
Di bank BBI, Reni tengah menunggu kedatangan Romeo Wiguna untuk menyelesaikan kontrak terakhir agar bisa mendapatkan pendanaan sebesar tiga seratus Miliar.
Sudah satu setengah jam Reni menunggu, dan akhirnya dia bisa melihat kedatangan Romeo Wiguna yang datang terlambat.
Sebenarnya Reni sangat kesal, karena dia harus menunggu, padahal biasanya dialah yang membuat orang menunggu. Ingin sekali Reni berteriak pada Romeo, namun saat memikirkan bagaimana usahanya untuk mendapatkan pendanaan membuatnya mengendalikan diri dan mengapa Romeo sambil tersenyum.
"Tuan Romeo, Halo, saya Reni..." Dia mencoba membuat dirinya lebih antusias, " Saya ingin tahu, apakah kita bisa menandatangani kontrak?"
Romeo tidak menjabat tangannya dan menatap Reni dengan senyum tipis. " Nona Reni, saya minta maaf, Sekarang secara resmi aku memberitahu kamu, bahwa Bank BBI tidak bisa menyetujui permintaan kamu. BBI tidak akan menginvestasikan tiga ratus miliar kepadamu, dan juga akan menghentikan kontrak sebelumnya denganmu. Dan satu hal lagi yang ingin aku beritahukan kepadamu, bahwa namamu masuk dalam daftar hitam di bank BBI, dan di masa depan kamu tidak akan bisa meminjam uang sepeserpun dari bank BBI." jelas Romeo dengan sederhana namun tegas.
"Tidak bisa bekerjasama? Masuk daftar hitam?" Reni benar-benar terkejut. "Kenapa?"
"Kamu mengagumi rencana ku, dan kita sudah bekerja sama, dan aku tidak pernah menyinggung mu..." Reni bertanya-tanya, Untuk proyek ini, tidak hanya mengeluarkan perintah tuan Tritan, tapi yang menggunakan kekayaannya dan berharap pasti akan meneng.
Kesalahan besar yang dia lakukan di toko barang antik Tritan, membuatnya harus mengumpulkan uang untuk ganti rugi. Namun kenyataan saat ini Romeo tidak hanya menolaknya, tapi juga memutuskan kontrak sebelumnya dan juga memasukan dirinya dalam daftar hitam, yang akan membuatnya menderita.
Reni menatap Romeo dengan marah. "Aku ingin penjelasan."
"Penjelasan?"
"Kamu telah menyinggung seseorang yang seharusnya tidak kamu singgung."
Suara Reni tenggelam." Siapa?"
"AKU..."
__ADS_1
Pada saat ini suara lain muncul dari pintu, dan Vindra masuk bersama dengan Romi.
"Kamu?" Reni sangat terkejut saat melihat keberadaan Vindra dan kemudian dia sangat marah." Vindra, memangnya kamu siapa?"
"Vindra adalah Bos besar BBI Grup, dewan direksi, saudara laki-laki istriku, dan saudara laki-laki ku yang terbaik. Kamu bilang dia siapa?" Saut Romeo.
Munculnya resep kecantikan dari Vindra, Romeo yakin peluang besar yang ada didepannya, jadi dia menyerahkan saham sepuluh persen untuk ditukarkan dengan resep tersebut.
Sekarang Vindra memegang saham BBI Farmasi 80% dan BBI bank 10% yang cukup untuk mengendalikan rencana pembiayaan Reni.
"Pemegang saham BBI Bank, saudara angkat mu? Bagaimana ini mungkin?"
Reni benar-benar tidak membayangkan, seorang bos besar di SB, bisa bersaudara dengan Vindra yang hanya seorang dokter kecil.
Vindra mengambil surat perjanjian yang ada di atas meja dan merobeknya menjadi dua lalu membuangnya.
"Jangan marah, ini baru langkah awal balas dendam ku." Vindra tersenyum. " Kamu telah melakukan banyak hal pada keluarga Gultom, jika aku tidak memberimu pelajaran sekarang, itu tidak akan membuatku senang."
'Keluarga Gultom'
'Balas dendam?'
Reni tertawa tajam saat mendengar kata-kata itu, lalu dia menunjuk dengan marah dan berteriak. " Vindra kamu jangan berpura-pura menjadi orang hebat didepan ku."
"Aku tidak tahu kerjasama apa yang kamu lakukan dengan Romeo Wiguna, tapi aku ingin memberitahumu jika kamu menggangu aku, kamu menggangu lingkaran kami, kamu juga mengganggu tuan Tritan. Tuan Romeo memiliki perlindungan sendiri, tapi kamu hanya seorang dokter kecil, berani sekali kamu mencoba mengkritik. Percaya atau tidak aku akan menghubungi tuan Glenn yang akan membuatmu lenyap dari dunia ini."
__ADS_1
"Tuan muda Glenn?!"
"Aku hampir lupa memberitahu mu. Tuan Glenn dan Ben sudah dipatahkan kaki, tangannya, dan diusir dari kota SB. Semua yang datang bersama mereka sudah di usir keluar termasuk kakek Glenn, yaitu Ketua Redblack kota M, Morgan saat ini kehilangan pusat energinya. Jika kamu tidak percaya kamu bisa menghubungi mereka dan bertanya."
Reni segera menghubungi, namun beberapa saat kemudian wajahnya berubah, dan keringatnya bercucuran. "Ini tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin."
"Vindra..." Reni menggertakkan giginya dengan marah. " Aku tidak akan membiarkan kamu pergi, tidak akan."
Vindra telah menariknya kejalan buntu dan menghancurkan usahanya, dia marah dan dia berjanji untuk membalaskan rasa malu yang dia hadapi sekarang.
"Itulah yang ingin aku katakan. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi." Teriak Vindra dengan penuh arti.
"Kita pasti akan bertemu lagi." Reni mengucapkan sepatah kata, lalu segera pergi meninggalkan mereka.
Reni menuju tempat parkir, dia segera melaporkan apa yang terjadi padanya pada tuan Tritan. Setengah itu dia menuju mobilnya, dan mendorong sopirnya jatuh, lalu masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya sendiri dan langsung tancap gas tanpa ragu-ragu.
Beberapa menit kemudian, di persimpangan jalan, mobil yang dikendarai Reni hilang kendali dan mengalami rem blong. Hal tersebut membuatnya berkeringat dingin.
"Aaahhhh." Reni hanya punya waktu untuk berteriak sebelum benturan keras terdengar akibat menghantam belakang bak sampah.
Akibat kecelakaan tersebut tidak membuat Reni mati, tapi mengalami luka patah dan tidak sadarkan diri. Pada akhirnya Reni di larikan ke rumah sakit.
Setengah operasi penyelamatan, Reni akhirnya keluar dari bahaya. Namun akibat kecelakaan itu membuat beberapa saraf kakinya rusak dan membuatnya harus duduk di kursi roda selamanya.
...****************...
__ADS_1