Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 148. Tiga kesalahan


__ADS_3

Mendengar nama Rahendra, Kemarahan Billy langsung berkurang, tidak hanya itu saja, Robi pun memiliki sedikit ketakutan dimatanya.


Redblack adalah salah satu liga yang didirikan oleh Tiger Wang, Kekuasaan yang besar, membuat siapapun yang melawannya akan dipatahkan kaki, tangannya bahkan akan kehilangan nyawanya.


Robi mengetahui jika lelaki tua yang duduk di kursi roda adalah salah satu kepercayaan Tiger Wang untuk memimpin Redblack. Dia ingat jika Rahendra juga memiliki banyak musuh, namun murid-murid yang dia bawa dalam laga seni bela diri berhasil membawa banyak kemenangan, tapi siapa sangka kini Rahendra duduk dikursi roda. Robi segera memberitahu Vindra apa yang dia ketahui.


"Tuan Wang? cukup menarik." Vindra sedikit mengangguk, lalu menyelesaikan pengobatan pasien yang ada didepannya. Setelah itu dia membersihkan tangannya dengan tisu.


"Aku katakan sekali lagi, cepat keluarkan Ganoderma darah itu sekarang juga." teriak wanita itu.


Melihat pasien yang lain ketakutan, Dara Wang merasa bangga dan menunjuk Billy dengan dominan." Jangan membuatku marah."


"Darah, Meridian, organ dalam rusak, saraf pinggang rusak, dan aliran darah di paha belakang tersumbat." Pada saat ini Vin berjalan mendekati Rahendra dan menepuk pundaknya untuk diagnosis." Aku bisa menebaknya, jika kamu mendapatkan luka didada dan terluka dibagian dalam. Kamu tidak hanya harus duduk dikursi roda, kamu juga mengalami sakit yang parah di bagian tulang belakang lumbar setiap malam, dan kamu kesulitan untuk bicara."


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Dara dan yang lain memandang Vindra dengan ekspresi kaget. Mereka tidak menyangka Vindra akan memberitahu kondisi Rahendra tanpa menyentuh denyut nadinya.


Rahendra juga kaku, dia terkejut mengetahui Vindra mendiagnosis dirinya secara akurat.


Vindra menatap mereka dengan tenang seperti biasanya. "Aku adalah dokter, tentu saja aku bisa mengetahuinya."


"Aku tahu itu, bisakah kamu menyembuhkannya? Jika kamu bisa melakukannya, cepat sembuhkan dan jangan berlama-lama."


Vindra tersenyum acuh tak acuh.


Melihat, diamnya Vindra, Dara dapat berfikir Vindra tidak bisa berbuat apa-apa. Lagi pula, banyak rumah sakit dan dokter ahli yang menunjukkan ekspresi yang sama. Selain itu melihat penampilan Vindra, Dara ragu dan merasa tidak masuk akal, dia belum pernah melihat master tradisional yang masih muda.

__ADS_1


"Katakan jika kamu tidak bisa menyembuhkannya. Jangan berpura-pura menjadi dokter genius. Cepat keluarkan Ganoderma darah itu. Jika ada Ganoderma darah kami bisa menyembuhkan ayah sendiri," ucap Dara dengan marah.


Vindra tersenyum,"Ganoderma darah memang bisa Menganti darah dan itu sangat dibutuhkan ayahmu."


"Kalau kamu tahu itu berguna, cepat keluarkan. Kami sedang buru-buru, kalau tidak ayahku tidak akan sembuh. Bisakah kamu bertanggung jawab? Jangan menyangkal jika kamu tidak memiliki Ganoderma darah itu, tapi kaki dan tanganmu sudah menunjukkan bahwa kamu memiliki Ganoderma darah yang berusia ratusan tahun. Jangan mencoba untuk menipu kami." Dara berusaha memperingatkan Vindra.


"Ganoderma darah, ya?" Vindra mencibir, "Tapi kenapa aku harus memberikannya kepadamu?"


"Omong kosong, Ganoderma darah itu bisa menyembuhkan ayahku. Kamu menyimpan barang yang dibutuhkan ayahku, dan kamu tidak tahu malu bertanya kenapa harus memberikannya padaku?"


"Apa kamu tahu harga Ganoderma darah, hah? nilainya tidak lebih dari tiga ratus juta" saut Billy dengan marah.


