Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 197. Kedatangan kelompok berbaju hitam


__ADS_3

Ben dan yang lain dengan cepat mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang yang bisa membantu menangani Vindra.


Sedangkan di luar Vindra sedang memakan buah anggur sambil menunggu dengan santai.


"Tuan Vindra, meskipun Glenn bukan dari kota ini, tapi dia memiliki banyak teman yang kuat. Apakah kamu ingin aku memanggil seseorang?" tanya Marcel saat mendekati dengan tongkatnya.


Apa yang dilakukan Vindra barusan membuat Marcel menjadi antusias untuk mengumpulkan orang-orang dan membuat pertunjukan yang hebat, dan jika Glenn kalah maka statusnya sebagai tuan muda yang jahat di kota SB semakin meningkat dan itu akan membuat dirinya setenar Raditya Santoso.


Dara memukul kepala Marcel, " Jangan khawatirkan dengan kekacauan ini. Tidak bisakah kamu melihat akan ada kekacauan besar hari ini?"


"Kekacauan apa yang bisa dilakukan Glenn? Ketika tuan muda Tritan datang dia tidak akan bisa membuat masalah," jawab Marcel. "Tuan Vindra, apakah kamu ingin memanggil paman Dominic?"


Dara yang lebih dewasa kembali memukul kepala Marcel." Keluarga Glenn memang tidak memiliki pengaruh di kota SB tapi kakeknya merupakan ketua Redblack di kota M. Kamu tahu kan apa yang akan terjadi jika Ketua masih-masing Redblack mengalami konflik?"


"Tidak perlu memanggil siapapun." Jawab Vin sambil tersenyum tipis." Melawan Glenn tidak perlu bantuan orang lain, aku bisa mematahkan tangan dan kakinya bahkan membunuhnya jika aku mau."


Marcel langsung mengacungkan jempolnya." Tuan Vindra memang luar biasa."


Dara hanya mengangguk dan tidak menyarankan apapun. Meskipun dari baru bertemu beberapa kali, tapi dia sudah bisa memahami karakter Vindra dan dia sudah memutuskan akan melakukan apapun yang diperintahkan.


Kurang dari tiga puluh menit, Puluhan mobil datang ke parkiran Club house dan menderu dengan penuh kesombongan.

__ADS_1


Mereka semua adalah teman Glenn dan memiliki kerjasama dengan Ben, dan mereka juga memiliki beberapa masalah lainnya. Semua bergegas datang untuk membantu Glenn.


Beberapa dari mereka masih membawa wanita cantik untuk menyaksikan akting mereka.


Mereka segera mengepung Vindra dan Marcel dengan agresif. Beberapa dari mereka agak tidak asing dengan Marcel namun melihat penampilan Marcel yang di balut perban, kakinya yang patah, membuat mereka tidak bisa mengenali untuk sementara waktu.


Begitu melihat banyak yang mendukung dirinya, Glenn menjadi bangga dan kesombongannya muncul kembali. Dia segera melambaikan tangan mengapa semuanya." Halo semuanya."


"Halo tuan muda Glenn." Jawab mereka dengan serempak.


Kemudian Glenn menatap Vindra dan Marcel." Vindra aku memberi kamu satu kesempatan terakhir. Cepat berlutut dan mengakui kesalahan mu, patahkan kedua kakimu, kirim Tiffani ke tempat tidur ku, dan aku akan membiarkan kamu pergi."


"Vindra aku beritahu kamu..." Glenn bicara dengan penuh emosi. "Jangan bicara sombong di depanku, Marcel tidak akan bisa melindungi mu. Tiger Wang juga tidak akan bisa melindungi mu."


Marcel menggantung rokoknya. "Dasar bodoh, apa kamu tidak tahu jika Vindra yang melindungi aku?"


Vindra tidak peduli dengan ancaman Glenn, dia berbalik menekan." Glenn aku yakin dua kakimu dan dua tanganmu yang akan menjadi korban."


Glenn tersenyum dengan marah. "Kamu akan segera tahu jika kamu sudah berani menyinggungku.


Vindra mencibir, "Bukankah aku hanya memukulku dengan dua botol anggur?"

__ADS_1


"Bajingan, kamu masih berani sombong."


Ben mengguncang tubuhnya dan berteriak, "Sebentar lagi sepupuku akan datang, aku harap kamu akan melihatnya dengan ketakutan."


Vindra tersenyum." Benarkah? Aku pikir sepupu kamu yang akan mengecewakan kamu."


Pada saat ini puluhan mobil Lincoln belaju menembus kerumunan dan memarkirkan mobilnya di dekat mobil Glenn. Pintu mobil di banting dan puluhan pria berpakaian hitam muncul. Aura mereka mengalahkan Glenn dan yang lainnya.


Tak lama pria paruh baya kuat dari mobil, dia mengenakan setelan jas berwarna merah, dan dia tak lain adalah Steven. Dia memimpin kelompok yang berpakaian hitam dengan aura yang kuat.


"Sepupu kamu disini."


Sebelum Steven bisa mengunci Vindra. Ben menyambutnya dengan mata berbinar. " Sepupu, dia ada disini, pria yang mencoba memprovokasi kami dan menyakiti aku dan tuan Glenn. Dia sangat arogan dan tidak hanya memaksa kami memanggil seseorang tapi juga menghancurkan aku dan tuan Glenn. Aku sudah mengatakan bahwa sepupuku adalah Steven Rapunzel tapi dia malah mencibir," ucap Ben yang menambah bara api kemarahan.


Melihat kedatangan Steven, Glenn lebih percaya diri. Kemudian menatap Vindra dengan arogan. "Kamu sudah berakhir."


Mendengar penjelasan Ben, Steven segera menembakkan cahaya dingin di matanya dan mencibir. "Bajingan mana yang memperlakukan kamu seperti ini? apakah dia tidak ingin hidup lagi?"


"Aku." Vindra muncul dengan tangan di punggungnya. " Apa kamu punya sesuatu untuk di katakan?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2