
Tesa, Selena, Fina sangat membenci orang yang terlalu tenang dan bersikap acuh tak acuh seperti Vindra. Jadi tatapan Vin pada Johan membuat mereka jijik dan marah.
"Kak Johan apa yang kamu lakukan?" Wajah Teffani tenggelam." Apa yang akan terjadi dengan kakakku? Apakah kamu akan menghabiskan uang untuk melakukan sesuatu pada kak Vin? dan sepertinya kamu sedikit sinis dengan saudara iparku?"
Fina dan yang lainnya menyernyit, mereka tidak menyangka Tiffani akan membela saudara iparnya.
Sedangkan wajah Johan menjadi jelek, hal tersebut membuat Johan semakin membenci Vin.
"Teffani, kamu tidak perlu marah," ucap Vin sambil menyesap soda. "Aku hanya orang kecil, jadi kamu tidak perlu menempatkan aku dimatamu."
Tiffani mendengus kesal." Kak Vin aku sedang tidak bahagia sekarang. Aku tau dia lulusan dari universitas bergengsi, tapi tidak seharusnya bersikap begitu."
Melihat Teffani yang sangat kesal, Fina langsung mengalihkan pembicaraan. " Oke jangan bahas ini lagi, Arif tolong ambil satu botol anggur yang terenak." Fani memiringkan kepalanya dan meminta temannya untuk mengambil anggur.
__ADS_1
Sedangkan pria yang bernama Arif segera bangkit berdiri dan berjalan menuju bar.
"Kak Johan, tidak usah bahas ini lagi. Ayo minum." Tesa tersenyum lalu mengambil sebotol dan minum bersama, yang lain pun mengikuti Johan dan minum bersama.
Perusahaan BBI memiliki dua cabang, BBI perbankan dan BBI Star farmasi. Johan merupakan manager perhubungan di BBI Star Farmasi, begitu juga dengan Tesa, Selena dan Fani mereka memiliki jabatan yang bagus di Star Farmasi.
Mereka semua membujuk Teffani untuk ikut minum bersama, tapi Tiffani berusaha menolak karena suasana hatinya. Namun karena mereka terus memaksa, akhirnya Tiffani menyetujui walaupun dia minum dengan gelas sloki
Vin melihat tatapan Johan sangat jahat, seperti ada sesuatu yang di rencanakan. Itulah alasan kenapa Johan tidak menyukai keberadaan dirinya. Vin mencoba menghalangi Tiffani beberapa kali, namun Tiffani melambaikan tangannya agar Vin tidak khawatir dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
Setelah minum beberapa sloki, Johan tersenyum, " resume mu bagus, tapi kamu kurang pengalaman. Tapi itu tidak masalah, aku akrab dengan HRD nya, aku akan membujuknya lusa dan bisa aku pastikan kalau kamu akan diterima. Aku beri tahu kamu, BBI Star Farmasi akan ada proyek besar untuk mengalahkan Moon Farmasi dan mengembangkan produk baru. Nama produk masih dirahasiakan, tapi yang aku dengar produk ini sangat bagus. Setelah keluar, akan langsung memonopoli pasar kelas atas. Jika kamu berhasil masuk saat ini, aku yakin kamu bisa menghasilkan banyak uang." Jelas Johan.
Setelah Tiffani meletakkan slokinya. Johan membuka brendi dan kembali menuangkan ke atas gelas Tiffani. Lalu ia mengangkatnya dan memberikan kepada Tiffani lalu berkata. "Ayo Tiffani, minum satu gelas lagi untuk hari keberuntungan."
__ADS_1
Tiffani melambaikan tangannya lagi dan lagi." Tidak kak Johan, aku tidak bisa minum lagi, aku hampir mabuk. Aku benar-benar tidak bisa minum lagi."
Johan hanya tersenyum. "Bagaimana ini? Hanya segelas anggur. Oke kamu tidak bisa minum terlalu banyak anggur, setelah ini tidak akan minum lagi. Gelasku sudah terangkat, kamu tidak akan membiarkanku meletakkannya kembali, kan? Tiffani teman-temanku sudah melihat, apa kamu akan mempermalukan aku? itu akan membuatku sangat malu." Johan mengangkat anggurnya tinggi-tinggi.
Tesa dan yang lainnya ikut mengangkat gelasnya mendukung Johan.
"Tiffani, tidak papa, minum sekali lagi."
"Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang asisten, jadi kamu harus belajar. Jangan khawatir, kami akan menjagamu, jadi tidak apa-apa jika kamu mabuk."
"Tiffani ayo minum segelas anggur ini. Setelah ini di BBI Star Farmasi aku akan selalu melindungi mu. Aku juga bisa membantumu. Aku mengenal nyonya Dewi dan tuan Romeo dengan baik, bahkan aku juga mengenal dekat Lusiana asisten pribadi nyonya Dewi."
Mendengar kata-kata Johan Hana dan yang lain langsung berseru penuh kekaguman. "Kak Johan kamu benar-benar hebat."
__ADS_1
To be continued 🙂🙂