Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 56. Menyelamatkan Ambar


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Vin merasa tidak enak badan dan mengatakan kepada Sifa jika dirinya akan beristirahat selama beberapa hari.


"Ini obatnya. Jangan lupa di minum dan istirahat yang cukup. Aku akan memberitahu mama dan papa agar tidak menggangu mu saat ini. Sekarang aku harus pergi bekerja, Aku harap setelah aku kembali kamu sudah membaik," ucap Sifa dengan dingin.


"Terimakasih, Aku hanya butuh istirahat seharian dan aku pastikan setelah kamu kembali aku sudah sembuh." jawab Vin.


Sifa pun segera meninggalkan Vin agar bisa istirahat dirumah. Sifa menyadari jika Vin juga manusia biasa yang bisa sakit kapan saja. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan selain membiarkannya istirahat.


Namun tak lama kemudian, Dering ponsel mengusik ketenangan Vin saat hendak istirahat. Vin meraih ponselnya dan memastikan siapa yang sudah menghubungi dirinya dan ternyata itu adalah paman Dom.


"Paman Dom. Untuk apa dia menghubungiku? Apa ada sesuatu yang penting?" Gumam Vin sebelum akhirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan itu.


"Halo paman." Sapa Vin dan paman Dom pun membalas sapaan Vin sebelum bicara pada intinya.


"Tuan Vin, maaf jika aku mengganggumu. Aku hanya ingin menyampaikan kabar dari salah satu bawahanku mengenai Nyonya Ambar," ucap paman Dom dan seketika membuat Vin panik.

__ADS_1


Mendengar nama Ambar, Vin pun langsung bertanya balik dengan tidak sabar." Ada apa dengan nyonya Ambar? apa terjadi sesuatu padanya? katakan padaku paman! Aku tidak ingin hal buruk menimpanya."


" Sabar tuan Vin. Aku mendapatkan informasi kalau Seseorang sudah merencanakan untuk membunuh nyonya Ambar. Sebelumny pembunuh bayaran Fendi dan Mayang yang mereka perintahkan untuk membunuh nyonya Ambar namun gagal. Mereka masih punya dia teman lainnya yang tak kalah kuatnya yaitu Karan dan Karina dia memiliki banyak bawah yang sangat kuat. Aku hanya ingin memberitahumu dan aku harap kamu tidak usah ikut campur tuan. Aku yakin nyonya Ambar pasti baik-baik saja karena di belakang nyonya Ambar banyak orang-orang kuat yang melindunginya." jelas Dom yang juga tak ingin ikut campur urusan Ambar.


"Dimana keberadaan mereka paman?" tanya Vin yang tidak menggubris peringatan Dom.


"Tuan Vin lebih baik tidak usah ikut campur, mereka terlalu hebat dan itu bisa membahayakan nyawa tuan Vin." Cegah paman Dom namun malah membuat Vin murka.


Vindra tetap memaksa paman Dom untuk memberitahu keberadaan Karan dan Kirana. Setelah paman Dom memberitahu Vin segera beranjak dari ranjang dan bersiap pergi ke perusahaan Ambar untuk menyelamatkannya.


Vin segera pergi keperusahan Ambar. Selama perjalanan Vin berusaha menghubungi Ambar.


"Ada apa tuan Vin?" tanya Ambar saat mengangkat panggilan dari Vin.


"Kamu ada dimana? Apa kamu tidak tau kalau ada orang yang mengincar nyawamu? Kamu harus hati-hati dan selalu waspada, aku akan segera datang untuk membantumu," Ucap Vin dengan panik. Namun Ambar menanggapinya dengan santai saja.

__ADS_1


"Tuan Vin tidak perlu kuatir, sebentar lagi Bibi sepupu yang merupakan kepala keamanan akan segera datang untuk melindungi ku. Terimakasih tuan sudah memperhatikan keselamatan ku,"ucap Ambar bahagia. Tak lama suara tembakan mengejutkan.


Dor...


Dor...


Tiba-tiba terdengar suara tembakan itu terdengar berulang kali.


"Nyonya Ambar apa yang terjadi? Nyonya baik-baik saja kan. Halo nyonya tolong jawab. Nyonya baik-baik saja kan." Panggil Vin berulang kali namun tak ada jawaban dari Ambar, membuat Vin semakin panik.


Vin segera melajukan mobilnya secepat mungkin agar bisa segera sampai ke perusahaan. Tak lama kemudian Vin pun sampai perusahaan dan dengan buru-buru ingin mencari keberadaan Ambar.


Sesampainya di perusahaan Ambar, tak sengaja Vin bertemu dengan Romi dan Vin segera menanyakan keberadaan Ambar dan Romi memberitahu kalau nyonya amane ada dilantai paling atas. Vin bergegas ke lantai atas dan diikuti Romi di belakang untuk menyematkan ambar, namun secara tidak sengaja dan terlalu ceroboh Vin terpeleset dan tertimpa tubuh Kirana yang saat itu juga tanpa sengaja ikut terjatuh saat Vin menarik tangannya hingga keduanya terjatuh ke lantai bawahnya dengan cukup nyaring dan itu sangat menyakitkan.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2