
Romi menyernyitkan keningnya setelah itu dia segera membuka pintu mobil dan keluar.
Pintu mobil Porsche juga terbuka dan memperlihatkan seorang jangkung dan juga cantik.
Sebelum Romi bisa bicara, wanita itu mendekat dan menunjuk Romi dengan marah dan berteriak." Bagaimana caramu mengemudi? Apa kamu tidak tahu betapa mahalnya mobilku? Apa kamu tidak tahu cara menghindar saat kamu melihatnya?"
Romi tidak terima dan dia pun membalas. "Jelas-jelas kamu yang mundur. Kenapa kamu menyalakan aku?"
"Aku mengendarai Porsche dan kamu mengendarai Mercedez Benz buruk, kualifikasi apa yang kamu miliki untuk menentang ku? Ibuku tidak pernah perduli aturan dan peraturan. Yang aku tahu saat aku mundur kamu harus menghindar. Jika kamu tidak melakukannya, kamu harus siap membayar seratus juta untuk masalah kerusakan, atau aku akan meminta seseorang untuk merusak mobilmu." Wanita itu segera mengeluarkan ponselnya dan mengancam dengan agresif.
"Bisakah kamu berkata sedikit masuk akal? Aku akan menghubungimu polisi dan agar mereka yang menanganinya."
Plakkk...
Baru saja Romi selesai bicara, wanita itu menampar pipi Romi dengan keras." Bajingan, siapa kamu berani menggunakan polisi untuk menekanku."
Romi terhuyung. "Berani sekali kamu menamparku."
Plakkk..
Romi mendapatkan beberapa kali tamparan, hingga membuat Romi tidak sepenuhnya bisa merespon.
Wanita itu ingin melanjutkan Omelannya dan juga tamparannya, namun Vindra lebih dulu menghalangi dan menampar balik.
__ADS_1
Plakkk...
"Apakah kamu tidak tahu, berbalik mundur itu bisa membunuh orang?"
Plakkk...
"Kamu melanggar aturan dan kamu menyalakan orang lain"
Plakkk...
"Apakah kamu tahu konsekuensinya memukul adikku?"
Vindra marah, hingga membuat wajah wanita itu merah dan bengkak.
"Brengsek, kamu berani memukulku, apakah kamu tau siapa orang tuaku?"
Vindra berbalik dan kembali menamparnya. "Katakan padaku siapa kamu?"
"Beri aku waktu sepuluh menit, aku akan memberitahumu siapa wanita tua yang akan membuat mu ketakutan." teriaknya sambil menutupi wajahnya.
Plakkk...
"Sepuluh menit? Panggil saja siapapun yang ingin kamu panggil, aku sama sekali tidak takut."
__ADS_1
Setelah mendapatkan beberapa Tamparan, Wanita itu mundur selangkah dan mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.
"Bibi, aku Mila Bakti. Aku baru saja datang ke kota SB, tapi aku sudah diganggu orang." teriak Mila dengan sedih. " Aku menghubungimu, karena dia mengancam akan membunuhku. Dia sudah menamparku beberapa kali, bibi harus segera menolongku." rengek Mila sebelum menyelesaikan panggilannya.
Mila menunjuk kearah Vindra. "Brengsek, sebentar lagi kamu akan selesai. Bibiku akan datang dengan membawa beberapa orang. Tunggu kamu pasti akan tamat."
Vindra mengabaikannya, dia malah meminta Romi untuk membeli dua bungkus nasi untuk sarapan.
Tak lama beberapa mobil datang beriringan. Dari beberapa mobil yang tiba Vin mengenali salah satu mobil tersebut.
Mereka yang datang adalah Miranda Bakti, Mateo, Tania dan beberapa anggota keluarga Bakti.
Romi tidak menyangka bahwa Mila, memiliki hubungan dengan keluarga dengan Miranda.
"Mila ada apa? Siapa yang berani menggertak mu?" tanya Miranda yang baru keluar dari mobil dan menghampiri Mila.
"Jangan takut, bibi membawa banyak anak buah yang akan mengatasinya. Siapapun itu orangnya tidak ada yang boleh menyakiti kamu."
"Bibi, kakak, akhirnya kalian datang. Aku takut diganggu sampai mati. Lihatlah wajahku bengkak."
"Brengsek, siapa yang berani menampar mu?"
"Dia yang memikulku." Tunjuk Mila, sambil mengarahkan jarinya pada Vindra.
__ADS_1