Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 196. Hari-hari baik telah berakhir


__ADS_3

Vindra melangkah masuk bersama Dara. Sikapnya begitu tenang, acuh tak acuh, namun penuh dengan aura pembunuh.


"Akhirnya kamu muncul juga." Glenn mencibir sambil cerutu di mulutnya. "Masalah kita, bisa kita selesaikan hari ini juga."


Ben meletakkan kedua tangannya di punggung, dia menatap Vindra dengan penuh kebencian. Dia tidak akan pernah melupakan rasa malu yang dilakukan Vindra pada dirinya.


Lusinan orang segera berkumpul mengelilingi Vindra, karena mereka tahu saat ini Vindra adalah targetnya.


Vindra mengabaikan tatapan mereka, dia tersenyum dan dengan samar berkata," Hari ini memang hari yang bagus. Jika kamu tidak memberi penjelasan padaku hari ini, maka aku yang akan memberi penjelasan padamu."


Pada saat ini Marcel terkejut dengan kedatangan Vindra, dia tidak menyangka jika Vindra akan menyusul dirinya. Tapi apapun alasannya dia tidak bisa mencegah apapun yang ingin dilakukan Vindra.


Saat ini Marcel dan yang lainnya segera berbalik dan memberi hormat dengan sopan kepada Vindra, bahkan Marcel menyerahkan posisinya dan berdiri di samping Vindra.


Melihat hal tersebut, Glenn, Ben, dan yang lainnya mengerutkan keningnya. Glenn dan yang lainnya tahu bahwa meskipun Marcel adalah sampah, tapi dia juga termasuk orang yang di hormati di kota SB.


Namun Glenn tak perduli apapun, yang dia inginkan saat ini bisa mematahkan leher Vindra.


Saat ini Marcel bertanya dengan hormat kepada Vindra," tuan Vindra apa yang kamu lakukan disini?"


"Hati-hati baik tuan Glenn sudah berakhir, dan aku datang ke sini untuk menyaksikannya." Vin menepuk bahu Marcel dan berjalan di depan Glenn.


"Hai Glenn, akhirnya kita bertemu lagi. Apakah kita akan melakukan permainan lagi?"


"Jangan bermain jika kamu takut kalah." jawab Glenn dengan sinis.


"Percaya atau tidak aku akan membunuhmu." teriak Ben tiba-tiba.


"Ben, tenang lah." Glenn melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak melihat mu dalam beberapa hari dan kamu sudah bersahabat dengan Marcel, ini menarik. Sayangnya jika kamu memprovokasi lingkaran kami, kamu harus membayar harganya. Dan apa yang terjadi malam itu kamu tidak bisa melarikan diri, bahkan Tiffani dan mantan istri mu Sifa tidak akan bisa membayarnya harganya."


"Benarkah? Apakah kamu tidak takut jika kalah di kota SB?"


"Kalau di kota SB? ha ha ha..." Glenn tertawa dan merasa jijik. " Bahkan Marcel tidak bisa menggertak aku, jadi apa yang bisa kamu lakukan atau punya nyali untuk menggertak ku?" Sambil memegang cerutu ada wajah penghinaan.


Vindra tersenyum lalu berkata, "Aku akan membunuhmu seperti membunuh seekor A*Jing."


Ben sangat marah, "Kamu bajingan, Apa kamu berani mengatakannya lagi? Aku akan membunuhmu sekarang."


Glenn mengulurkan tangannya untuk menghentikan Ben dan yang lainnya.


"Aku hanya duduk di sini dan kamu menggertak ku untuk melampiaskan kemarahan mu atas apa yang terjadi pada istri mu dan mereka. Apa kamu berani melakukannya?" ucap Glenn mengejek.


Vindra tak banyak bicara, sentuhan dingin muncul di sudut mulutnya, melangkah maju, menjambak rambut Glenn dan langsung menekannya di atas meja bundar. Gerakan yang begitu cepat dan kuat membuat Glenn tidak bisa menghindar.


