Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 68. Formula kecantikan


__ADS_3

Pada akhirnya Tamara dan beberapa orang lainnya yang berada di bawah pimpinan Andre harus bekerja keras membantu Merenovasi Klinik sebagai hukumannya.


Setelah beberapa waktu Robi bekerja dan juga mendapatkan perawatan Vindra, akhirnya Robi pun mendapatkan kesuburan. Tak henti-hentinya Robi berterimakasih pada Vin, karena sudah membantunya.


Begitu juga dengan Billy, setelah mendapatkan pengarahan dari Vin dan membantunya meningkatkan kemampuan. Akhirnya Billy pun bisa membantu Vin. Billy begitu semangat membantu Vin menangani pasien-pasien yang di rawat dengan kemampuannya. Vin sangat senang melihat perkembangan Billy yang cukup pesat.


Saat hendak pergi untuk makan siang, Romi memberitahu kabar buruk pada Vin.


"Tuan, perusahaan farmasi Star mengalami masalah."


Baru selesai bicara Dewi dan Romeo muncul untuk menemui Vin. Vin menyapa mereka dan membawa mereka pergi ke halaman belakang untuk mengobrol.


"Kenapa kalian? Apa ada masalah?" tanya Vin


Romi langsung berlutut di depan Vin." Maafkan aku Tuan Vin."


Vin bergegas membantu Romi berdiri. "Apa yang terjadi? Apa ada masalah besar?"


"Naomi. Ini semua karena Naomi."


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Setelah perusahaan Star memecatnya. Naomi menjual resep perusahaan kita kepada perusahaan pesaing. Sekarang resep unggulan yaitu kecantikan, kesehatan dan juga penyembuhan luka telah diketahui oleh perusahaan farmasi Moon dan mereka sudah menyiapkan strategi untuk mengalahkan farmasi Star."Saut Demi. Walaupun Dewi dan Romeo sudah menyerahkan farmasi tersebut namun mereka masih tidak terlalu yakin dengan Vin.


"Perusahaan Moon merupakan perusahaan farmasi saingan perusahaan Star dan saat ini di pimpin oleh Wiliam. Wiliam selalu ingin menghancurkan perusahaan kita namun Dewi selalu mengalahkannya. Namun sia sangka sekarang dia memanfaatkan Naomi untuk projek besarnya. Dan aku dengar-dengar mereka akan meluncurkan produk mereka dengan harga di bawah harga pasaran hanya untuk menghancurkan perusahaan kita." Imbuh Romeo.


"William. "Vin mengingat-ingat nama itu, yang seperti tak asing di telinganya.


"Jika kita tidak bisa meluncurkan produk baru yang jauh lebih bagus dari resep yang sudah mereka curi. Kemungkinan besar kita akan kalah dan para konsumen pasti akan di ambil oleh perusahaan Moon. Kita tidak bisa menggugat perusahaan Moon dengan mudah, karena kita tidak punya bukti kuat, kecuali bisa menarik Naomi untuk menjelaskan semuanya."


Romi dengan arogan berkata," Aku akan mencarinya dan menyeretnya kembali."


"Tidak perlu. Aku yakin Naomi sudah kabur dengan uang yang dia miliki sekarang dari hasil menjual resep. Walaupun nantinya perusahaan Moon tidak bisa memproduksi, kemungkinan besar akan bocor di perusahaan kecil dan mereka menusuk perusahaan kita dari samping."ucap Vin menurut pemikirannya.


"Saat ini yang ingin aku tanyakan, bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah yang di hadapi perusahaan?" Tanya Vin lagi. Walaupun perusahaan itu dia dapat sebagai hadiah, tapi Vin tidak ingin perusahaan itu bangkrut.


Dewi mengambil cangkirnya dan menyeruput teh hangat itu, lalu ia mulai menjawab pertanyaan Vin.