"Jadi begitu alasannya? Kamu menginginkan uang. Aku bisa memberikan. Tapi aku tidak cukup bodoh, mengeluarkan uang ratusan juta untuk barang yang ditakdirkan untuk ayahku. Dara mengeluarkan uang satu juta dan melemparnya ke meja. "Cepat keluarkan Ganoderma darahnya.


"Apa kamu sudah gila? membayar satu juta untuk Ganoderma yang bernilai ratusan juta? Apakah itu masuk akal?" saut Billy sambil mencibir.


Dengan mendengus teredam, Billy terjatuh di tempat dan menjatuhkan kursi dan meja yang ada dibelakangnya.


Robi dan Black segera membantu Billy berdiri kembali.


Mata Vindra menjadi dingin. "Kamu berani memukul orang?"


"Apa masalahnya dengan pukulan itu. Cepat berikan Ganoderma darah itu pada ayahku


Kalau tidak aku juga akan menghajar mu."

__ADS_1


"Tidak ada Ganoderma darah, yang ada adalah Tamparan." Seketika Vindra menampar Dara dan saat itu juga Dara tidak bisa menghindar dan berteriak tanpa bisa menghindar.


"Brengsek, kamu berani menamparku." Dara berusaha bangun dan mendorong teman-temannya yang berusaha membantu. Kamu berani melakukan ini padaku, aku akan membuat perhitungan denganmu, kamu pasti akan mendapatkan masalah jika kamu tidak memberikan Ganoderma darah itu pada ayahku."


"Kamu memiliki tiga kesalahan yang membuat kamu pantas ditampar. Yang pertama kamu datang untuk berobat, tapi kamu memiliki sikap yang buruk. Kedua kamu tidak sopan dan mengganggu ketertiban dan yang ketiga kamu merajalela, memukul orang dengan tanganmu." Vin sama sekali tidak takut dengan Dara ataupun yang lainnya. dia berjalan mendekati dengan tangan dipunggung." Meskipun klinik CRISHAN ini bukan tempat suci, bukan berarti kamu bisa bersikap liar disini. Aku menamparku hanya untuk sikap yang adil. Demi cidera ayahmu yang serius, aku tidak mempermalukan kamu. Tapi dia tidak akan sembuh. Jadi bawa dia pergi."


"Menurutmu aku percaya kamu bisa menyembuhkan ayahku? Kamu masih muda, kamu hanya tahu mengobati penyakit ringan. Aku beri kamu waktu satu menit untuk menyerahkan Ganoderma darah itu pada ayahku, berlutut lalu minta maaf. Jika tidak maka kamu akan tamat." Sambil bicara, Dara menendang meja Konsultasi. Meja itu terbang dan mengenai beberapa pasien bahkan ada yang sampai menjerit kesakitan.


Mata Vindra menjadi dingin dan tajam." Kalau begitu jangan salahkan aku yang akan mempermalukan kamu." Detik berikutnya, dengan langkah cepat. Seperti bola meriam menabrak Dara Wang.


"Kamu ingin cari mati." Dara terkejut saat Vindra berani menyerangnya.


Dara darah murid terbaik di Redblack, Bagaimana mungkin Vindra berani menyerangnya. Saat pikirannya berubah, Dara segera mengangkat tangannya untuk menahan serangan dari Vindra. Namun Dara merasakan nafasnya menghancurkan saat tangannya menyentuh tubuh Vindra dan semua pertahanannya menjadi runtuh.


Tangan yang berusaha menahan dipaksa mundur Vindra, secara tiba-tiba dan memukulnya sekali lagi.


Rahendra tiba-tiba bersuara.


"Hati-hati."


Dengan suara keras, tubuh Dara bergetar dan seluruh tubuhnya menabrak dinding dibelakang. Tubuhnya langsung terbentuk seperti laba-laba, Didinding yang masih direnovasi meruntuhkan pasir dan kerikil dan langsung menghujani tubuhnya tidak hanya itu saja, akibat tabrakan yang terlalu kuat, cat yang ada didekatnya pun muncrat mengenai tubuhnya.


Kondisi Dara sangat menyedihkan, tubuhnya di penuhi pasir, cat, dan darah.


Adegan ini sangat menakjubkan dan menunjukkan seberapa kuatnya Vindra.

__ADS_1


Rekan-rekan Dara segera membantu Dara untuk bangkit berdiri. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Vindra memiliki kekuatan yang besar.


Robi dan Billy menunjukkan sedikit kekhawatiran, Vindra melukai Dara Wang, sulit menjamin jika Tiger Wang tidak akan menghancurkan klinik CRISHAN.


__ADS_2