Dengan suara keras, kepala Glenn membentur meja, piring diatasnya langsung pecah, makanan berhamburan, dan teh yang sudah di tuang tumpah.


Vindra tidak berhenti menekan Glenn dengan backhand, mengambil cerutu yang jatuh dan menempelkannya ke wajah Glenn.


"Ah..." Glenn berteriak kesakitan.


Aroma cerutu melayang-layang di udara saat di bakar, dan kini aroma puntung rokok berubah menjadi bau daging manusia yang bakar.


Secara naluriah, Glenn berusaha mengangkat wajahnya untuk menghindari puntung cerutu itu. Tapi Vin tidak membiarkan begitu saja, dan puntung cerutu itu langsung dimasukkan kedalam mulut Glenn.


Semua terkejut! Bahkan Ben dan Marcel, mereka tidak menyangka Vindra akan merusak Glenn dengan cara seperti itu.


Pengawal Glenn dan teman-temannya tercengang, seperti baru melihat adegan yang horor, dan untuk sementara mereka lupa maju untuk membantu Glenn.

__ADS_1


"Botol ini untuk keluarga Gultom." Vin meraih Satu botol anggur dan langsung dipukulkan ke kepala Glenn dengan keras. Seketika botol itu pecah, dan anggur mengalir kemana-mana membawa darah segar.


Wajah Glenn berlumuran darah dan beberapa pecahan kaca menancap di wajahnya.


Pada saat ini Glenn mulai sadar jika Vindra tidak membual dan dia berani menggertak nya. Glenn berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Vindra.


Ben geram dan segera memberi perintah." Bunuh dia!"


Pengawal Glenn dan yang lainnya meraung bersama, mereka mengepung Vindra dan mengangkat kursi.


Pada saat ini Dara menggeser langkahnya, meraih satu lawan dan langsung memukulnya. Kepala lawan terluka dan semburan darah keluar. Dara segera membuang tubuh lawan yang sudah tidak berdaya dan menghentikan semua orang yang ingin menyerang Vindra.


"Siapa yang berani melangkah maju, aku akan membunuhnya secara langsung." ancam Dara.


Keganasan Dara membuat Ben dan yang lainnya berhenti tanpa sadar.


Pada saat ini Vindra sudah mengambil botol kedua dan memukulkannya kembali di kepala Glenn dengan keras.


"Ini untuk klinik CRISHAN." Botol itu kembali pecah dan teriakan Glenn semakin menggema.


"Apa yang terjadi padamu?" Vindra menepuk wajah Glenn. "Kamu hanya serangga kecil, Bagaimana kamu ingin menjadi seekor naga."


Glenn sangat marah dan berusaha berteriak. "Vindra kamu berani menggertak ku, apa kamu sudah memikirkan konsekuensinya?"


"Hei..." Vindra menampar wajah Glenn secara langsung. "Jika kamu punya urusan denganku, kamu bisa datang pada aku, dan jangan mengacau orang-orang disekitar ku atau menggangu Tiffani. Itu sama saja kamu mencari kematian."


"Aku akan mematahkan kakimu dan membuat kamu berguling keluar dengan ras malu. Tapi aku tahu kamu tidak akan puas, jadi aku akan memberimu kesempatan. Aku dan Marcel akan menunggumu di tempat parkir dalam setengah jam. Kamu bisa memanggil siapapun untuk menakuti aku. Jika aku takut kamu bisa mematahkan kakiku, tapi jika aku tidak takut kamu yang akan kehilangan kaki." Setelah bicara Vindra langsung menendang Glenn dan terpental beberapa meter. Lalu Vindra segera membawa Marcel dan yang lainnya pergi.


Glenn mencengkram kepalanya dan berteriak. "Panggil semua orang, panggil semua orang untuk ku. Aku ingin dia tahu bahwa aku bukan orang yang mudah di provokasi."

__ADS_1


"Ben, cepat panggil sepupumu dan yang lainnya!"


...****************...


__ADS_2