Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 99. Serangan sepihak


__ADS_3

Melihat penderitaan dan kematian adalah obat terbaik bagi Leo Ederson dan Gianna. Membuat mereka memutuskan untuk menyaksikan dengan kedua matanya sendiri kehancuran Vindra.


Di dalam ruangan tersebut, tidak nampak Rangga Ederson dan sepertinya dia tidak terlalu tertarik dengan adegan ini.


"Wah, kita bertemu lagi. Sudah aku katakan, aku bukanlah orang yang mudah kamu sakiti." Leo Ederson dengan bangga menunjukkan kekuasaannya.


Gianna yang sudah tidak tahan, segera bangkit berdiri dan berjalan ke Vindra. Tangannya menepuk pipi Vin dengan lembut. " Kamu berfikir kamu terlalu berani? Aku beritahu, kota SB bukanlah tempat yang bisa dengan mudah kamu kuasai," ucap Gianna.


Leo Ederson pun mendekati. " Kamu menikam ku, aku akan membuat tubuhmu terpotong."


Vin sama sekali tidak memandang mereka, mengabaikan semua kata-kata mereka bahkan jika itu ancaman.


" Jangan khawatir, kamu tidak akan membunuhmu saat ini. Tunggu sampai bos kami mendapatkan wanitamu, baru kami akan mencincang mu. Bukankah kamu suami Sifa Gultom? Apa kamu tidak mencintainya? Oke, aku akan memberimu waktu untuk melihat tuan Ederson dan yang lain bermain-main dengan wanitamu," ucap Gianna sambil mengangkat dagu Vin. Gianna ingin menyiksa Vin secara mental. Terlalu bosan jika hanya menyiksanya secara fisik.


Leo Ederson menyipitkan matanya," Sepertinya aku mencium bau Sifa Gultom, ah, dia merupakan salah satu wanita cantik di In Shipping."


Lusinan pria tertawa terbahak bahak, saat mendengar kata-kata itu. Tawa mereka tak terlukiskan dan jahat.


" Ha ... Ha... tertawalah terus selagi kalian bisa, selanjutnya kalian tidak akan bisa tertawa lagi. Ah tidak, sepertinya kalian tidak akan bisa melihat matahari besok " Vin bicara dengan tenang dan tidak memilik kemarahan sedikitpun.


" Kamu jangan sombong." Ray Jegar sangat marah dengan sikap yang di tunjukkan Vindra.


" Kami tidak bisa matahari besok? lucu sekali " Gianna tidak ingin melewatkan momen tersebut.


Ray Jegar berjalan menghampiri, " Berlututlah, dan aku akan bicara dengan tuan Ederson untuk memberimu jalan keluar."


Persetan -" Vin mengangkat kakinya dan langsung menendang keras dan mengenai perut Ray Jegar.


Ray Jegar langsung mendengus dan mundur beberapa langkah. Masih ada sedikit rasa sakit, tapi Ray Jegar tidak mundur.

__ADS_1


Semua terdiam karena terkejut melihat Vindra berani melawan.


Beberapa pria kulit hitam bergegas memegangi Vindra.


"Berani menendang ku? Apa kamu bosan hidup?" Ray Jegar menyeringai, lalu ia mengambil pisau dan kembali berdiri di depan Vin. Aura gila Ray Jegar membuat jantung semua orang berdebar.


"Ayo, tahan dia. Aku sendiri yang akan menusuk dia sampai dua puluh kali." perintah Ray Jegar, dan beberapa pria kulit hitam itupun berusaha menekan Vindra.


"Jika aku jadi kamu, hal terbaik yang bisa aku lakukan adalah segera lari keluar dari pintu ini," ucap Vindra. Telinga Vindra sudah mendengar pergerakan dari kejauhan.


"Pangkalan Oktagon akan segera hancur."


Pangkalan Keamanan Oktagon, sejak didirikan tidak ada yang berani memprovokasi dan tidak akan yang berani mengguncang.


Tepat disaat Ray Jegar ingin menikam Vindra, terdengar suara dari luar, dan pintu besi yang berat di tabrak oleh mobil. Suara itu mengejutkan semua orang.


Kemudian suar mobil meraung, halikopter muncul, dan suara tentang yang acuh tak acuh. Semua orang dapat mendengar bahwa ini adalah pembantaian sepihak.


Vindra menatap Ray Jegar, "Kamu sudah selesai."


Pada saat ini, pangkalan Oktagon yang dikelilingi tembok tinggi, dari pintu depan dan belakang di buka oleh Hummer secara bersamaan.


Kemudian dua belas kendaraan anti huru hara segera masuk dan peluru di tembakkan dari jendela dengan kejam dan membunuh para preman.


Pada saat yang sama, dua halikopter terbang di atas pangkalan dan lampu depan menyala, menerangi pangkalan.


Ratusan pria berseragam dengan peluru tajam mengepung area tersebut, tak membiarkan satu orangpun bisa lolos.


Leo Ederson nampak bingung."Siapa yang sudah berani menyerang di sini?"

__ADS_1


Gianna segera mengeluarkan ponselnya, " Aku akan segera menghubungi tuan Ederson." Hanya saja Gianna menemukan ponselnya telah mati.


Ray Jegar segera bereaksi, "Semua keluar dan hadapi mereka." Teriak Ray Jegar memberi perintah. Mereka segera mengambil senjata untuk melawan.


Ray menatap Vindra dengan penuh kemarahan . Pada saat mereka hingga sampai pintu, pintu lebih dulu di buka dan segera titik merah mengunci dan satu persatu di tembaki. Lebih dari dua lusin pria yang di perintahkan Ray Jegar sudah tergeletak di lantai dengan luka tembak di kepala dan membuat darah berceceran di lantai.


Leo Ederson dan Gianna tercengang.


Tak lama kemudian, Jhonatan muncul di ikuti enam orang dibelakangnya. Mengenakan seragam putih yang terlihat gagah.


"Apa kamu masih mengenalku?" Jhonatan mengangkat tangannya dan menampar Ray Jegar dua kali.


"Kamu, bukannya kamu asisten polisi?" ucap Ray Jegar sambil memegangi pipinya.


"Aku kepala polisi, Opsir Jhonatan Wiston."


Ray Jegar benar-benar tidak percaya, sambil menatap polisi berseragam itu. Ray Jegar nampak putus asa, dia tidak tau jika yang dia ancam adalah opsir Jhonatan yang dia kira hanya seorang asisten.


Leo Ederson dan Gianna juga terkejut, mereka tidak berharap berurusan dengan Vindra akan memprovokasi opsir Jhonatan Mereka pun bertanya-tanya bagaimana Vindra bisa berteman dengan opsir Jhonatan.


Dorrr...


Tanpa memberi kesempatan Ray Jegar menyesal, Jhonatan langsung menembak kepalanya. Membuat semua orang yang melihat langsung pucat.


Leo Ederson pingsan mendadak.


"Tangkap semuanya untuk interogasi mendadak. Tangkap, siapa yang harus di tangkap dan siapa yang harus di bunuh."Perintah Jhonatan.


Lebih dari lima puluh orang di tangkap, dan dua lusin orang di tembak mati. Mereka pernah diserang secara brutal dan kini mereka membalasnya.

__ADS_1


Kemudian banyak barang bukti diamankan, dan tim yang masih dalam pelatihan di tugaskan untuk menangkap dua belas buronan yang bersembunyi di persembunyian dan berbagai macam kejahatan Oktagon terungkap.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2