Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 174. Penyakit serius


__ADS_3

"Nindi ada disini," ucap Alex yang mengenali suara panggilan itu.


Alex Wiston tersenyum ringan. "Ternyata dia membawa dokter terkenal. Mari kita menemuinya lebih dulu dan membahas hal ini nanti."


Jimmy buru-buru menjelaskan kepada Vindra." Nindi adalah cucu dari teman ayahku, namanya Nindi Trata. Aku benar-benar tidak tahu kalau dia datang membawa dokter." Jimmy ingin menjelaskan latar belakang Nindi Trata, tapi setelah memikirkan, Jimmy pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk saat ini.


Vindra hanya tersenyum, "Tidak papa, ada lebih dari satu dokter itu akan lebih baik."


Alex Wiston menepuk pundak Vindra lagi untuk mengajaknya pergi ke ruang aula di mana Nindi menunggunya.


Ketika mereka bertiga sampai di ruang aula, mereka melihat beberapa orang pria dan wanita sudah menunggu dan pemimpinnya tak lain adalah. Nindi dan disampingnya adalah dokter yang dibawa Nindi.


"Kakek Wiston, aku sudah mengundang dokter Bobi, dia adalah murid top di Sekolah kedokteran HR. Dia ahli dalam pengobatan barat, dia bisa menyembuhkan penyakit mu," ucap Nindi dengan cepat saat mengetahui Alex Wiston datang.


"Bukankah tuan Bobi dari tim Apollo?" tanya Jimmy .


Bobi sedikit mengangguk, "Halo tuan Wiston, senang bisa melayani mu."


Tim medis appolo didirikan oleh Bobi, dalam tim tersebut terdapat dia belas anggota yang terdiri dari para dokter lulusan terbaik di universitas kedokteran luar negeri.


Tim medis Appolo di bentuk untuk membantu merawat para pasien kaya dan berkuasa. Baik hanya pemeriksaan ringan sampai penyembuhan penyakit berat. Tentunya mereka mematok biaya yang sangat tinggi setiap kali kunjungan, dan sampai saat ini begitu banyak pasien yang di tangani hingga begitu sulit untuk menemukan waktu yang tepat untuk bisa membawanya datang.


"Tuan Bobi berhutang budi padaku, jadi aku memintanya untuk datang dan menyembuhkan penyakit kakek Wiston " Jelas Nindi sambil tersenyum penuh kemenangan.


Alex Wiston tidak perlu hal itu, dia hanya tersenyum lalu berkata, "Ternyata kamu perhatian."


"Perkenalkan dia adalah dokter genius dari klinik CRISHAN, dia adalah Vindra," ucap Alex Wiston sambil mengarahkan jari menunjuk pada Vindra. "Nindi sepertinya kamu harus bermain di area ring."


Jimmy tersenyum main-main, "Nindi, permainan Vindra sangat bagus, kamu harus berhati-hati dengannya."


Nindi maju dua langkah kedepan menatap Vindra. "Walaupun aku memiliki tubuh yang kecil, tapi aku bisa mengalahkan kamu dengan satu pukulan."

__ADS_1


Vindra mundur satu langkah, Bukan berarti dia takut, tapi pihak lain datang tiba-tiba, jika dia tidak menghindarinya tentunya akan bertabrakan.


Nindi sangat ganas, jadi Vindra tidak ingin berurusan dengannya.


"Dia tidak bisa melawanku, apalagi melawan dokter Bobi." Melihat Vindra mundur membuat Nindi semakin menunjukkan penghinaan nya.


"Kakek, dokter seperti dia tidak akan bisa menyembuhkan kakek, apalagi pengobatan tradisionalnya dia akan menipu. Kakek sudah beberapa kali bertemu dengan dokter pengobatan tradisional tapi tidak ada satupun yang bisa menyembuhkan kekek."


"Kamu, lebih baik kamu keluar, jangan membuat malu disini!" Nindi menatap Vindra dan mengancamnya akan menggorok lehernya dengan belati.


Vindra dengan samar berkata, "Wajahmu bermasalah, Luka bakar dipunggung mu berulangkali meradang, dokter Bobi sangat hebat, kenapa kamu tidak memintanya menyembuhkan luka bakar mu?"


Senyum nindi seketika membeku, menatap Vindra seolah-olah tidak percaya. Dia tidak berharap orang lain mengetahui masalah dirinya.


