Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 70. Keracunan


__ADS_3

Keesokan harinya, Vindra mendapatkan telepon dari Romeo yang ingin mengajak makan siang bersama. Karena siang itu tidak terlalu sibuk, Vin pun menyetujuinya dan segera bersiap untuk pergi.


Saat tengah bersiap-siap, Billy berlari tergesa-gesa menghampiri Vin yang ada di ruang kerjanya dengan cemas.


"Tuan, ada sesuatu yang terjadi, salah satu pasien tiba-tiba pingsan. Dia sakit perut dan datang ke klinik. Aku meminta dia menunggu karena masih ada dua pasien yang lebih dulu. Tapi tak lama kemudian tiba-tiba dia pingsan." Jelas Billy.


Vin segera bangkit dan pergi untuk melihat keadaan pasien yang berada di ruang pemeriksaan sementara. Vin segera masuk dan mendapati Pasien pingsan di kursi.


Mendengar suaminya pingsan, istri pasien pun segera datang dan langsung menangis melihat kondisi suaminya.


"Suamiku, ada apa denganmu? Kenapa kamu jadi begini?" Sang istri pun meraung melihat suaminya tak berdaya.


"Jangan menangis, Aku akan memeriksanya dan memastikan kalau dia akan baik-baik saja." Vin segera berjongkok dan memeriksa denyut nadinya.


"Keracunan makanan," ucap Vin. Vin segera mengambil jarum akupuntur dan mendetoksifikasi. Vin juga meminta Billy untuk merebut beberapa ramuan saat itu juga.


Setelah beberapa jarum akupuntur di tusukkan sampai jarum yang terakhir, perlahan pasien mulai ada perubahan dan berlahan mulai sadar. Tak lama pasien langsung muntah kedalam tempat yang sebelumnya sudah di siapkan untuk membuat semua racun yang ada. Setelah itu Vin meminta pasien untuk meminum ramuan agar kondisinya segera membaik.


"Terimakasih dok, sudah menyelamatkan suamiku dari kematian. Akan aku sangat kebaikan dokter Samapi kapanpun," Ucap sang istri.


"Dok, sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


"Kamu keracunan makanan."


"Penyebab keracunan makanan, ini biasa di sebabkan oleh makanan yang sudah berjamur, atau kadaluarsa dan sudah tidak layak untuk dimakan. Yang bisa menyebabkan sakit perut, mual, pusing, dan pingsan. Lebih parahnya bisa sampai meninggal. Oleh sebab itu berhati-hatilah saat mengkonsumsi makanan dan jangan lupa lihat tanggal produksi sebelum membelinya." Jelas Vin.


Pasien nampak bingung dengan apa yang dialaminya.

__ADS_1


"Keracunan makanan? sesuatu yang kadaluarsa?"


"Kenapa dia bisa sampai keracunan makanan? sedangkan aku dan dia makan bersama dan makanan yang sama, tapi kenapa aku baik-baik saja?" tanya sang istri tak percaya.


"Kok rumah saya selalu bersih, dan selalu memastikan produk makanan sebelum membeli, seharusnya jika keracunan ya kita berdua." saut sang istri.


Vin tak ambil pusing dan menjelaskan seperlunya saja. Setelah itu pasien pun di izinkan pulang setelah mendapatkan resep.


Setelah itu Vin meminta Romi segera mengantarkannya pergi ke rumah kakak angkatnya untuk bertemu dengan Romeo dan juga Dewi sesuai janji.


Sesampainya di sana, mereka segera menyambut Vin dan membawanya langsung ke meja makan yang sebelumnya sudah disiapkan . Segera saja Dewi menuangkan anggur putih sebagai permintaan maaf.


"Vin maafkan aku sudah meremehkan kamu. Aku benar-benar minta maaf karena tidak mempercayai kamu kemarin," ucap Romeo.


" Tolong maafkan aku. Aku yang dengan ceroboh menggunakan resep rahasia yang tak penting sebagai tisu untuk melap sudut bibir. Aku benar-benar menyesal." Saut Dewi.


"Kakak, aku tidak akan menyalakan kamu.


Jika aku berada di posisi mu aku akan melakukan hal yang sama. Ketika tidak mengetahui jika resep itu penting. Jadi jangan menyalakan diri sendiri. Selain itu aku adalah pemilik saham perusahaan terbesar, tapi malah kakak yang sibuk mengatasi ini semua. Aku meras tidak berguna," ucap Vin.


Melihat sikap Vin, Dewi merasa bersalah karena sempat meragukannya." Vin mulai hari ini aku dan suamiku akan percaya sepenuhnya padamu."


Setelah itu dengan malu Dewi mengeluarkan Tisu yang berisi formula itu dan menunjukkannya pada Vin.


" Maafkan aku, karena ceroboh aku tidak sengaja memakai ini sebagai lap dan akhirnya ada tulisan yang hilang," ucap Dewi ragu.


Namun Vin malah tertawa. Vin segera mengambil pena dan menarik tisu lalu menulis uang formula itu dan memberikannya kepada Dewi.

__ADS_1


Saat sedang menikmati makan siang bersama . Ponsel Romeo berdering setelah mengangkat panggilan itu dia pun memberi tahu Vin jika akan ada tamu yang ingin menemuinya.


"Vin aku tau kamu tidak suka bersosialisasi, tapi tamu ini sangat penting dan jika kamu berhasil meyakinkannya. Tidak akan ada dokter yang akan mempersulit mu di kemudian hari."


Vin terkejut sekaligus penasaran, " Siapa?


"Nanti kamu juga akan tau." Saut Dewi.


Setelah menunggu akhirnya seorang pria paruh baya muncul.


"Selamat datang tuan Jimmy." Sapa Dewi saat membukakan pintu.


"Kamu benar-benar keterlaluan, membiarkan aku kesulitan untuk bertemu dengan kalian, bahkan beberapa kali aku pergi ke kantor kalian namun dengan hasil mengecewakan, karena kamu tidak ada di kantor," ucapnya sambil bercanda setengah serius.


Jimmy merupakan kepala departemen medis, yang mengendalikan klinik besar dan juga pusat kesehatan. Mereka sudah akrab karena pekerjaan sering mempertemukan mereka.


Jimmy pun akhirnya masuk dan ikut bergabung.


" Aku tidak pernah sembunyi darimu. Hanya saja ada sedikit masalah yang membuatku harus tinggal lebih lama di rumah.Untung saja ada dokter Vin yang membantu mengatasi masalah yang kami hadapi, hingga membuat kami sekarang lebih tenang." Jelas Romeo.


"Oya, tuan Jimmy izinkan aku memperkenalkan, ini Vin seorang ahli medis yang juga dokter kami saat ini."


"Vin perkenalkan ini tuan Jimmy, dia kepala departemen medis. Di masa depan jika ada masalah dengan perusahaan Star kamu misa menghubungi dia dan pastikan kalau tuan Jimmy menyelesaikan masalah dengan baik "


Vin mengulurkan tangannya,"Halo tuan Jimmy."


Saat keduanya berjabat tangan, Vin merasa ada sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2