Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 78. Sovenir Timah panas


__ADS_3

Vin memperhatikan foto wanita muda tersebut dan merasakan ada aura kemarahan.


"Uang kertas, kain putih, sepatu, dan foto. Bagaimana ini bisa ada di dalam mobilku?" Jimmy shock hingga membuatnya hampir roboh.


"Tuan Jimmy apa kamu mengigat sesuatu?" tanya Vin memastikan.


" Kakak. Aku rasa ini hanyalah para bajingan yang ingin mencari masalah denganmu." Saut Jonathan Wiston, dan Jimmy hanya mengangguk sebelum dia ingat sesuatu.


" Mungkinkah ini penyebabnya aku menabrak mobil jenazah?


"Apa maksud tuan?


" Bulan lalu, aku ingin pergi ke bandara dan saat itu sedang tergesa-gesa dan terhalang mobil jenazah yang ingin ke pemakaman. Karena melewati jalan kecil dan karena Mobel tersebut membuat mobil lain harus berhenti. Tapi karena aku buru-buru dan mengejar klien, akhirnya aku menginjak pedal gas untuk mendahului mobil jenazah, Agar bisa segera pergi dan tidak perlu menunggu. Karena aksiku ini membuat beberapa orang terjatuh karena berusaha menghindari ku. Aku yang terlalu buru-buru segera menjatuhkan uang kertas dan mengabaikan mereka. Seharusnya arwah wanita itu tidak menggangu ku."Jelas Jimmy .


Namun Vin tak terlalu yakin dengan penjelasan Jimmy dan merasa masih ada yang di tutupi. Karena tidak mungkin arwah akan sangat marah kepada Jimmy jika Jimmy tidak melakukan kesalahan fatal.


"Tuan Jimmy, aku merasa masih ada sesuatu yang tuan sembunyikan. Jika tuan ingin aku membantu, lebih baik tuan jujur."


"Uang kertas itu simbol jika tuan telah melakukan kesalahan yang mendatangkan amarah, Jika tuan tidak bersalah, tidak mungkin arwah ini sangat marah. Kain putih ini menunjukkan kalau tuan menakuti rombongan pengantar jenazah.


Sepatu ini menunjukkan jika peti mati itu terjatuh ke tanah hingga membuat sepatu yang terpasang di kaki jenazah terlepas sedangkan foto ini menunjukkan kalau dialah wanita yang ada dalam peti tersebut. Sekarang lebih baik tuan Jimmy jujur apa yang sebenarnya terjadi, agar aku bisa membantu tuan untuk menghilangkan kutukan itu." jelas Vin.


Mendengar kata-kata Vin, membuat Jimmy bergetar dan langsung mengeluarkan keringat dingin. Ia pun akhirnya berkata jujur.


"Tuan, Vin aku mengaku salah. Sebenarnya saat itu melajukan kendaraan cukup cepat hingga aku menerobos iring-iringan pembawa jenazah. Tapi aku bisa pastikan tidak ada yang terluka karena semua bisa menghindar. Aku minta maaf dan mengeluarkan uang dan aku lempar begitu saja dan langsung pergi. Maafkan aku. Aku benar-benar menyesal." Dengan tertunduk Jimmy pun menyesali perbuatannya.


"Jadi tebakanku benar, seharusnya tuan tidak melakukan itu. Saat ada iring-iringan jenazah. Jika berjalan di arah yang sama, tuan bisa memilih berhenti atau memutar balik dan jika berlawanan tuan seharusnya berkendara lebih lamban untuk menghormatinya. Pantas saja mereka marah, karena semua adalah kesalahan tuan dan peti mati itu pasti jatuh ke tanah kan saat mereka mencoba menghindari mobil tuan."


Vin menghela nafas, " Sebenarnya kutukan itu sangat kuat, aku hanya bisa memberi Jimat sementara dan untung saja tuan masih memiliki kesempatan untuk bertemu denganku lagi. Kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada tuan selanjutnya.


Jimmy menggenggam tangan Vin," tuan aku salah, Bagaimana caranya agar aku bisa terlepas dari teror ini? Tolong bantu aku tuan Vin."


"Jangan mengendarai mobil ini lagi!"


"Baiklah, lalu apa lagi yang bisa aku lakukan? Aku sangat tersiksa dan aku takut keluargaku mendapatkan imbasnya.

__ADS_1


"Roh jahat sudah menyebar di seluruh tubuhmu, bahkan akan menyerang anggota keluarga dan juga teman-temanmu. Tak perduli kamu mengendarai mobil tersebut atau tidak. Jalan satu-satunya yaitu minta maaf dan membuat arwah tersebut kembali tenang."


Vin mengumpulkan uang kertas, kain putih, sepatu dan juga Poto tersebut menjadi satu. Vin mengambil lima tetes dari Jimmy Wiston dan memercikkannya ke benda tersebut. Lalu Vin meminta Jimmy membakarnya.


Jimmy bergegas mengambil korek api miliknya dan ingin membakarnya. Namun hal mengejutkan terjadi, Api itu berubah menjadi hijau samar dan uang kertas tersebut tidak bisa terbakar, bagaimana Jimmy berusaha.


"Tuan vin, apa yang terjadi? bagaimana uang kertas ini tidak bisa dibakar?" tanya Jimmy.


