Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 51. Datang ke bank BBI


__ADS_3

Vin pun meninggalkan restoran bersama dengan Sifa menggunakan mobil Ferrari miliknya. Keduanya menjauh dari masalah yang di buat oleh Fendi dan Medina dan berharap masalah itu tidak berlanjut di kemudian hari.


"Mobil siapa yang kamu pinjam Vin?" tanya Sifa yang tak percaya kalau itu mobil milik Vin.


"Ini milikku."


"Jangan bilang ini pemberian dari Nyonya Ambar. Ternyata hubungan kalian semakin dekat ya, sampai dia mau memberikan apapun untuk mu. Aku tau mungkin nyonya Ambar melakukan itu untuk balas budi karena kamu sudah menyelamatkan putrinya. tapi tidak harus begini juga."


" Apa kamu cemburu? lagian tebakanmu salah, ini bukan memberikan nyonya Ambar tapi-"


"Aku tidak percaya."Sela Sifa.


***


Keduanya akhirnya sampai di rumah dan saat Vin hendak masuk ke kamar Sifa menahan tangan Vin membuat Vin menghentikan langkahnya dan menatap tangan Sifa yang masih menahan lengan Vin.


"Vin aku ingin mengucapkan terima kasih atas apa yang kamu lakukan tadi. Kalau kamu tidak datang tadi entah apa yang bisa aku lakukan lagi, aku benar-benar tersudut," ucap Sifa.


Vin mengusap tangan Sifa yang memegang tangannya dengan lembut.


"Tidak perlu berterima kasih padaku, aku melakukan itu karena aku jatuh cinta padamu dan juga kata-kata itu membuat hatiku semakin yakin kalau aku memang mencintaimu, " jawab Vin sambil tersenyum.


" Jangan bercanda denganku Vin. Bagaimana kamu bisa jatuh cinta padaku, sedangkan aku sering kali menghinamu bahkan mungkin sering membuatmu sakit hati. Lalu dari sisi mananya kamu bisa mencintaiku." Sifa tak percaya kalau Vin benar-benar jatuh cinta padanya. Ia sadar kalau dirinya sudah banyak membuat membuat suaminya menderita namun di sisi lain Sifa sudah tidak bisa melepaskan Vin .

__ADS_1


"Percayalah padaku. Aku jatuh cinta padamu sejak delapan belas tahun yang lalu dan sampai sekarang aku juga masih mencintaimu." Ungkap Vindra namun Sifa hanya menyernyitkan keningnya.


" Jangan bercanda kamu Vin. kita baru bersama dalam beberapa tahun. Sudahlah jangan bercanda lagi." Sifa pun melepaskan kalung yang yang menghiasi leher Sifa dan menyerahkannya kembali pada Vin.


" Aku kembalikan ini. Aku tau ini pasti juga dari nyonya Ambar dan aku sudah berjanji tidak akan pernah menerima apapun yang berasal darinya."


"Tapi ini bukan-"


"Jangan berbohong Vin, aku tetap tidak akan menerimanya. " Sifa menyela membuat Vin tidak bisa berkata apa-apa untuk menjelaskannya. Sifa pun memilih untuk lebih dulu pergi ke kamar dan Vin hanya bisa menatap kalung yang di kembalikan Sifa. Namun Vin tidak patah semangat, dia akan membuat Sifa menerima apa yang dia berikan, dengan semangat Vin pun mengikuti Sifa masuk ke kamar dan menggunakan beberapa jurus untuk membujuk Sifa karena Vin tau kalau Sifa hanya jual mahal saja dengan dirinya.


Seperti biasa Vin akan bangun lebih awal untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan yang dia miliki. Setelah selesai berlatih Vin berencana untuk pergi ke konter untuk membeli ponsel baru dan saat itu juga Sifa pamit untuk pergi tanpa memberitahu tujuannya.


keduanya pergi dengan tujuan berbeda. Vin pergi ke salah satu toko handphone dan membeli salah satu handphone keluaran terbaru. Setelah mendapatkan handphone yang dia inginkan Vin pergi jalan-jalan menggunakan mobil miliknya dan tanpa sengaja Vin melihat Sifa masuk ke bank BBI.


Karena rasa penasaran Vin pun ingin membuntuti Sifa dan ingin tahu apa yang ingin di lakukan Sifa di bank tersebut namun saat hendak masuk panggilan telepon dari Susi menghentikan langkah Vin dan memilih untuk mengangkat panggilan tersebut terlebih dahulu sebelum mencari Sifa.


