
Manager Ana segera membawa Vin dan Romi keruang pelanggan khusus VVIP yang di peruntukan untuk member khusus saja.
Vin dan Romi mengikutinya sampai masuk ke ruangan tersebut.
"Silahkan duduk tuan-tuan, Para pelayan kami akan melayani tuan-tuan sebaik mungkin. Silahkan pesan menu makannya dan kami akan menyajikannya secepat mungkin," ucap manager Ana.
Romi nampak cemas, takut jika Andre benar-benar datang dan akan membuat masalah.
"Vin lebih baik kita pergi dari sini saja yuk! Kalau Andre sampai datang urusannya akan panjang. Aku tidak mau kamu terlibat masalah ini. Lebih baik kita pergi dari sini sekarang yuk." Ajak Romi yang nampak gelisah dan enggan untuk duduk, karena sangking kuatirnya.
"Duduk dan kita akan makan disini!"
"Gak Vin, feeling ku sudah tidak bagus. Lebih baik kita pergi saja. " tolak Romi yang masih bersikeras untuk pergi dari restoran.
"Tenanglah Romi, kalau sampai nanti dia mengganggu aku yang akan menanganinya. Sekarang lebih baik kamu duduk dan segera memesan makannya biar kita bisa segera makan." Ajak Vin dengan santai.
"Apa kamu yakin bisa mengatasinya?" tanya Romi untuk meyakinkan dan Vin pun mengangguk. Akhirnya Romi bisa bernafas lega dan bisa duduk dengan tenang.
Tak lama, Andre pun tiba di restoran ini untuk menemui Naomi yang tengah mendapatkan masalah. Sedangkan Naomi sudah menunggu sedari tadi.
"Maaf sayang aku terlambat."
"Sayang, kamu harus bantu aku. Mereka sudah mempermalukan aku. Aku ingin mereka mendapatkan ganjaran atas apa yang sudah mereka buat."
"Antarkan aku bertemu dengannya! Biar aku yang menyelesaikannya."
Naomi pun Segera membawa Andre ke ruang VVIP tempat dimana Vin dan Romi berada.
Romi terkejut dan langsung bangkit berdiri saat melihat Andre tiba-tiba masuk bersama Naomi.
"Oh, tenyata kalian yang sudah mempermalukan Naomi. Ternyata hanya manusia rendahan. Kalau tau begini aku tidak perlu repot datang kemari." ucap Andre dengan nada menyindir.
__ADS_1
"De-dengarkan aku, ini semuanya hanya salah paham," ucap Romi dengan terbata.
"Diam kamu. Kamu tidak berhak untuk bicara!" bentak Andre sambil menunjuk Romi. Romi pun langsung menciut dan bungkam.
"Kalian benar-benar menjijikan, berani sekali mempermalukan seorang wanita. Sebenarnya Aku sangat malas sekali jika harus berurusan dengan hal seperti ini. Terlalu rendahan, membuat kotor tangan saja." Cibir Andre. Tapi Vin tak menggubris dan meminta Romi untuk kembali duduk.
"Aku tidak mengenalmu dan aku tidak ada urusannya denganmu. Tapi sepertinya kamu orang yang penting sampai Naomi wanita matre itu mendekati kamu," ucap Vin acuh tak acuh.
Andre segera mengeluarkan kart identitasnya dan melemparkannya di atas meja di depan Vin.
"Baca dan kamu akan tau siapa aku."
Vin melirik kartu identitas itu sejenak, lalu ia tersenyum. "Oh...," ucap Vin tanpa ekspresi.
"Brengsek, kenapa ekspresimu seperti itu. Seakan merendahkan aku. Kalau kamu bisa memberikan pelajaran dan membuatku tunduk aku tidak akan pernah mengganggu kalian. Tapi sebaliknya kalau kamu tidak bisa melakukannya. Maka sekarang juga kamu harus berlutut di depan Naomi dan memohon untuk dimaafkan." Tantang Andre dan Vin hanya menyeringai.
"Baiklah, aku harap kamu tidak akan menyesalinya." Vin segera mengambil ponselnya di saku dan menghubungi seseorang.
