Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 88. Empat hadiah


__ADS_3

Vin menarik lagi pandangannya lalu tersenyum. "Aku tidak papa, hanya mengagumi keindahan tempat ini untuk sementara waktu."


Anita mendengus melihat ini." Kamu terlalu waspada,"ucap Anita dingin.


Mereka segera melanjutkan langkahnya dan menuju ujung aula.


Begitu pintu berbuka, Batu permata milik Vin tiba-tiba bercahaya dan dalam sekejap penglihatannya semakin tajam.


Didalam aula banyak orang berkumpul baik pria maupun wanita. Namun yang menarik perhatian adalah seorang wanita yang duduk di antara mereka. Seorang wanita mengenakan celana kulit hitam, dengan rambut pendek dan bagian depannya di warnai dengan warna merah burgundy, dan sebuah tato ular yang menghiasi pipi putihnya.


"Tuan Marlin, selamat Malam."


Melihat Dewa Marlin, Vindra dan yang lain masuk. Wanita berpakaian hitam itu, bangkit berdiri dan tersenyum. "Lama tidak bertemu."


Mata Marlin langsung dingin, saat melihat wanita Snake Black itu ( panggilan wanita yang memiliki tato ular hitam) "Ternyata itu kamu. Siapapun yang sudah berani Mengambil barang milikku, dia harus berani datang ke In shipping untuk bernegosiasi dan ternyata itu kamu ular cantik. " Marlin langsung menarik kursi dan duduk.


"Siapapun kamu, kamu harus mengembalikan milikku, malam ini."


Snake black itu pun tersenyum menawan. "Aku memang merampok kapal milikmu yang membawa batu giok kasar dan tuan Rutt tenggelam dan anak buahnya.sekarang berada dibawah kendaliku. Karena beberapa kilometer dari perbatasan itu semua berada dibawah kendaliku."


"Mulai sekarang aku kan menjadi rekan mintra Grup Kiko."


"Untuk menunjukkan rasa hormat dan niat baikku, aku akan membalikkan barang milik tuan. Namun aku hanya akan mengembalikan setengahnya saja." Wanita ular hitam itu maju selangkah dan memberi selamat pada tuan Marlin.


Vin memperhatikan wanita itu, dari sikap baiknya pada pihak lain, pasti terselip siasat seperti seekor ular.


Anita Bakti mengendurkan kesiagaannya, melihat sikap baik yang ditunjukkan Snake Black


Namun Tuan Marlin mencibir," Rutt masih muda dan kuat, bahkan dia mampu menyeberangi perbatasan. Jadi kalau dia tenggelam, apa aku percaya? Aku yakin kamu yang sudah membunuhnya," ucap Marlin, seketika membuat Anita dan Susi kembali waspada.

__ADS_1


Snake black itu bicara acuh tak acuh, "Tuan Marlin, orang yang sudah mati tidak perlu di bahas lagi."


"Membunuh orang kepercayaanku dan mengendalikan setengah bawahanku. Apa yang kamu inginkan? Pembalasan atau pemerasan?" Tuan Marlin langsung bicara pada intinya.


"Tuan Marlin, tidak ada musuh abadi di dunia yang ada hanya kepentingan pribadi. Aku yakin aku akan membawa kebaikan pada Grup Kiko." Snake black itupun menjentikkan jarinya dan beberapa pria membuka empat kotak dan meletakkannya di atas meja.


Sepotong batu giok, patung emas, Ginseng, Tombak panjang. semua adalah barang dengan kualitas tinggi, hal itu membuat Vin terkejut, juga takut mereka tidak bisa menahannya untuk mendapatkannya.


Namun saat melihat tatapan Snack black itu, Vin menyadari jika sedang ada permainan.


"Giok hijau, tombak, patung emas dan ginseng. Benar-benar membuang uang," ucap Marlin.


Selain taipan barang antik, Dewa Marlin juga penilai barang antik. Setelah memperhatikan tuan Marlin bisa menebak kalau benda-benda tersebut 91% adalah asli dan memiliki nilai tinggi.


Snake black itu masih bicara dengan hormat." Jika tuan Marlin menyukainya. Tidak masalah berapapun biayanya."


"Jangan bicara omong kosong! Katakan siapa yang ada dibelakang mu dan apa tujuannya?"


