Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 73. Penghinaan di mall


__ADS_3

Setelah pertengkaran malam itu, mereka tidur terpisah. Saat pagi vin ingin segera pergi lebih awal agar tidak bertemu dengan istrinya.


Tanpa sengaja Vin melihat ibu mertuanya yang tengah berdiskusi melalui telepon membahas beberapa beberapa resep. Namun Vin tak perduli dan memilih segera pergi begitu saja.


Sesampainya di klinik. Vin segera masuk ke dalam rumah yang ada di belakang klinik dan di sana, dan di sana dia melihat Dokter Wisnu dan dokter Lin yang baru selesai sarapan masakan yang dibuat Lusiana.


"Kak Vin, Kamu sudah datang. Sudah sarapan belum? Kemarilah bergabung dan sarapan bersama," ucap Lusiana sambil tersenyum.


Wisnu dan Lin nampak terkejut melihat kedatangan Vin yang lebih awal. Mereka segera meninggalkan meja makan dan membiarkan Vin untuk sarapan dan dilayani Lusi.


Setelah mencicipi Makanan buatan Lusi, Vin langsung memujinya.


"Eemm... Sarapan ini enak sekali." Puji Vin, membuat Lusi tersipu malu.


"Aku belajar masak waktu masih sekolah, dan aku sering membuat sarapan sendiri daripada membeli di luar." Jelas Lusiana.


Vin merasa, dengan menempatkan Lusiana menjadi sekertaris pribadi Dewi. Vin yakin Lusi kelak bisa di andalkan untuk mengambil alih perusahaan Star kedepannya.


Sambil sarapan, Vin memperhatikan penampilan Lusiana yang sederhana. Beberapa kali Vin melihatnya menggunakan pakaian yang sama. Vin paham benar situasi yang saat ini di alami Lusi. Karena kecelakaan itu Lusiana tidak bisa bekerja dan harus duduk di kursi roda selama beberapa tahun. Uang kompensasi kecelakaan pun sudah habis untuk biaya. Hal tersebut membuat Lusiana saat ini mengalami kesulitan bahkan hanya untuk membeli pakaian yang baru.


Setelah selesai sarapan Vin mengajak Lusiana pergi ke mall untuk membeli pakaian yang bagus dengan alasan agar kesan pertama saat bekerja akan lebih baik.


Awalnya Lusiana menolak namun pada akhirnya menerima ajakan vin karena alasan yang telat.


Mereka pun akhirnya pergi menuju salah satu mall di antar Romi. Sesampainya di salah satu Mall, mereka masuk bertiga. Mereka mencari toko yang menjual pakaian wanita.

__ADS_1


Setelah berkeliling, Lusi tertuju pada salah satu galeri pakaian yang ada tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Bisakah kita masuk ke dalam sana? Sepertinya ada pakaian yang cocok untukku," ucap Lusi sambil menunjuk salah satu toko.


"Kamu Ingin ke sana? Baiklah kita kan pergi ke sana. Aku harap kali ini ada yang cocok denganmu." Vin pun menyetujui ajakan Lusiana.


"Maafkan aku, gara-gara aku kalian harus ikut berkeliling dari tadi."


"Santai saja, tuan Vin ingin membelikan pakaian sebagai hadiah untuk mu. Tentu saja dia akan mengikutimu sampai kamu menemukan pakaian yang cocok," Saut Romi.


Mereka segera masuk ke dalam toko dan melihat-lihat pakaian yang di gantung rapi. Lusiana melihat-lihat sampai akhirnya satu setelan yang membuatnya tertarik.


"Apakah kamu Lusiana?" tanya seseorang dari belakang.


"Riana! Apakah kamu benar-benar Riana? Sudah lama kita tidak pernah bertemu...." tanya balik Lusiana.


Vin yang sedang memainkan ponselnya langsung mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang barusan disebut namanya oleh Lusiana. Vin langsung mengenali Riana yang merupakan sahabat Regina. Wanita yang sudah menginjak-injak harga dirinya saat meminjam uang tempo dulu untuk pengobatan ibunya.


Sudah lama mereka tidak bertemu dan berharap tidak akan pernah bertemu dengan Riana. Namun siapa sangka kau saat ini dia menunjukkan wajahnya dihadapan Vin. Ingin sekali Vin membalaskan rasa sakit hati itu. Akan tetapi mendengar Lusiana mengenal Riana, membuat Vin mengurungkan niatnya dan memilih diam.


"Ya. Lama tidak bertemu." Jawab Riana dengan dingin.


Lusiana dan Riana seperti berteman saat sekolah, Namun Riana menyimpan kebencian saat Lusiana menggeser posisinya menjadi wanita paling cantik di sekolah. Kebencian itu masih di pendamnya selama bertahun-tahun, sampai akhirnya mereka di pertemuan kembali.


Karena merasa bahagia, Lusiana segera mengenalkan Riana pada Vin.

__ADS_1


"Kak Vin, kenalkan ini Riana teman sekolah," ucap Lusiana.


Riana terkejut melihat ada Vin bersama Lusiana. Riana sempat kuatir kalau Vin akan belas dendam, namun saat dia ingat saat ini Vin sedang menginjak kawasan miliknya membuat Riana tenang, karena dirinyalah yang berkuasa saat ini.


"Vindra, apa kabar. Aku harap kehidupanmu lebih baik sekarang." Sapa Riana dengan dingin.


"Kalian! Kalian sudah saling kenal?" tanya Lusiana yang terkejut.


"Ya, aku mengenalnya, kita teman lama." Jawab Vin.


"Siapa yang ku bilang teman lama?" tanya Riana menghina. " Kamu tidak layak untuk menjadi teman lamaku. "Imbuhnya.


Vin mengerutkan keningnya, mendapati sikap Riana yang tidak berubah.


"Bagiamana kehidupanmu setelah ditinggal Regina? Oh... Aku sekarang kamu mencari Lusiana untuk bertahan hidup. Kalian berdua memang cocok, yang satu pria dengan banyak hutang dan yang satu wanita yang hampir cacat. Ha... ha...." Riana tertawa puas, setelah berhasil menghina Vin dan Lusiana.


"Oya, bagaimana dengan keadaan ibu angkat mu. Apa dia sudah mati, karena kamu tidak bisa mencari biaya rumah sakit?" Riana terus memojokkan Vin.


"Riana, apakah ini kualitas yang kamu miliki? Merendahkan orang lain dengan seenaknya?" tanya Lusiana dengan marah.


"Iya, inilah aku, dan kualitas ku memang lebih rendah dari kamu, tapi aku masih memiliki orang tua utuh dan juga aku masih normal, tidak ada kecacatan otot. Selain itu Aku menghasilkan banyak uang dalam setahun, sedangkan kalian, Apakan kalian memiliki banyak uang? Aku rasa tidak. Karena kalian berdua memanglah sama-sama miskin." Hina Riana sambil melipat kedua tangannya di dada, sambil menunjuk kesombongannya.


Mendengarkan perkataan Riana, para pramuniaga pun satu persatu pergi, karena merasa percuma melayani orang miskin seperti Vin dan Riana.


To be continued, ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2