
Jimmy Berjabat tangan dengan sopan, namun dari tatapan Jimmy terlihat jelas kalau ia tidak terlalu menyukai Vin. Jimmy berfikir Vin masih terlalu muda untuk menjadi seorang dokter dan Jimmy pun masih meragukan kemampuannya yang mampu menyembuhkan pasien. Selain itu Jimmy juga berfikir karena Romeo dan Dewi terlalu terobsesi ingin memiliki anak, jadinya mereka dengan mudah di tipu oleh pria yang ada didepannya. Namun Jimmy masih tenang untuk memastikan.
"Oya Vin, akhir-akhir ini Tuan Jimmy mengalami masalah kesehatan. Aku ingin kamu memeriksanya dan bisakah kamu membantunya agar dia bisa segera sembuh. Tenang saja, untuk masalah uang tuan Jimmy memiliki banyak uang," ucap Romeo yang duduk disamping Jimmy.
Jimmy tertawa mendengar ucapan Romeo dan ia pun tak yakin kalau Pria yang ada di depannya bisa mengobati.
" Nyeri leher belakang, sakit pinggang dan juga kram kaki, itu akibat karena aku terlalu lama duduk dan penyakit jantung ini juga di dapat pasca kecelakaan," Saut Jimmy.
"Vin, coba periksa dan beritahu padanya kalau kamu bisa mengobatinya."
Jimmy tak punya pilihan, selain membiarkan Vin memeriksanya dan ingin melihat apa yang akan dia katakan.
Vin memegang telapak tangan Jimmy, Terlintas dalam penglihatannya. Jimmy di selimuti bayangan hitam. Sebuah kejadian yang akan terjadi, sesak nafas, kecelakaan, dan darah yang mengalir dari kepalanya. Vin berusaha mencari sumbernya dan menemukan semua roh jahat itu ada di tangan kiri Jimmy yang saat ini tengah memegang kunci mobil. Bayangan hitam pun mengelilingi kunci tersebut.
"Tuan Jimmy, tubuh anda di selimuti bayangan hitam yang tak lain adalah roh jahat." ucap Vin singkat.
" Kalau perkiraanku benar nyawa tuan sedang dalam bahaya. Tidak hanya tuan tapi juga seluruh keluarga tuan saat ini juga dalam bahaya," imbuh Vin memperingatkan.
Mendengar hal itu, Romeo dan Dewi terkejut, bukannya mendiagnosis penyakitnya tapi Vin malah membahas tentang hal magis. Namun mereka pun masih percaya dengan apa yang dikatakan Vin.
"Benarkah? Apakah aku ini sangat jahat, sampai roh jahat mengelilingiku?" tanya Jimmy menyindir.
"Dari sanalah Roh jahat mengelilingi mu. " Vin menunjuk kunci mobil milik Jimmy.
Sesuai dengan apa yang ada dalam penglihatannya. Sumber dari roh jahat muncul dan menyelimuti Tuan Jimmy berasal dari kunci mobil miliknya.
"Kunci mobil?" Jimmy memperhatikan kunci mobil miliknya dengan menggantungnya. Romeo dan Dewi pun ikut serta melihat, namun tak merasa ada keanehan.
"Omong kosong. Apa yang kamu bicarakan? Sakit leher belakang, kram kaki dan sakit punggung itu murni penyakit fisik, tidak ada hubungannya dengan kunci mobil. Jangan pikir aku bodoh dan percaya dengan hal seperti itu."
Vin masih santai dan masih mengatakan hal yang sama. "Kunci mobilmu. Ah tidak. Tepatnya mobil milikmu lah yang membawa aura jahat yang akan membuatmu celaka." Jelas Vin lagi.
__ADS_1
"Tuan Romeo, Nona Dewi sepertinya adik angkat kalian sedang melawak dengan bicara omong kosong." Jimmy benar-benar tidak percaya dengan kata-kata Vin dan yang Malah membuat dirinya sangat kesal.
"Tuan Jimmy, saudara angkat saya tidak mungkin berbohong. Aku harap tuan Jimmy mau percaya dengan kata-kata Vin." Dewi masih berusaha meyakinkan Tuan Jimmy untuk percaya.
"Tuan Jimmy! Apakah mobil tuan pernah di bawa ke kuburan?"
