
"Tidak bisa menerimanya?"
Tuan Marlin dan Susi menatap Vin dengan heran, atas ucapan yang di keluarkan Vin seketika.
Wajah black snake sedikit berubah, lalu dia tersenyum dan menatap Vindra.
" Tuan Marlin menyukainya, mengapa dia tidak boleh menerimanya?" Tanya snake black dengan acuh tak acuh.
" Kamu jangan main-main. Apa yang kamu ketahui sebagai dokter?" Teriak Anita.
Menurut Anita, selama tuan Marlin menerima, dia pasti akan mengambilnya. Tapi Vin berteriak untuk tidak mengambilnya, bukankah hal itu sama saja menggangu.
Vin tak banyak bicara, dia langsung menghancurkan batu giok hijau yang senilai seratus juta dengan telapak tangannya dan meremas batu itu kecil-kecil.
" Ini adalah batu giok iridium-192, yang memiliki radiasi nuklir yang kuat. Jika tuan Marlin ada di sisinya, maka akan menyebabkan kerusakan fisik mulai mengalami amputasi bahkan leukemia.
Sebelum snake black dan yang lain bicara. Vin mengeluarkan pedang kecilnya dan sekali sentuh pedang mini itu menjadi pedang terkuat. Vin langsung memotong tombak itu dan memperlihatkan komponen elektronik di dalamnya.
" Ini adalah perangkat pemancar. Alat ini dapat memantau pergerakan dalam radius 50 meter. Jika tuan Marlin menempatkan patung ini di ruang kerja, maka semua rahasia akan di ketahui pihak lainnya."
" Ginseng seribu tahun, tidak terlalu beracun, tapi akan merusak organ dalam dan tubuh tuan Martin tidak mampu menahannya.
"Patung emas ini adalah peninggalan sejarah kuno, tapi juga senjata pembunuh. Aku takut jika tuan ada di dekatnya, tuan Marlin dan keluarganya akan mendapatkan masalah."
Vin mengambil patung itu dan tersenyum." Jika tuan mengambil hadiah ini, paling lama setengah bulan tuan Marlin akan mati."
Begitu Vin bicara untuk yang terakhir kalinya, membuat semua orang terkejut.
Anita bakti dan Susi terkejut oleh Snake black dan yang lainnya, merasa mereka tidak bermoral dan melakukan segala cara untuk mencapai sesuatu bahkan sampai membuat perangkap. Dan hampir saja tuan Marlin terperangkap oleh jebakan mereka.
Sedangkan kelompok snake black terkejut oleh ketajaman Vin. Mereka sudah mencoba yang terbaik untuk manipulasi empat harta Karun itu, tapi Vin masih bisa mengetahuinya.
__ADS_1
Setelah hening sesaat, Susi berteriak, " snake black kamu memang benar-benar keterlaluan!"
"BUNUH MEREKA!" Snake black memberi perintah.
Konspirasi terlihat jelas, membujuk lagi itu akan membuang-buang waktu, jadi snake black memerintahkan untuk membunuh semuanya.
Lusinan anak buah snake black segera angkat senjata dan menyerang Marlin dan yang lainnya.
Susi segera mengeluarkan senjata rahasianya dan melemparnya tepat di tenggorokan tiga musuh dan mereka berteriak lalu jatuh.
Snake black juga mengangkat tangan kanannya, pisau berputar dan melintas, saat itu juga dua tangan salah satu bawahan Marlin terpotong.
Detik berikutnya kedua belah pihak saling mengayunkan pedang untuk saling mengalahkan. Kedua belah pihak memiliki kemampuan yang sama untuk membunuh satu sama lain untuk menghancurkan.
Teriakan tak terelakan, saat lawan mengalami kekalahan.
"Kakek, pergi!"
" Kakak tolong lindungi kakek."
Pesan Susi pada Vin.
Vin mengangguk dan bersiap untuk meninggalkan aula tersebut. Namun saat hendak menyentuh pintu. Kulit Vin merasakan sesuatu dan sebuah cahaya melintas.
Pengawal tuan Marlin segera mendobrak pintu untuk keluar dan melindungi tuan Marlin.
"Hati-hati!" Teriak Vin yang merasakan ada sesuatu di balik pintu itu. Benar saja saat pintu terbuka langsung ada serangan.
Seorang pria berdiri di ambang pintu dengan pakaian prajurit kerajaan mengayunkan pedangnya untuk membunuh tanpa henti. Pembantaian dalam sekejap membuat mereka langsung berjatuhan ke lantai.
Susi terkejut dan tidak menyangka akan ada penyerangan dari balik pintu. Saat Susi dan yang lainnya memastikan, ternyata dia adalah patung yang ada di sisi pintu. Tetapi mereka tidak menyangka jika patung itu adalah manusia.
__ADS_1
Orang berbaju prajurit itu langsung mengayunkan pedangnya untuk menebas mereka yang menyerang.
Dalam sekejap, hampir separuh pengawal Marlin sudah terbunuh.
" Andaro tutup pintunya." Perintah snake black pada prajurit itu.
Vin terkejut, bahwa prajurit kerajaan yang menyamar menjadi patung itu adalah Andaro. Vin ingat jika Ambar mengatakan jika ia mengejar Andaro dan Andaro itu menghilang. Tanpa di duga, ternyata dia tidak melarikan diri, tapi muncul untuk membunuh tuan Marlin.
Vin memperhatikan tuan Marlin terlihat lebih tenang ketimbang Susi dan lainnya, mentalitasnya sangat kuat membuatnya tidak gegabah. Hal tersebut membuat Vin kagum.
" Tuan Marlin, ada orang-orang cakap di sekitarmu. Aku menyiapkan tiga strategi, atas, tengah, dan bawah. Tapi kamu memaksaku untuk menggunakan strategi bawah." Ucap snake black dan membawa tiga anak buahnya mendekati tuan Marlin dan mengabaikan pertumpahan darah yang terjadi.
Susi segera memblokir snake black untuk mendekati kakeknya dan mengacungkan pedangnya pada snake black. " Berani kamu menyentuh kakek ku. Kamu akan mati."
Senyum muncul di sudut bibir snake black. " Lebih baik aku membunuhmu dan membiarkan kota ini kacau dan biarkan musuh tuan Draco yang kuat berkurang."
Pertemuan dua belah pihak semakin sengit dan meningkat.
" Kakek, disini." Susi menarik tuan Marlin kembali.
Pintu sudah di blokir Andaro dan membuat mereka tidak bisa keluar . Marlin dan Vindra hanya bisa mundur di sudut.
Melihat pengawal Marlin di tekan, Vin mengerutkan keningnya dan ingin bergegas.
" Aku akan membantu."
"Kembali." Anita menahan Vin untuk tidak ikut membantu.
"Jangan kuatir,ada kakak perempuan, kami yakin sembilan puluh persen yakni akan menang."
"Seratus persen! Kemenangan ku sudah pasti seratus persen." Saut Anita dengan bangga.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️