
Vin di bawa ke kantor polisi bersama dengan rekan-rekannya. Sesampainya di kantor polisi, Vin dibawa ke ruang interogasi.
Joko dan Phiton menyalakan lampu yang awalnya gelap dan mereka duduk di atas meja sebelum mulai interogasi.
"Nama? Darimana kamu mendapatkan uang untuk membuka klinik? Berapa lama kamu belajar ilmu medis secara ilegal? Berapa banyak pasien yang kamu rawat? Berapa banyak uang yang kamu dapat dari trik tipu yang kamu gunakan?" cecar Joko saat interogasi.
Keduanya meneriaki Vin dan berharap menjawab semua pertanyaannya agar mereka punya cukup bukti untuk menjebloskan Vin ke penjara.
Namun Vin dengan santai memejamkan mata dan menyadarkan punggungnya di sandaran kursi. Mengabaikan semua pertanyaan mereka dan tak ingin menjawabnya sama sekali.
Brakkk...
"Jangan pikir dengan kamu diam, kami tidak bisa menemukan bukti apapun." Joko menggebrak meja penuh amarah.
"Aku beri satu kesempatan untuk mu. Lebih baik kamu jawab pertanyaan kami. Setidaknya itu mengurangi hukuman yang akan kamu dapat. Jadi lebih baik kerja samanya dan segera jawab."
" Dengar jika kamu tidak mau mengaku, tidak hanya kamu tapi keluarga mu juga akan malu. Ingat kamu hanyalah seorang menantu. Jika mertuamu tau, mereka pasti akan mencabik-cabik kamu."
Kedua petugas itu berusaha membujuk Vin dengan cara halus maupun kasar untuk mendapatkan bukti akan kejahatan yang dilakukan Vin.
Namun sayangnya Vin sama sekali tidak menanggapi. Membuat mereka sangat geram.
"Brengsek, Sikap apa yang kamu tunjukkan ini? Jangan salahkan aku kalau aku akan menghajarmu." Bentak Joko.
Tepat di saat Joko mengeluarkan ikat pinggangnya untuk menghajar Vin, tiba-tiba pintu di ketuk dan salah satu bawahan Joko muncul memberikan informasi.
__ADS_1
"Pak, identitas rekan Vindra sudah di ketahui."
"Coba jelaskan situasinya. Aku ingin dia mendengar baik-baik."
"Pak... pria yang menguras septic tank itu bernama Black. Dia merupakan ketua gangster besar yang memiliki banyak bawahan.
Orang yang mengambil obat itu bernama Billy, putra dari dokter Lin.
Pria yang mengangkat batu bata itu Andre, anak pemilik perusahaan obat yang cukup terkenal.
Laki-laki yang membawa kotak makan itu adalah Gilon, manajer umum Shipping Of Five grup.
Yang terakhir yang menghadang di pintu utama, dia adalah Robi yang saat ini menjadi ketua kelompok pesco." Jelas bawahan tersebut.
Joko dan Phiton yang awalnya tenang perlahan mulai goyah. Bagiamana mungkin seorang Vindra memiliki koneksi yang cukup kuat.
"Apa yang kami takutkan? kami menjalankan tugas sesuai hukum" jawab Joko dengan tenang dan memarahi bawahannya. Joko pun mulai tidak yakin dengan pria yang dia tangkap.
Joko menatap Phiton si penghasut dengan ekspresi kesal. Begitu juga dengan Phiton yang ingin mengutuki sepupunya atas laporannya. Jika Vin adalah seorang menantu, bagaimana dia bisa mempekerjakan seseorang yang memiliki kekuasaan untuk merenovasi klinik.
"Apa kamu menyesal membawaku kemari, sekarang?" tanya Vin sambil membuka matanya dan menatap Joko dan Phiton dengan mencibir, seakan apa yang mereka lakukan seperti sebuah lelucon dan pertunjukan sebenarnya baru saja di mulai.
"Jangan kamu pikir, dengan kamu mengenal mereka semua, kamu bisa pergi dari sini dengan tenang. Jika kamu benar melakukan pengobatan secara ilegal dan saat ini kamu jatuh ke tangan kami. Maka tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kamu!" pertegas Phiton.
Braakkk....
__ADS_1
"Lebih baik kamu jujur sekarang, atau kamu akan menyesal." Bentak Joko memaksa sambil menggebrak meja. Joko yakin, selama apa yang dilakukannya benar. Bahkan orang kaya seperti mereka tidak akan bisa menggangunya.
Vin tersenyum tipis," Pengobatan ilegal dari mana? Apa otakmu masih berfungsi?" jawab Vin dan Phiton langsung mengerutkan keningnya. Phiton ingat jika semuanya sudah ada sertifikatnya dan apa yang di tuduhkan berbanding balik.
"Pak... "seorang petugas wanita tiba-tiba muncul dengan penuh ke kekuatiran.
"Seseorang yang bernama Jimmy baru saja menelpon dan menanyakan kondisi Vin dan dia juga meminta untuk membebaskannya. Namun saya menolak, tapi dia mengancam akan menghancurkan tempat ini." jelasnya.
"Aku sudah memeriksanya dan ternyata tuan Jimmy ini dari departemen kesehatan." imbuhnya.
"Maksudmu Jimmy wiston lagi?" tanya Joko sambil mengerutkan keningnya. Karena dialah yang mengangkat telepon di awal.
"Apa, Jimmy Wiston?" tanya Phiton dengan terkejut.
Phiton mengenal betul siapa Jimmy, dia memiliki kekuasaan lebih tinggi di banding dirinya. Menyinggungnya itu berarti menghancurkan karirnya sendiri. Phiton menatap Vin dan bertanya-tanya, bagaimana seorang dokter kecil memiliki koneksi begitu besar.
Tiba-tiba pintu di tendang dengan arogan dan muncullah sosok Jimmy wiston bersama adiknya Gion wiston. dengan Aura pembunuh.
Joko dan Phiton segera menyapa mereka dengan gemetar, "Tuan Jimmy kenapa anda disini?" tanya mereka.
Jimmy menendang mereka berdua hingga tersungkur, lalu menghampiri Vin dan memegang tangannya. " "Tuan Vin, akhirnya kita bisa bertemu kembali. Terimakasih tuan, kamu sudah menyelamatkan hidupku. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri aku akan membalas semua kebaikanmu," ucap Jimmy dengan penuh semangat.
"Bisakah kamu membantuku sekali lagi, untuk melihatnya?" Jimmy mengeluarkan kunci mobil miliknya dan menyerahkannya kepada Vin.
"Tuan Jimmy maaf, Surat yang di keluarkan oleh departemen kesehatan itu kurang valid dan sekarang aku akan masuk penjara karena tuduhan praktek medis secara ilegal." Jelas Vin menolak, membuat Jimmy marah dan langsung menarik kerah Phiton dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Siapa yang memberimu izin untuk menuduh tuan Vindra tanpa bukti. Hari ini aku akan minta penjelasan padamu. Atau kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal hari ini juga." Ancam Jimmy membuat Phiton bergetar dan sekali tinjuan Jimmy melayang, Phiton pun langsung pingsan di tempat.
To be continued ☺️☺️☺️