia sebarin foto aku di klub sama kamu, aku jadi tahu perasaan kamu yang sebenarnya. Dan sekarang waktu dia nyebarin video itu, hubungan aku dengan Papa dan Mama jadi sangat baik. Ini namanya anugerah dibalik musibah."


"Ya sudah, yang penting kamu bahagia aku juga ikut bahagia. Sekarang kamu tidur, ini sudah malam."


Naya menganggukkan kepalanya lalu dia mulai memejamkan matanya. Usapan lembut dari Arsen segera membawa Naya terlelap dalam tidurnya.


Arsen tak juga memejamkan matanya. Dia tunggu sampai Naya benar-benar tertidur baru dia akan bicara dengan Mamanya.


Setelah Naya tidur dengan nyenyak, Arsen meraih guling untuk menggantikan posisinya agar Naya tidak terbangun. Kemudian dia turun dari ranjang secara perlahan. Dia segera keluar dari kamar dan mengetuk kamar Mamanya. Semoga saja Mamanya belum tidur.


Beberapa saat kemudian pintu itu terbuka. "Ada apa, Ar?" tanya Bu Ririn.


"Ma, aku mau bertanya tentang Bu Maya, Ibu kandung Naya."


Bu Ririn melebarkan matanya, dia tidak pernah menduga jika ternyata Arsen tahu hal itu. Kemudian Bu Ririn menarik tangan Arsen agar masuk ke dalam kamar.


"Ada apa?" tanya Pak Tama yang melihat wajah serius Arsen dan istrinya.


"Aku mau tanya soal Bu Maya. Apa benar Mama sahabat Bu Maya?"

__ADS_1


Pak Tama dan Bu Ririn saling menatap kemudian mereka kini duduk di tepi ranjang.


"Iya, Maya sahabat Mama."


"Mengapa Mama diam saja kalau sudah tahu kasus pembunuhan ini?"


Wajah Bu Ririn semakin menegang. Dia sangat ketakutan saat mengingat masa lalunya.


"Arsen, jangan memaksa Mama. Mama baru saja sembuh sakit dan juga traumanya." Pak Tama merengkuh tubuh istrinya yang kini menangis. "Apa yang sudah kamu ketahui dari masalah ini?"


"Bu Maya adalah adik Pak Rahardi yang dibunuh oleh keluarga Sagara karena keluarga Sagara memiliki dendam bisnis pada keluarga Rahardi. Itu yang aku tahu dari Rangga."


"Rangga? Sepak terjang Rangga memang bagus, kita sudah menyembunyikan rahasia ini bertahun-tahun tapi Rangga bisa mengungkapnya. Kalau kamu mau kasus ini diusut lagi, berarti kamu harus siap menghadapi bahaya yang akan mengintai Naya."


"Tapi Pa, meskipun kasus ini tidak diusut lagi bahaya itu pasti akan datang. Rangga sudah mewanti kalau keluarga Sagara sudah mulai beraksi lagi. Aku harus benar-benar menjaga Naya."


"Mama, gak salah. Karena masalah itu penyakit jantung Mama semakin parah. Mama terus kepikiran setiap hari. Mama baru sembuh total, Papa takut Mama sakit lagi."


Bu Ririn menggelengkan kepalanya. "Mama tidak apa-apa, dan sekarang Naya juga sudah jadi bagian keluarga ini, kita harus melindunginya, Pa."


Akhirnya Pak Tama hanya terdiam dan membiarkan istrinya berbicara.


"Keluarga Sagara dan keluarga Rahardi memang berselisih sejak lama karena masalah bisnis. Maya memang sengaja disembunyikan karena Maya pernah menjalin hubungan dengan adiknya Sagara, tapi karena kedua keluarga melarang akhirnya mereka putus, adiknya Sagara yang bernama Samudra itu masih saja mengejar Maya tapi Maya tidak mau kembali dengannya. Kemudian Maya kenal dengan Aji. Mungin karena Maya merasa nyaman dengan Aji dan terjadilah hubungan terlarang itu. Maya juga tahu kalau Aji sebenarnya juga sudah punya istri, mereka menikah siri tanpa sepengetahuan Nita. Disitulah awal puncak kemarahan Sagara, adik kesayangannya depresi setelah mengetahui Maya bersama Aji dan mempunyai anak, kemudian Samudra bunuh diri, ditambah Rahardi mengambil alih semua investor yang menyokong perusahaan Sagara."


Arsen mendengarkan dengan serius cerita Mamanya. Ternyata seperti itu cerita sebenarnya.

__ADS_1


"Waktu itu Naya sudah berumur dua bulan. Bahkan waktu kamu masih bayi, sebenarnya kamu sudah bertemu dengan Naya karena Aji sibuk dengan keluarga dan karirnya jadi Mama membantu Maya merawat Naya."


"Aku dan Naya sudah dekat sejak bayi?"


Ririn menganggukkan kepalanya. "Bahkan sejak dalam kandungan. Mama sempat ingin menjodohkan kalian berdua. Gak tahunya kalian memang berjodoh."


"Tapi Pak Aji gak ingat sama Mama."


"Iya, Mama memang cuma dua kali bertemu dengan Aji. Mama saja juga tidak ingat dengan wajah Aji bahkan wajahnya sudah tidak sama dengan yang ada difoto, dan Maya selalu memanggilnya Pras. Makanya Mama baru mengerti tentang Naya saat Naya bercerita tentang ibu kandungnya." Kemudian Bu Ririn mengambil sebuah kotak yang berisi beberapa foto. "Lihat, Papanya Naya berbeda kan dengan sekarang?"


"Iya." Arsen melihat beberapa foto itu. "Ini aku sama Naya waktu bayi?" Dia mengambil sebuah foto dan menatapnya.


"Iya, lucu ya. Ternyata kalian memang berjodoh." Senyuman Bu Ririn memudar saat mengingat kenangan buruk itu. "Tapi dibalik semua ini ada kisah tragis. Maya sempat bilang sama Mama, dia ingin menyerahkan Naya pada Aji karena Maya sudah merasa tidak aman, dia terus diteror. Akhirnya Naya berhasil diantar ke rumah Aji dengan sembunyi-sembunyi. Saat pulang dari sana, Mama menemui Maya. Mama menunggunya di pinggir taman. Mama melihat sendiri saat Maya akan menyeberang, ada mobil yang sengaja menabrak Maya. Bukan cuma sekali tapi mobil itu berulang kali menabrak Maya. Mama tidak ada keberanian mendekat, bahkan Mama sudah tidak ada suara untuk berteriak saking takutnya. Tapi Mama tahu ada satu kamera cctv yang tersembunyi di depan sebuah ruko yang sudah tutup dan pasti merekam semua kejadian itu. Untunglah Mama yang dibantu Papa berhasil mendapatkan rekaman itu tapi kesehatan Mama kian menurun dan Papa juga takut kalau sampai masalah ini diusut, Mama dan keluarga kita dalam bahaya. Ini rekaman cctv itu." Bu Ririn memberikan sebuah memory. "Tapi Mama pesan, kamu jangan gegabah karena keluarga Sagara berbahaya."


Arsen menganggukkan kepalanya.


"Satu lagi, keluarga Sagara mempunyai situs gelap penjualan organ tubuh manusia," imbuh Pak Tama. "Untuk memberatkan hukuman mereka, kita bongkar situs itu. Kamu kerjasama dengan Rangga."


"Darkweb?"


.


💕💕💕


.

__ADS_1


Like dan komen ya..


.


__ADS_2