Jonathan pun mengernyit, dia tidak percaya takhayul. Ia pun bergegas mengeluarkan korek api miliknya dan ingin membakarnya. Namun sayangnya korek miliknya malah tidak bisa mengeluarkan api. Membuat Jonathan sangat kesal.


Jimmy semakin banyak mengeluarkan keringat dingin dan dia berulang kali berusaha membersihkan keringat yang terus menerus keluar.


Vin bergumam sambil mengusap foto tersebut."Nona saya minta maaf atas perbuatan yang tidak di sengaja oleh saudara saya." Setelah itu, Vin memanggil Billy dan memintanya untuk mengambil jarum akupuntur.


Vin melakukan teknik sembilan akupuntur untuk memecah kekuatan roh jahat hingga membuat roh tersebut menjadi rapuh.


Setelah itu Vin meminta Jimmy untuk kembali membakarnya dan kali ini Jimmy berhasil dan semua benda-benda itu terbakar. Disaat yang sama keluar bayangan hitam dari dalam tubuh Jimmy. Bayangan itu terus berputar dan semakin lama bayangan itu memudar dan secara perlahan menghilang, namun bayangan yang menjerat kakinya tidak bisa menghilang.


Tiba-tiba Jimmy merasakan tubuhnya kembali ringan dan rasa berat di punggungnya yang seperti di timpa beban, sudah terasa ringan. Hal tersebut membuat Jimmy kegirangan.


"Tuan Vin, apakah kutukan itu sudah hilang?"


"Aku mengerti." Jimmy mengangguk dan saat itu juga, pandangan Jimmy Wiston kepada Vindra langsung berubah.


Vin pun memastikan jika mobil Audi milik Jimmy sudah kembali normal dan tidak ada roh jahat yang mengelilingi.


"Tuan, mobilnya sudah tidak ada masalah, tuan bisa memakainya kembali." jelas Vin.


"Tidak." Jimmy melambaikan tangannya tidak mau.


"Aku tidak akan mengendarai mobil ini lagi. Oya sepertinya tuan Vin belum punya mobil. Bagaimana kalau mobil ini untuk tuan Vin saja. " Jimmy langsung memberikan kunci mobil itu ke tangan Vin. "Tuan adalah orang yang hebat, Tuan lah yang pantas mengendarainya.


"Apa ini pantas?"


"Apanya yang tidak pantas? Bahkan jika tuan tidak mau menerimanya, aku pun tidak akan berani menggunakannya." Jawab Jimmy sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Vin mempertanyakan kepantasannya. Kerena mobil tersebut yang memiliki plat nomor yang bisa melewati tempat-tempat penting.


Jimmy pun menepuk pundak Vin," Terima saja." Bagi seorang Jimmy Wiston, mobil Audi bukanlah masalah. Di bisa membeli lebih banyak mobil jika dia inginkan.


"Tuan Jimmy begitu baik, tidak mungkin aku bisa menolak permintaan tuan. Aku akan menerimanya."


Setelah berbincang sesaat, Jimmy pun undur diri dan pergi bersama rombongannya. Sedangkan Jonathan Wiston sengaja tinggal lebih lama dan membiarkan Vin mengantar para tamu keluar.


Saat Vin kembali, Jonathan pun langsung angkat bicara.


"Tuan Vin, metode mu hari ini luar biasa, tapi aku tidak percaya sama sekali. Kamu bisa membodohi kakakku, tapi kamu tidak bisa membodohiku. Aku bisa menyimpulkan kalau kamu sudah mengunakan trik untuk menipu dan membuat kakakku begitu percaya padamu. Kamu tidak melakukannya kejahatan, dan aku tidak akan menangkap mu. Tapi aku ingatkan kamu. Jangan pernah membohongi atau mengambil kesempatan dan merugikan keluarga Wiston. Jika itu sampai terjadi aku yang akan menangkap mu." Ancam Jonathan.


Vin sama sekali tidak marah, dan dia malah bertanya baik.


"Jika kamu tidak percaya dengan hal seperti itu. Lalu apa yang kamu percaya?"


"Tinju."


Jonathan mengambil kerikil dan menghancurkannya dengan sekali genggaman hingga kerikil tersebut berubah menjadi butiran debu.


"Di dunia ini tinju adalah raja."


"Tapi sayangnya tinjuan mu tidak terlalu keras "


Vin mengulurkan tangannya dan langsung mengambil pestol milik Jonathan dan mengarahkannya pada dahinya.


"Kamu sudah bosan hidup ya."


Tanpa sengaja, peluru itu keluar, karena ketidaksengajaan. Jhonatan langsung terdiam tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.


Setelah cukup lama di perhatikan, Jhonatan terkejut saat mengetahui Vin bisa menangkap peluru itu dengan tangan kosong.


Jonathan terduduk lemah, lututnya tidak bisa menumpu beban kenyataan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Tuan Jonathan Wiston. Ambillah ini sebagai sovenir. " Vin melemparkan peluru tersebut ke Jonathan.

__ADS_1


"Tuan, simpan baik-baik peluru itu dan bawa kemanapun kamu pergi. Akhir-akhir ini kamu kamu akan mengalami bencana berdarah.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2