Married With Bad Boy

Married With Bad Boy
BAB 48


__ADS_3

Naya tersenyum lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Arsen. Satu anggukan dari Naya pertanda jika Arsen harus segera berlayar.


Arsen kembali mendekatkan dirinya dan mencium bibir Naya. Satu tangannya kini mengarahkan miliknya menuju inti Naya. Dia gesek sesaat di dekat pintu kenikmatan itu. Kemudian dia hentakkan cukup kuat agar bisa memasuki pintu yang sempit itu.


"Aww, Ar!" pekik Naya. Dia kini meringis kesakitan saat milik Arsen berhasil terbenam seluruhnya. "Sakit."


"Iya memang sakit sayang. Rileks dulu. Aku pelan-pelan kok." Arsen tidak bergerak sama sekali, dia biarkan miliknya beradaptasi terlebih dahulu. Dia kini kembali mencumbui Naya agar rasa sakit itu terlupa.


"Ah, Ar." Naya memejamkan matanya saat Arsen mulai menggerakkan miliknya. Terasa sesak, sakit, dan panas yang membuatnya ingin segera melepasnya saja.


Arsen mengusap pipi Naya. Lalu membelai rambutnya yang berkeringat. Dia mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan. Terasa sangat sempit dan nikmat. "Sayang, buka mata kamu. Sini, lihat aku. Kita nikmati sama-sama."


Naya akhirnya membuka matanya. Jemarinya masih mencengkeram pundak Arsen. "Sakit, Ar."


"Iya, sakitnya cuma bentar sayang." Satu tangan Arsen kini me re mas dada Naya lalu memainkan puncaknya agar Naya bisa menikmati permainannya.


Arsen mendekatkan bibirnya di telinga Naya. "Mulai sekarang kamu sudah menjadi milik aku sepenuhnya. Makasih ya, kamu sudah mau menerimaku apa adanya." Kemudian Arsen me lu mat cuping telinga Naya dan sedikit menambah gerak pinggulnya karena kaki Naya sudah tidak sekaku tadi menahannya.


"Ar, geli..."


Arsen justru menyusuri telinga Naya dengan lidahnya hingga membuat Naya men de sah semakin keras. Sepertinya dia sudah tahu titik kelemahan Naya.

__ADS_1


"Sayang, ini enak banget. Punya kamu bener-bener masih sangat sempit. Aku cepetin dikit ya goyangannya. Aku gak tahan sayang." Arsen kian men de sah di dekat telinga Naya.


Jemari-jemari Naya semakin mencakar punggung Arsen yang telah berkeringat. Meski rasanya masih sakit tapi ada rasa nikmat yang kini muncul. "Ahh, Ar..."


Arsen kini menatap mata sayu Naya. "Sudah mulai enak kan?"


Naya mengangguk pelan.


Suara de sah mereka berdua semakin keras. Apalagi saat Arsen semakin mempercepat gerak pinggulnya yang membuat tubuh Naya ikut bergetar seiring hujaman Arsen.


"Ar, ah. Aku udah gak tahan lagi."


"Ar, aku...." Naya semakin meracau dan mencakari punggung Arsen. Rasa ingin meledak itu sudah tidak bisa dia tahan. Tubuhnya bergetar hebat dan mengejang beberapa saat. Untuk sejenak, Naya seperti melayang di udara. Tubuhnya terasa ringan.


"Sayang, punyaku kamu re mat gini aku jadi gak tahan juga." Arsen menegakkan dirinya. Dia semakin memaju mundurkan dirinya. Kedua tangannya menangkup dada Naya yang ikut begerak naik turun seiring hujamannya. Bibir Arsen terus berdesis sambil sesekali mendongak merasakan nikmat yang semakin nyata.


Arsen mengerang dengan keras saat hasratnya mecapai puncak. Dia atur napasnya yang tersenggal lalu melepaskan dirinya dan membuang pengaman yang telah penuh dengan cairan. Dia bersihkan diri sesaat lalu kembali merebahkan dirinya di samping Naya.


Naya masih saja terdiam sambil mengatur napasnya yang tersenggal.


"Makasih sayang." Arsen menarik selimut hingga menutupi tubuh polos mereka berdua kemudian dia peluk tubuh Naya dengan erat dan menciumi pipinya. "Besok lagi ya."

__ADS_1


Naya memutar tubuhnya dan memainkan dada Arsen dengan jemarinya. "Jadi rasanya campur aduk kayak gitu ya. Ada sakitnya, ada enaknya, lalu aku melayang di udara."


"Iya, dan pasti buat nagih." Arsen mencium singkat bibir Naya.


Kemudian Naya menyembunyikan wajahnya di dada Arsen. Meski berkeringat tapi Naya sangat suka aroma itu.


"Sayang, gak pakai baju dulu?"


"Ngantuk." jawab Naya yang kini sudah memejamkan matanya.


Arsen semakin merapatkan selimut tebal itu. Akhirnya dia bisa tidur bersama Naya tanpa memakai sehelai benang.


Arsen tersenyum saat mendengar napas teratur Naya. "Met tidur sayang." Satu kecupan mendarat di kening Naya sebagai pengantar tidurnya.


.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


.


Akhirnya goll juga. Duh, pasti Arsen bakal minta dibuatin adegan gini terus sama author.. ๐Ÿคจ

__ADS_1


__ADS_2