"Tidak! Mobilku itu merupakan mobil baru dan belum pernah aku bawa ke kuburan."
Vin menyernyitkan keningnya. Dia masih yakin jika sumber dari aura jahat itu dari mobil miliknya.
"Tuan Jimmy bolehkah aku melihat mobil anda untuk memastikan."
"Tidak. Tidak akan ada masalah dengan mobil, begitu juga denganku. Tidak akan ada yang akan celaka."
Jimmy tidak percaya dengan semua kata-kata yang di ucapkan Vin dengan serius. Jimmy menganggap semua konyol. Tapi disisi lain Romeo dan Dewi mempercayai Vin dan yakin kalau apa yang di katakan Vin itu ada penjelasannya.
"Tuan Jimmy, lebih baik tuan percaya dengan kata-kata Vindra. Mungkin bawahanmu, keluarga atau kerabatmu pernah membawa mobilmu pergi ke kuburan tanpa sepengetahuan mu." Romeo masih berusaha untuk menyakinkan.
"Tapi akar permasalahannya ada dimobil tersebut," saut Vin sembil mengerutkan kening.
"Cukup!"
Jimmy berteriak dengan keras, penuh emosi. "Jika kamu tidak belajar dari muda, apakah kamu akan pura-pura jadi hantu? Kamu bisa berbohong pada Romeo dan juga Dewi. Tapi kamu tidak akan bisa membohongiku."
"Maaf, Romeo, Dewi. Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa di lain kesempatan." Setelah bicara, Jimmy pun mengambil kunci mobilku lalu pergi.
Jimmy benar-benar tidak percaya dengan semua perkataan Vin dan menganggap Vin hanyalah seorang penipu. Jika tidak memandang Romeo sebagai kerabat. Saat ini Jimmy sudah pasti sudah menghubungi polisi untuk menangkapnya dan mengintrogasi siapa saya yang sudah di tipunya.
Jimmy pun memastikan akan mencari klinik Vindra dan memeriksanya, agar kliniknya tidak menjadi kedok penipuannya.
"Tuan Jimmy! Tuan Jimmy!" Panggil Romeo yang berusaha menahannya.
__ADS_1
"Tuan Jimmy tolong jangan pergi. Percayalah, Vindra tidak akan membohongimu." Romeo masih berusaha menahan tuan Jimmy untuk tidak pergi.
Jimmy mendengus dingin.
"Aku sarankan kamu untuk menghindari diri dari penipu itu. Jika tidak kamu akan terus ditipunya." Jimmy pun memarahi Romeo dan Dewi.
Vin segera mengejar Jimmy ,
dan melihat Jimmy menghampiri mobilnya. Vin melihat Mobil milik Tuan Jimmy benar-benar di selimuti kegelapan.
"Vin yang melihat jika tuan Jimmy tetap pergi, dia akan mendapat celaka. Dan Vin berusaha untuk menyelamatkannya.
"Tuan Jimmy, aku harap tuan tidak pergi sekarang atau tuan akan menghadapi masalah." cegah Vin namun tidak di gubris Jimmy dan malah melambaikan tangan untuk perpisahan dan segera menyalakan mobil untuk segera pergi.
Vin segera mengeluarkan sebuah jimat dan meminta Romeo memberikan jimat itu kepada Jimmy.
" Kak, tolong berikan jimat ini padanya dan pastikan dia menerimanya. Jika tidak maka kematian menunggunya hari ini."
"Mendengar penjelasan Vin, Romeo buru-buru mengejar Jimmy dan memberikan jimat itu.
Tak lama Romeo pun kembali dengan ngos-ngosan.
"Aku sudah memberikannya. Dia benar-benar lelaki tua yang keras kepala yang tidak mau mendengarkan penjelasan dariku. Tak ada pilihan lain selain menyelinapkan jimat itu ke dalam saku miliknya." Jelas Romeo dengan nafas tersengal-sengal.
"Apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Dewi dengan suara rendah hanya untuk meyakinkan.
Vin hanya bisa menghela nafas dan memasukkan kedua tangannya di saku dan menjawabnya dengan ringan.
" Aku harap dia bisa bertahan..." jawab Vin yang tak punya kendali lagi untuk membantu tuan Jimmy yang saat ini sudah jauh dari jangkauannya.
To be continued ☺️☺️☺️
__ADS_1