"Aku ada sedikit masalah dengan salah satu staf Star Farmasi dan aku ingin dia di pecat saat ini juga. Dan satu lagi Aku ingin Star Farmasi berhenti bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa yang di pimpin oleh Andre sekarang juga." Jelas Vin dan Dewi pun paham.
"Baiklah adik. Aku akan meminta bawahanku untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan kuatir sebentar lagi mereka akan mendapatkan kabar pemberhentian. Apa masih ada lagi dik?" tanya Dewi.
"Cukup. Terimakasih bantuannya." Vin pun menutup Panggilan telepon itu dan langsung meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan dan ia pun dengan santai menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sambil melipat kedua tangannya. Sedangkan Romi masih nampak tegang dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Naomi yang mengira kalau Vin hanya akting untuk menakut-nakuti mereka pun malah menertawakannya.
"Kalian benar-benar pandai berakting. Aku hampir saja tertipu. Lanjutkan lagi akting kalian. Sampai kapanpun kalian tidak akan bisa memecat ku." sindir Naomi.
"Kalau kamu bisa menyuruh tuan Romeo pemilik Bintang Farmasi yang merupakan perusahaan industri farmasi induk. Aku akan berlutut kepada kalian." tantang Andre yang tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat Vin melakukan panggil.
"Tunggu sebentar lagi dan kalian akan tau aku berakting atau aku benar-benar melakukannya." jawab Vin dengan santai.
__ADS_1
Tak lama kemudian ponsel Naomi berdering dan itu dari perusahaan Farmasi tempatnya bekerja. Wajahnya langsung pucat saat mengetahui dirinya di pecat.
"Andre, perusahaan benar-benar memecat ku. Bahkan akan menyelidiki laporan keuangan. Bagaimana ini. Jika ketahuan mereka akan menyeret ku ke penjara," ucap Naomi dengan panik.
Tak lama, kabar lain pun didapat Andre jika perusahaan Bintang Farmasi memutuskan kerja sama dengan perusahaan milik Andre dan hal itu membuat Andre benar-benar tercengang dan ia pun menatap Vin dengan penuh tanda tanya.
Vin bangkit berdiri dan menghampiri Andre yang masih mematung tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan Vin.
Vin menepuk wajah Andre dan bertanya," bagaimana? apa kamu mengakui kekalahan mu sekarang. Setelah aku berhasil melakukan tentangan mu?" Sindir Vin.
Naomi gregetan melihat Kekasihnya di perlakukan seperti itu oleh Vin tapi tidak melawan.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu diam saja? Cepat habisi dia! Aku ingin dia mati sekarang juga!" perintah Naomi namun Andre tiba-tiba menampar wajah Naomi cukup keras.
"Jaga ucapanmu! Jangan pernah memerintahkan aku lagi," ucap Andre membuat Naomi tercengang.
Andre menyatukan kedua telapak tangannya memohon kepada Vin.
"Maafkan aku tuan, aku tadi hanya bercanda, aku tidak benar-benar serius. Aku hanya terpancing dengan cerita Naomi. Aku tidak bermaksud untuk merendahkan kamu." Andre pun terus memohon.
Para pramusaji, Romi dan Naomi terkejut dengan perusahaan Andre tiba-tiba.
"Jika kamu benar-benar menyesal, Sekarang berlututlah di depan Romi dan akui kesalahanmu. Setelah itu aku akan melepaskan kamu dan tidak akan melanjutkan masalah ini!" perintah Vin.
Andre pun mengangguk dan langsung berlutut didepan Romi hingga membuat Romi mundur selangkah.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Romi yang kaget.
"Aku mohon tolong maafkan Aku. Aku benar-benar sudah malakukan kesalahan dengan merendahkan kamu dan tuan Vin. Aku janji tidak akan mudah percaya sebelum mengetahui kebenarannya. Dan aku minta maaf sudah merebut Naomi dari mu. Tolong maafkan aku agar aku bisa tenang." Andre terus memohon mengharapkan pengampunan dari Romi.
Sebelum memberi jawaban, Romi pun meyakinkan dengan melirik ke arah Vin dan melihat Vin yang mengangguk, Romi pun ikut mengangguk.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️