"Yang pertama yaitu menghentikan perusahaan Moon memproduksi, menghancurkan resepnya, dan menyewa tim hukum untuk mengawasi pemasaran. Tapi sepertinya cara itu sangat mustahil. Karena Wiliam tidak akan memungkinkan menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata. Yang tidak membutuhkan waktu dan energi untuk melakukan penelitian. Kedua, menarik semua produk asli yang ada di rak pasaran dan menggantinya dengan produk baru yang lebih unggul. Itu bisa membuat terkejut dan mungkin mereka angkat tangan karena tidak mampu bersaing. Misalnya di kecantikan, untuk saat ini resep kecantikan itu untuk meremajakan kulit menjadi tidak dua tahun lebih muda dan kita bisa membuat produk yang melebih meningkat seperti agar terlihat lima tahun lebih muda. Aku rasa itu akan meningkat peminat. Cara kedua ini cukup sederhana tapi itu menjadi sangat sulit, karena sudah terlambat jika kita baru melakukan penelitian sekarang, karena mereka mungkin saja sudah memproduksinya." Dewi menghela nafas, memikirkannya saja sudah membuatku pusing kepala.


"Maksudmu, jika kita mengeluarkan produk terbaru yang lebih bagus itu bisa meningkatkan pasaran." Vin pun langsung memikirkan sesuatu.


"Sepertinya aku punya resep yang bisa memberi efek sepuluh kali lebih muda," ucap Vin. Apa yang dikatakan Vin ada dasarnya, semuanya ramuan sudah ada di benaknya dari pengobatan mungkin digabungkan akan menghasilkan resep yang luar biasa.

__ADS_1


Vin menyipitkan mata dan semua resep yang ada didalam buku pengobatan muncul begitu saja. Vin meminta Romi memberikan pena setelah itu dia pun mengambil dari tangan Romi. Vin segera menarik tisu dan mulai menulis beberapa resep yang ada di dalam pikirannya, untuk di jadikan bahan baku nantinya. Vin yakin jika formula itu akan berhasil.


Setelah selesai, Tak lupa Vin memberi nama pada formula tersebut."Putri Malu. Ini nama yang cocok untuk formula kecantikan ini,"ucap Vin lalu menyerahkan catatan formula itu kepada Dewi.


"Ini adalah resep rahasia yang aku buat dan aku yakin ini jauh lebih baik dengan resep sebelumnya. Aku ingin kakak menunjukkan resep ini pada Tuan Ronald untuk di setujui," ucap Vin


"Formula itu jauh lebih baik dan pasti bisa menembus pasaran. Karena efeknya jauh lebih baik dari efek yang dua tahun lebih muda." Tambah Vin lagi untuk menyakinkan mereka.


Romeo nampak ragu, namun dia tidak bisa mengungkapkannya secara blak-blakan tentang keraguannya. " Maksudmu bisa menyapu pasaran?" tanya Romeo sebagai ungkapan keraguan.


Vin mengangguk, " Formula ini bisa membuat kulit sepuluh kali lebih muda." jelas Vin lagi membuat Romeo semakin terkejut. Tapi sayangnya Romeo masih meragukan ucapan Vin. Kerena sangat mustahil untuk bisa memproduksi formula seperti itu. perusahaan teratas saja hanya mampu membuat formula dengan efek lima tahun lebih muda dan itupun melalui penelitian panjang. Bagaimana Vindra bisa membuat resep dalam waktu singkat dan mengatakan efeknya sepuluh tahun lebih muda.


"Putri Malu. Nama yang bagus," ucap Dewi sambil tersenyum pahit, karena sebenarnya dia tidak menyetujuinya.


Sama halnya dengan Suaminya, Dewi sedikit kecewa dengan Vin kali ini dan menganggap Vin bicara omong kosong. Tujuan Dewi datang untuk berdiskusi masalah perusahaan, Vin malah memberikan resep yang sangat mustahil ada. Selain itu Dewi merasa ingin menipu dirinya dengan resep yang tak berguna itu. Namun Dewi tidak mengungkapkannya dia masih menghargai Vin.


"Baiklah aku akan membawa resep ini dan akan menunjukkan pada tuan Ronald dan berharap di setujui untuk di teliti dalam waktu singkat." Dewi pun melipat catatan formula itu lalu memasukkannya kedalam saku. Sebenarnya Dewi tidak ada niatan untuk menunjukkan hal itu kepada pimpinan, namun dia juga tidak ingin menyakiti hati Vin atas penolakannya.


Setelah diskusi, mereka pun pamit dan meninggalkan Vin.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2