Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 143


__ADS_3

Dalam waktu kurang dari setengah jam, sebuah mobil Ferrari yang dikendarai wanita cantik berhenti tepat didepan bar.


Segera dia masuk kedalam bar, dan menemukan sosok Vindra yang sedang duduk sendirian.


"Ada anggur berkualitas dan wanita cantik. Jika itu tidak ada maka akan sangat membosankan."


Mendengar seorang wanita sedang bicara, Vindra langsung mendongak dan melihat sosok wanita yang cantik sedang berdiri didepannya.


Vin ingin mengambil botol anggur yang terakhir. Ambar dengan lembut menekan tangannya dan mengambil anggur tersebut dari tangan Vindra dan segera meneguk anggur tersebut sampai habis.


Dengan semangat Ambar berkata. "Bercerai."


"Bagaimana kamu tahu?" Vindra terkejut lalu kembali tersenyum. "Apa terlihat jelas diwajahku?"


"Tidak jelas, tapi surat cerai yang ada di sakumu yang mengungkapkannya."


Ambar mengulurkan tangannya dan untuk mengambil surat cerai itu. Dia tidak membacanya, tapi dia kembali melipatnya dan meletakkan kembali kesaku Vindra." Bagiamana? Apakah kamu enggan?"


Vin menggelengkan kepalanya dengan ringan. "Tidak."


"Lalu kenapa kamu menggunakan anggur untuk menghilangkan kesedihanmu? Seharusnya kamu bahagia jika kamu sudah bebas, bukankah kamu juga ingin bercerai?"

__ADS_1


Vindra bersandar di kursi," tidak akan ada yang mendukungku dimasa depan, bagiamana aku bisa bahagia?"


"Aku akan mendukungmu, datanglah ke rumah Wijaya, dan kamu akan menjadi seorang menantu."


Mendengar hal itu Vindra hanya tersenyum pahit.


"Jika kamu tidak menjawab itu artinya kamu setuju." Ambar segera meraih tangan Vindra dan membantunya berdiri, agar dia bisa membawanya pergi. "Ingat kamu akan menjadi milikku dimasa depan."


Vindra sedikit terhuyung lalu menatap Ambar." Aku baik-baik saja."


"Tentu saja aku tahu kalau kamu baik-baik saja. Aku hanya ingin membawamu ketempat yang lebih nyaman untuk melanjutkan minum."


Saat memapah Vindra, banyak pengunjung yang mengenal Ambar. Banyak bos besar dan rekan bisnis yang penasaran.


Ambar merasa tidak nyaman saat mereka bertanya sambil bercanda. "Tuan, dia Vindra. Tolong hormati dia dimasa depan."


Ambar membisikan kata-kata di telinga Vindra didepan semua orang. "Kamu harus katakan padanya dimasa depan, kalau aku adalah milikmu."


Semua orang terdiam, sebelumnya mereka mengira Ambar bercanda, namun dilihat dari keintimannya mereka yakin Vindra ada hubungan spesial.


Setelah melewati para pos besar, Ambar segera membawa Vindra masuk kedalam mobil. Saat hendak meletakkan Vindra, tanpa sengaja Ambar terbentur dahinya dan langsung terlihat benjolan kecil. Dia menggosok dahinya dengan acuh tak acuh lalu segera duduk dikursi kemudi.

__ADS_1


"Jangan bergerak."


Vindra dengan halus meraih pergelangan tangan ambar, menatap benjolan kecil di dahi Ambar dengan pandangan kabur.


Vindra langsung memeluk Ambar kedalam pelukannya, dan menundukkan kepalanya untuk mencium dahi Ambar.


Ambar kaku dan ingin berjuang, tapi Vindra begitu kuat memeluknya.


Suasana hati Ambar sangat kontradiktif saat ini, yaitu sangat menikmati jenis rangsangan seperti perselingkuhan dibawah pelukan Vindra.


"Vindra..." Ambar pun berusah menyadarkan situasinya. Ketika Ambar membuka mulutnya untuk bicara, Vindra langsung mencium bibir Ambar untuk sesat.


Wajah Ambar memerah, dia menekan dadanya sambil terengah-engah." Bajingan."


Butuh waktu beberapa menit untuk Ambar kembali dalam kesadaran nya. Setelah itu dia segera membawa Vin pergi meninggalkan bar. Saat melewati beberapa toko, Ambar berhenti di salah satu Toko.


Sesampainya didepan toko serba ada, Ambar keluar dan segera masuk kedalam toko dengan menunduk.


Setelah mendapatkan barang yang dia inginkan. Ambar segera memberimu uang kepada kasir dan lari seperti pencuri.


Kasir ingin mengejarnya, namun Ambar sudah jauh. Setelah kembali Kasir itu baru menyadari jika Amar mengambil satu kotak dulf.

__ADS_1


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2