" Akhirnya setelah berkali-kali menghubungi tuan, akhirnya kali ini bisa terhubung. Tuan aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin dan kata-kata yang di ucapkan kak Romeo." jelas Susi.


"Ponselku rusak dan ini baru aku ganti. Tidak masalah, aku tidak mempermasalahkan hal itu. Oya aku juga mau mengucapkan terimakasih atas hadiah yang kamu berikan, istriku menyukainya."


"Sama-sama tuan. Itu hadiah tidak seberapa dibandingkan dengan bantuan tuan. Oya omong-omong sekarang tuan ada di mana biar aku bisa memberitahu kak Romeo jika ingin menemui tuan?" tanya Susi.


"Aku-, Eeemmm" Vin melirik nama bank yang ada di depannya. "Aku ada di bank BBI."

__ADS_1


"Baiklah tuan, Aku akan memberi tahu kakak untuk langsung datang ke sana menemui tuan."


keduanya pun mengakhiri panggilan. Vin segera masuk ke dalam bank. Iya segera mencari keberadaan Sifa melalui pegawai bank dengan alasan yang meyakinkan. Akhirnya Vin pun di antarkan ke ruang manager untuk menghampiri Sifa namun saat staff yang mengantarkan Vin ingin mengetuk pintu Vin menghentikannya dan dengan alasan ini menunggu sebentar lagi. Staff itu menyetujuinya dan meninggalkan Vin di depan pintu ruang manager.


Di dalam ruangan, Sifa mengalami kesulitan dalam pembahasan peminjaman dana karena berbagai alasan. Namun manager Bank BBI memberi solusi untuk Sifa. Pak Bisma pun mengeluarkan sebuah kontrak perjanjian pinjaman kepada Sifa.


"Ini adalah kontrak perjanjian pinjaman, jika kamu ingin mendapatkan dana ada satu syarat lain juga yang harus kamu penuhi." jelas pak Bisma.


" Syarat?! syarat apa lagi yang harus saya penuhi? Untuk pinjaman dana ini saja bunganya sudah cukup besar. Aku harap syaratnya tidak terlalu memberatkan." Tanya Sifa dan pak Bisma pun menyeringai.


"Syaratnya kamu harus menemani tuan William semalam. Syarat yang mudah kan dan Sama-sama menguntungkan." Jelas pak Bisma membuat Sifa terkejut dan langsung bangkit berdiri. Sifa tak percaya kalau mereka akan menggunakan cara kotor seperti itu.


"Maaf pak, itu sangat memberatkan bagi saya."Tolak Sifa.


"Memberatkan bagaimana? tuan muda Wiliam akan membantu Nona untuk mempromosikan produk yang Nona miliki. Hanya dengan menemaninya satu malam nona sudah mendapatkan banyak keuntungan. Lebih baik Nona setujui agar nona bisa segera mendapatkan uang yang nona butuhkan. Dan satu lagi yang perlu saya ingatkan saat bertemu dengan tuan muda Wiliam, Nona jangan mencari masalah di depannya atau semuanya akan akan berantakan dan tentunya akan merugikan Nona juga " Jelas Pak Bisma namun Sifa tetap menolak.


Karena merasa harga dirinya direndahkan Sifa mengambil gelas yang berisi air minum dan menyiramkan ke wajah pak Bisma.


"Bapak jangan kurang ajar, Bapak pikir saya wanita murahan yang bisa bapak bujuk untuk melayani tuan William. Maaf anda salah orang dan sikap anda itu tidak mencerminkan seorang manager yang baik untuk para nasabahnya." Tolak Sifa membuat Pak Bisma geram.


Tanpa banyak bicara dah pikirannya sudah dikendalikan amarah, pak Bisma pun menendang perut Sifa dengan kuat hingga membuatnya terjatuh ke lantai dan langsung mengerang kesakitan.


Vin yang mendengar Sifa berteriak, langsung masuk begitu saja dan mendapati Sifa yang kesakitan sambil memegang perutnya membuat kemarahan Vin memuncak. Aura pembunuh pun keluar dan Vin langsung menendang pak Bisma hingga terpental dan jatuh ke lantai.

__ADS_1


Vin yang awalnya tidak ingin ikut campur akhirnya harus turun tangan saat mengetahui istrinya di sakiti.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2