Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 52. Kedatangan Romeo


__ADS_3

Vindra terus menendang manager tersebut secara brutal. Walaupun pak Bisma sudah tidak berdaya Vin masih terus menghajarnya hingga muntah darah. Namun pak Bisma masih tidak mau menyerah ataupun minta maaf, membuat emosi Vin semakin tak terkendali.


"Cukup Vin, jangan terbawa emosi. Aku tidak papa." Sifa berusaha menghentikan serangan yang di lakukan Vin. Sifa tidak mau karena dirinya, Vin akan mengalami celaka.


"Pria brengsek seperti dia tidak bisa di beri ampun. Dia sudah berani menyakiti kamu, maka aku harus menghukumnya." Saut Vin dan masih terus menghajarnya.


"Stop Vin, jangan lanjutkan atau aku akan sangat marah denganmu!" Ancam Sifa. Vin yang sudah mengepalkan tangannya untuk melayangkan tinju terakhir akhirnya hanya ia tujukan ke arah angin dan mendorong Bisma hingga terjengkang ke belakang.


Vin menghampiri Sifa untuk memastikan keadaannya.


"Kamu tidak papa Sifa?" tanya Vin sekaligus memeriksanya.


"Aku tidak papa."


Bisma yang tak terima dan mengetahui Vindra hanyalah menantu yang tinggal di rumah mertuanya membuatnya tak merasa takut justru ia malah menyerang balik.


"Dasar brengsek, berani sekali kamu menganiaya ku. Aku akan laporkan kamu ke polisi sekarang juga dan kamu Nona, namamu akan langsung di blacklist di seluruh bank!" Ancam Bisma.

__ADS_1


"Jika kamu ingin menyelesaikan masalah ini tanpa polisi dan nama Nona tetap aman, itu sangat mudah. Nona harus bersedia menerima ku dah tuan muda Wiliam selama tiga malam dah semuanya akan selesai selain itu apa yang Nona inginkan akan Nona dapatkan." Imbuh Bisma yang tak punya malu. Vin yang mendengar membuat telinganya panas dan tanpa banyak bicara langsung menghajar Bisma kembali tanpa ampun.


Bisma tersungkur tepat di depan kaki ketua bank cabang yaitu Angga bersama beberapa bawahnya. Dia terkejut melihat Managernya babak belur.


"Ada apa ini? Kamu kenapa Bisma?" tanya Angga penasaran.


"Pak, mereka menganiaya ku. Aku sudah mengatakan kalau tidak bisa memberikan pinjaman ke Nona Sifa dan sudah memberikan penjelasan. Tapi suaminya malah tidak terima dan malah menganiaya ku pak. Pak tolong blacklist nama Nona Sifa agar tidak ada bank yang mau memberikan pinjaman, Sebagai hukuman karena sudah melakukan kekerasan." Jelas Bisma yang memutar balikkan kebenaran.


" Keterlaluan. Baiklah aku akan segera menghubungi polisi saat ini juga dan langsung blacklist, biar kalian tidak bertindak sembarangan." Ancam Angga.


Dengan sombong Bisma tersenyum licik karena mendapatkan dukungan. Namun hal itu tidak membuat Vin takut. Vin berjalan mendekati Bisma dan melayangkan satu tinjau yang sangat keras.


"Jangan mengancam, kamu pikir kamu siapa? berani mengancam." Saut Angga.


Vin menghampiri Angga yang berdiri dengan angkuhnya. Vin menatap Angga sambi melipat kedua tangannya dan memperhatikan Angga sambil menyeringai.


"Setelah hari ini kamu tidak perlu lagi bekerja di kantor ini lagi. Karena hari ini kamu juga akan dipecat," ucap Vin dengan santai.

__ADS_1


"Kau-" Angga menunjuk Vin dengan penuh kemarahan. Lalu tiba-tiba tertawa dan yang lain pun ikut menertawakan Vin.


"Kau ingin memecat ku? Coba saja kalau kamu bisa. Asal kamu tau tidak ada yang bisa memecat ku. Aku disini sebagai ketua cabang. Tidak ada yang bisa memecat ku kecuali-" Ucapan Angga terhenti saat mendapati Romeo tiba-tiba masuk.


Angga dan yang lain terkejut, karena ketua dari bank utama tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan. Mereka langsung menyapa Romeo namun sayangnya sapaan Angga dan yang lain tidak di gubris. Romeo langsung menghampiri Vin, kerena tujuannya datang memang untuk menemui Vindra.


'Apa ini? bagaimana bisa tuan Romeo mengacuhkan kami dan malah menghampiri pria brengsek itu.'Gumam Angga. Tebakan Angga pun membuat dirinya langsung membatu, jika benar apa yang ada dipikirannya, berarti Angga dan yang lain sudah membuat masalah besar dan akan membuat bos besar tersebut marah.


"Maafkan aku atas kejadian kemarin, bukan maksudku untuk menyinggung mu. Aku benar-benar menyesal dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu tuan. Sebenarnya aku datang kemari karena ingin mencari mu dan kebetulan Susi memberitahu kalau tuan ada disini jadi aku langsung kesini untuk menemui mu." Ungkap Romeo dan Vin tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Kalau boleh tau apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Romeo sambil memperhatikan sekitar.


"Manager Bank ini sudah bersikap tidak sopan juga sudah melakukan penganiayaan terhadap wanita. Aku menghajarnya karena dia sudah berani menyakiti istriku dan lebih parahnya dia menganggap istriku wanita murahan yang mau melayani mereka hanya untuk mendapatkan pinjaman. Bahkan dia juga sudah memutar balikan fakta seolah aku yang salah. Aku tidak bisa terima siapapun merendahkan istriku." Jelas Vin dengan nada tinggi penuh kemarahan. Bisma dan Angga hanya tertunduk tak bisa melawan.


"Maafkan aku tuan, atas apa yang mereka lakukan. Aku janji kejadian ini tidak akan terulang lagi." Dengan rasa menyesal Romeo pun minta maaf pada Vin. Setelah itu Romeo mendekati kedua bawahnya yang masih tertunduk dan langsung menghajarnya menggunakan tangannya sendiri dan mematahkan kedua kaki mereka.


"Ini sebagai pelajaran untuk kalian yang berani memanfaatkan kedudukan untuk hal menjijikkan seperti yang kalian lakukan dan mulai detik ini kalian semua aku pecat. Aku tidak butuh Orang-orang seperti kalian ini untuk menduduki posisi di bank cabang. Cepat pergi dari sini sekarang juga!" Perintah Romeo.

__ADS_1


Angga dan Bisma terpaksa keluar, namun mereka keluar dengan membawa dendam dan berjanji akan membuat perhitungan dengan Vin.


To Be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2