
Para pelayan yang diperintahkan Susi untuk mencari semua ramuan dan beberapa hewan yang di sebutkan Vin, kembali membawa apa yang Vin butuhkan.
"Semuanya sudah ada. Lalu mau gunakan untuk apa binatang menjijikan?" tanya Susi
"Sangrai ketiga binatang itu dan tumbuk hingga halus Sekarang juga. Selain itu siapkan botol kaca yang sekiranya muat masuk kedalam mulut kakek Dewa." Jelas Vin. Susi hanya bisa mematuhi semua perkataan Vin dan segera memerintahkan pelayan untuk menjadikan ketiga binatang itu menjadi bubuk.
Menjijikan, kejam dan juga tidak masuk akal, itulah yang ada dalam pikiran orang yang melihatnya, karena tak tau apa fungsinya.
Setelah ketiga binatang itu di tumbuk dan menjadi serbuk, Vin memerintahkan untuk memasukkan serbuk itu ke dalam botol kaca. Mereka pun segera melakukan perintah vin.
" Tuan ini serbuk nya. Sudah saya masukkan kedalam botol," ucap pelayan saat menyerahkan botol tersebut.
" Terimakasih."
Vin segera mengambil botol tersebut. Dan tanpa sepengetahuan siapapun batu permata itu ikut serta masuk ke dalam botol tersebut untuk membantu Vin.
" Paman bukalah mulutmu, aku akan mengeluarkan racun yang masih bersarang di tubuhmu." Perintah Vin. Kakek dewa pun menurut dan segera membuka mulut, saat itu juga. Vin memasukkan botol tersebut ke dalam mulut kakek Dewa dan memasukkan semua serbuk bintang itu ke dalam mulutnya.
Seketika kakek dewa terbelalak, merasakan dalam tubuhnya terasa sangat panas dan seperti merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak.
Vin Membiarkan botol itu tetap berada di dalam mulut kakek Dewa beberapa saat sampai kemudian berlahan sesuatu keluar dari mulut sang kakek.
__ADS_1
Seekor kelabang merayap dan masuk ke dalam botol tersebut dan saat itu juga Vin segera menarik keluar botol tersebut dan menutupnya. Di dalam botol kelabang tersebut mulai menggigit ke sehingga arah.
Vin menunjukkan kelabang itu pada Susi, membuat Susi mual dan ingin muntah saat membayangkan kelabang tersebut hidup di dalam perut.
"Kakek silahkan berkumur, Racun yang ada di tubuh kakek sudah hilang. Aku akan membuatkan ramuan untuk memulihkan kesehatan kakek."
Perawat Kakek dewa segera membantunya untuk berkumur dan membasuh wajahnya. Setelah kakek membasuh wajah sang kakek terlihat kembali lebih bugar dan merasakan kondisinya lebih baik.
"Nak Vin, kakek marasa lebih baik dan sepertinya kakek akan kembali sehat," ucap kakek dewa dengan perasaan senang.
"Tapi, bagaimana seekor kelabang bisa keluar dari dalam tubuh kakek, bagaimana bintang menjijikkan itu bisa masuk?" tanya Susi dengan rasa penasaran.
"Sepertinya saat makan malam kemarin, tanpa sengaja kakek memakan telur kelabang dan menetas di dalam perut kekek dan menempel di usus. Jika tidak segera di keluarkan, maka kelabang itu akan terus menyebarkan racun yang lebih banyak." Jelas Vin.
Tak hanya itu sang kakek pun berulang kali mengucapkan terimakasih karena Vin.
"Nak Vin, terimakasih atas bantuannya dan tidak menyerah untuk membujuk Susi agar nak Vin bisa menolong kakek. Katakan pada kakek apa yang kamu inginkan, kakek akan memberikan apa yang kamu inginkan."
Vin melirik Susi yang sudah memiliki persamaan tidak enak kerena kalah taruhan.
"Aku tidak akan meminta permintaan apapun pada kekek, tapi aku akan meminta permintaan itu kepada cucu kakek yang hampir membuat nyawa kekek tidak dapat di tolong kerena sikapnya yang sombong."
__ADS_1
"Katakan apa yang kamu inginkan dan tak perlu merendahkan aku di depan kakek."
"Siapa yang merendahkan, sikapmu sendiri yang menunjukkan. Kalau saja sejak awal kamu percaya padaku kamu tidak akan membiarkan kakek menahan rasa sakit itu terlalu lama." Jelas Vin yang membuat Susi seketika termenung dan merasa benar-benar bersalah dan menyesal.
'Apa yang dikatakannya semua benar. Jika malam itu aku percaya padanya mungkin kakek tidak akan merasakan sakit itu terlalu lama, dan andai saja tadi dia marah dan tidak mau mengobati kakek lagi, entah apa yang akan terjadi pada kakek. Mungkin rasa terimakasih tak akan cukup untuk membalas kebaikannya.'
"Baiklah aku salah, sekarang katakan apa yang kamu inginkan?"
"Sesuai taruhan kita tadi. Mulai sekarang kamu adalah pelayanku dan aku adalah majikan mu selama satu tahun dan mulai sekarang kamu harus memanggilku Tuan dan setiap kamu bicara padaku turunkan nada bicaramu." ungkap Vin sambil menepuk pundak Susi.
Sambil mengepalkan kedua tangannya menahan semua perasaan yang campur aduk, Susi pun menunjukkan kepalanya.
"Baiklah tuan, mulai sekarang dan selama satu tahun ke depan, aku adalah pelayanmu. Tuan bisa memerintahkan apapun padaku dan aku akan melakukannya tanpa ada penolakan."
Vin pun tersenyum begitu juga Ambar, dia senang karena bisa menaklukkan wanita sombong dan angkuh seperti Susi dengan caranya dengan memutar balikkan perkataan dengan perbuatan.
"Susi jangan kecewakan kakek dengan melanggar janjimu. Patuhi semua perintah nak Vin seperti janjimu. Jangan membuat malu keluarga."
"Iya kek, aku janji." Jawab Susi.
"Sudahlah, jangan terlalu tegang. Sekarang bisakah kamu mengantarkan aku ke dapur. Aku akan membuatkan ramuan untuk kakek sebelum aku pergi."
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Susi pun mengantarkan Vin ke ke dapur tanpa menyuruh pelayan.
to Be continued ☺️☺️☺️