"Kamu mengintip ku?" tuduh Nindi.


"Aku tidak tertarik padamu. Selain itu kita baru bertemu untuk yang pertama kalinya, bagaimana aku bisa mendapatkan kesempatan untuk memata-matai mu?"


Ekspresi Nindi sedikit mereda. "Aku akui Kamu sedikit baik, tapi keterampilan mu tidak sebagus dokter Bobi."


Nindi melirik Vindra dengan ganas, lalu berbicara dengan dokter Bobi. Dokter itu pun mengangguk memanggil dia asistennya untuk membantu dan segera memeriksa Alex Wiston.


Nindi mencibir, "Kamu belum pernah melihat peralatan medis yang canggih seperti ini, kan? Kalau begitu kamu tidak sebanding dengan dokter Bobi."


"Penyakit tuan Wiston, tidak lain adalah gagal jantung dan juga abses paru-paru. Aku bisa mengetahuinya dengan sekilas, Hanya saja aku tidak pandai dalam menggunakan peralatan dokter yang canggih. tapi aku bisa menggunakan peralatan yang aku butuhkan sendiri."


"Tuan Wiston, anda mengalami gagal jantung dan juga abses paru-paru yang cukup serius. Anda harus segera dirawat, jika tidak anda hanya akan bisa bertahan selama tiga bulan. "Jales dokter Bobi setelah melakukan pemeriksaan.


"Ah..." Nindi terkejut dengan apa yang dikatakan dokter Bobi, tapi dia juga terkejut dengan diagnosis Vindra.


Alex Wiston memandang Vindra dengan rasa ingin tahu, dia terkejut dengan diagnosis yang tepat.

__ADS_1


Jimmy bergegas mendekati Alex Wiston dengan cemas. "Ayah, kenapa ayah bisa memiliki abses paru-paru? Terakhir kali saat periksa itu tidak ada."


"Mungkin terlalu banyak alkohol." jawab Alex Wiston sambil tersenyum acuh tak acuh. Lalu menatap dokter Bobi, " Dokter Bobi apa yang bisa kamu lakukan?"


Nindi segera mendekati Alex Wiston, " Kakek, tidak ada yang salah denganmu, kamu pasti sembuh. Aku masih ingin bermain catur denganmu."


"Nindi jangan khawatir, kakek baik-baik saja."


"Tuan Wiston, aku bisa mengobati penyakitmu tapi memiliki resiko yang sangat besar. Anda memiliki Abses paru-paru yang cukup serius. Aku bisa memasukkan jarum ke paru-paru untuk mengeluarkan nanah dan darah. Tetapi area yang terkena itu sangat dekat dengan jantung. Jika jarum di masukan dan sedikit bergeser itu akan sangat berbahaya. Dengan kata lain pengobatan anda cukup mengancam Jiwa." Jelas dokter Bobi.


Nindi menegang, "Dokter berapa persen keberhasilannya?"


Dokter Bobi mengulurkan dua jari." Dua puluh persen. Area yang terkena cukup dekat dengan jantung."


"20%"


Alex Wiston tersenyum ringan. "Ternyata hanya dua puluh persen. Itu artinya aku tidak akan sembuh. Aku akan bertahan selama tiga bulan, itu lebih baik daripada aku mati dimeja operasi."


Alex Wiston melambaikan tangannya," Jimmy beri dokter Bobi sepuluh puluh juta, untuk biaya konsultasi."


Bobi tersenyum pahit." Terimakasih tuan Wiston, aku tidak bisa membantumu, jadi aku malu menerima uangnya."


Nindi tidak menyerah." Dokter Bobi, apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan kakek?"


"Tidak ada cara lain, selain mengeluarkan nanah dan darah diri operasi. Hanya ada dua pilihan, mengambil resiko dengan keselamatan dua puluh persen atau memilih bertahan selama tiga bulan."


"Aku bisa menyembuhkan tuan Alex Wiston." Vindra pun angkat bicara.


Mendengar ucapan Vindra membuat Nindi marah," jangan main-main. Dokter Bobi saja tidak yakin, bagaimana kamu bisa mengobatinya?"


Alex Wiston memandang Vindra dengan penuh minat. "Seberapa kamu yakin?"

__ADS_1


"Seratus persen." Jawab Vindra dengan tegas.


To be continued 👍👍👍


__ADS_2