
Tiger Wang segera menghentikan Nindi yang hendak menyerang Vindra lagi. Aura sebelumnya ditambah langkah barusan membuat Tiger yakin jika Vindra seorang master.
"Vindra tidak jahat padamu. Jika dia ingin menyakitimu, dia bisa saja menusuk tenggorokanmu dengan ranting bambu itu."
Nindi adalah muridnya, dia tahu seberapa kuat dia. Nindi adalah gadis yang kejam, tapi saat melihat apa yang berusaha terjadi, Nindi bukanlah tandingan Vindra.
Nindi bereaksi, dia memegang bekas merah yang ada dilehernya akibat tekanan ranting itu. Dia menyentuhnya dan dalam waktu cukup lama.
"Saudara Vindra, maafkan aku, Nindi pemarah dan agresif, tapi dia tidak jahat. "Tiger Wang sedikit membungkuk, "aku minta maaf padamu."
Melihat pria tua itu memahami kebenaran dan mengambil inisiatif untuk minta maaf, Vin segera melambaikan tangan dan menjawab, "Tuan Tiger terlalu sopan, aku juga bertanggung jawab, dan aku juga tidak terluka, anda tidak perlu minta maaf."
Tiger Wang tersenyum dan melambaikan tangannya, lalu menatap Nindi dan berkata." Nindi, kamu sudah menyerang saudara Vindra lebih dulu. Ini adalah salahmu. Apakah kamu tidak ingin minta maaf pada saudara Vindra?"
Meskipun Nindi tertekan, dia tahu dia tidak bisa memprovokasi Vindra. Dengan kata-kata Tiger Wang, Nindi menundukkan kepalanya. "Maaf."
"Tidak papa." Vindra tersenyum tipis.
"Selain kamu pemarah, kamu juga telah melukai paru-parumu dengan terus berlatih beladiri, dan hatimu penuh dengan api yang membuatmu ingin melampiaskannya sepanjang waktu."
Tiger Wang terkejut.
__ADS_1
"Aku akui Kamu hebat dalam keterampilan medis, dan aku mengakui aku tidak sehebat kamu..."
"Nindi terkejut, lalu mendengus." Tapi seni beladiri TriNem pukulan harimau, merupakan seni beladiri yang sudah turun temurun di keluarga Tiger Wang dan sepuluh kali lebih kuat, bagaimana kamu bisa mengerti tentang beladiri ini?"
Suhu tubuh Vindra berubah, pikirnya terbuka, dan dia melihat dunia yang kompleks menjadi sangat sederhana.
Vindra tidak terlalu banyak mengetahui tentang seni beladiri, tapi dia bisa melihat esensinya secara sekilas.
"Pukulan itu memang kuat dan menakutkan, tapi gerakan ke tujuh, lima belas, dua puluh satu, dan dua tiga puluh satu dibuat secara paksa dan tidak lengkap. Sayangnya itu tidak cocok dan justru merusak organ dalam dan juga saraf. Semakin meningkat fase gerakan maka akan mengalami kerusakan fisik perlahan. Saat masuk ke latihan terdalam, akan ada kerusakan organ dalam, muntah darah dari waktu ke waktu, tidak nyaman dan bahkan tidak bisa tidur. Saat latihan tahap alam dalam, tubuh tidak bisa menahan beban, lutut yang menahan beban gravitasi yang akan lebih dulu rusak."
"Pada tahap awal, akan ada tekanan balik darah, dan kaki sering sakit. Serangan jangka tengah, akan seperti asam urat, dan serangan fase akhir pengapuran dan patah. Setelah Nindi berlatih bela diri ini dia akan merasakan darahnya tersumbat, punggung belakang panas, dan paru-parunya mulai rusak, dan dia akan sering meradang. Bahkan tuan Tiger membutuhkan kompres untuk kakinya setelah selesai melakukan latihan."
Vindra menatap Tiger dan nindi. "Meski begitu, akan ada pembengkakan setiap bulannya, dan perlu obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit."
Vindra menatap Rahendra, "Tuan Rahendra lumpuh di kedua kakinya, walaupun ada faktor luka dari musuh, tapi sebelum itu terjadi, sudah ada masalah kaki sebelumnya yang tidak dia ketahui."
Rahendra memukul kepalanya sendiri." Aku dan musuh sama-sama mengalami luka yang hampir sama, Ruben bisa menyembuhkan dirinya dalam waktu dua bulan, tapi aku malah menjadi lumpuh dan duduk di kursi roda. "Rahendra menghela nafas." Ternyata tubuhku sudah bermasalah lebih dulu."
Suara Tiger Wang bergetar, "Saudara Vindra, Kakiku sakit parah, apakah itu juga karena asam urat?" Dia berlatih hampir sempurna, tetapi saat hampir mencapai level akhir, kakinya tidak bisa menahan lagi dan membuat kakinya sakit parah.
Tiger berfikir terlalu memanjakan hidupnya saat masih muda dengan makan sembarangan yang mengakibatkan di hari tuannya dia menjadi tidak nyaman dan kakinya sakit saat berjalan. Dokter dan ahli terapis juga mengatakan hal yang sama.
__ADS_1
Tapi sekarang Vindra mengatakannya yang membuatnya terkejut, jika semua yang dia rasakan ada hubungannya dengan teknik beladiri yang dia pelajari.
Vindra melihat kaki Tiger Wang dan berkata," Tuan Tiger memang memiliki gejala asam urat, tapi itu tidak cukup untuk membuat tuan Tiger lumpuh. penyebab utamanya tuan mengalami kelumpuhan disebabkan tuan mempelajari teknik beladiri yang salah. Tuan Tiger, apakah anda bisa mengingat leluhur anda yang mempelajari teknik beladiri diri ini apa pada akhirnya semuanya lumpuh?"
Tiger terkejut, lalu tersenyum pahit.
"Ayahku, kakekku, pamanku, semua pada akhirnya lumpuh, aku kira itu terjadi karena mereka sudah tua."
"Hah?! apakah mereka benar-benar lumpuh setelah berlatih TriNam? Bukankah itu berarti teknik triNam itu tidak berguna?"
"Nindi mulai saat ini dan dimasa depan kamu tidak usah berlatih teknik ini." ucap Tiger dengan tegas dan tanpa sadar Nindi mengangguk. Ninditidak ingin mempercayainya tapi kenyataan lebih kejam.
Vindra tersenyum." Walaupun teknik beladiri ini memiliki masalah, tapi tidak perlu di buang. Ada empat kesalahan teknik, aku bisa membantu untuk memperbaikinya. Setelah disempurnakan, teknik ini akan meningkat enam puluh persen dan masalah kerusakan paru-paru juga bisa di selesaikan "
Lagi-lagi Nindi dan Rahendra terkejut."Apakah kamu bisa memodifikasinya?"
"Apanya yang sulit?"
Tiger segera meraih pergelangan tangan Vindra. "Aku harus memberikan sesuatu pada saudara tertua. Selanjutnya sebagai Nyang tertua akan melindungi seluruh Redblack yang tak terhitung jumlahnya dan juga Nindi dari kelumpuhan Karena kesalahan teknik beladiri."
"Tiger Wang tidak bisa membalas semua kebaikan saudara tertua. Jika Kakak tertua tidak mau seperti ini, kita akan mengadakan perjamuan persaudaraan. "
__ADS_1
"Jika kak tertua tidak menjawab, aku anggap sebagai persetujuan."
...****************...