"Raul Draco?!"


"Aku pikir Saudara dan saudari Andero yang menyerang Ambar itu hanya masalah biasa. Ternyata ada Raul Draco di balik semua ini."


"Aku tidak menyangka Raul Draco kembali. Bukankah dia sudah hidup bebas di negara lain?"


"Tuan Raul Draco bilang, kalau kota ini adalah rumahnya. Dia sudah tua, dia ingin menghabiskan sisa usianya dengan bersantai. Tuan Draco ingin tinggal di kota ini lagi dengan tenang.


Untuk masalah Ambar, itu hanya implusif saja dan tuan Draco tidak akan mengulanginya lagi. Tuan Marlin, tolong beri kesempatan."


"Kenapa aku selalu di buat bingung oleh sikapnya. Jika dia ingin tinggal nyaman di kota ini. lalu untuk apa dia membuat kekacauan dan membunuh mereka yang tidak bersalah."

__ADS_1


"Tuan Marlin, semua orang bisa berubah termasuk tuan Draco. Lagian tuan Draco saat ini sedang sakit-sakitan dan telah lama kehilangan ambisinya. Dia benar-benar hanya ingin menghabisi waktuku di kota ini dengan tenang." Ular hitam berusaha membujuk tuan Marlin untuk mendukung Draco.


"Raul Draco adalah musuh. Jika kamu tidak memberi kesempatan dia tidak akan menempelkan dirinya untuk mendapatkan dukungan begitu juga sebaliknya jika kamu memberi dia kesempatan dia bisa membunuh seseorang. Selain itu walaupun aku mendukungnya, Raul Draco tetap tidak akan bisa kembali ke kota ini. Tuan Jakson dan yang lainnya tidak akan pernah mengizinkannya muncul di kota ini."


"Katakan padanya, agar menghabiskan waktu dan menikmati masa tuanya di luar negeri saja." imbuh Marlin.


"Tuan Marlin..."


"Cukup. Keputusanku sudah jelas." sela tuan Marlin.


"Rutt sudah mati, dan aku sudah meminta Hachi untuk mengambil alih perairan dan mengurus barang-barang yang hilang dari keluarga Marlin. Kamu punya tiga hari untuk pergi dari sana. Jika kamu tetap tidak pergi, aku akan membunuhmu. Jangan menganggap kata-kataku ini lelucon." Marlin dengan tegas memberi ultimatum pada snake black.


Wajah Snake Black pun sedikit berubah, dan matanya merah, namun dia masih bersikap hormat. " Aku mengerti."


Malin meletakkan tangannya di punggung," Ingat kamu harus keluar dari kota ini sebelum fajar. Jika tidak, kamu tidak akan pernah bisa pergi."


Snake black mengepalkan tinjunya, namun dia masih berusaha membungkuk sambil tersenyum." Tuan Marlin, meskipun negosiasi gagal malam ini. Tolong terimalah empat hadiah ini."


"Di tangan tuan Draco ini sama sekali tidak ada artinya, tapi saat berada di tangan tuan Marlin empat hadiah ini akan menjadi sangat berharga. Aku sangat menyesal dengan kematian Rutt, dan biarkan ini menjadi sedikit kompensasinya." Snake black merengek meminta tuan Marlin menerimanya.


Pada saat yang sama snake black itu melirik Vindra yang tiba-tiba muncul dan memegang ke empat hadiah itu satu persatu.


Tuan Marlin ingin pergi, namun dia nampak ragu. Menatap empat hadiah tersebut dengan serius. Baginya delapan ratus juta itu masalah kecil, tapi empat harta Karun itu terlalu menggoda. Hingga mengenai titik lemahnya.


"Oke, aku akan menerima hadiah ini sebagai kompensasi atas kematian Rutt." Tuan Marlin pun mengambil keputusannya. "Sisil, ambil barang-barangnya, lalu kirim uang satu milyar pada keluarga Rutt."


"Aku mengerti." Susi mengangguk paham.


"Tunggu!"

__ADS_1


Tepat saat Susi hendak memerintahkan bawahannya untuk memindahkan hadiahnya, tiba-tiba Vin yang sedari tadi diam langsung berteriak. " Kalian tidak bisa menerima hadiah itu."


To Be continued ☺️ ☺️☺️


__ADS_2