
Keesokan harinya, Vindra dapatkan kabar tentang Morgan. Dia segera menghubungi Jhonatan dan setelah itu meminta Romi untuk mengantarkannya ke rumah sakit, tempat dimana jenazah Morgan di otopsi.
Sesampainya disana, Vindra melihat Jhonatan dan Rahendra sudah lebih dulu datang. Segera Vindra menggunakan penutup kepala dan sarung tangan, dan setelah itu dia pergi ke ruang otopsi.
Saat masuk ke dalam ruangan, bau alkohol dan darah menyeruak masuk, membuat Vindra tidak nyaman dan menggosok hidungnya beberapa kali.
Vindra mengedarkan pandangannya dan melihat banyak peralatan dan bahan kimia, di tengah-tengah ada sosok tubuh yang sudah pucat terbaring di brankar otopsi.
"Semalam, Glenn, Ben, dan Morgan di kirim ke rumah sakit pusat untuk mendapatkan perawatan setelah terluka. Setelah kondisinya membaik, mereka berencana akan kembali ke kota K.
"Glenn dan Ben mendapatkan perawatan terbaik dan mulai membaik, sedangkan Morgan terus mengkonsumsi obat, tapi dia begitu emosional, bahkan mengusir keluar semua yang datang menjenguknya. Dia mengurung diri sendirian di kamar. Saat Helikopter Glenn telah mendarat di atap rumah sakit, Glenn menghubungi Morgan untuk memastikan kondisinya dan akan menjemputnya setelah kondisinya pulih. Namun saat Glenn menghubungi Morgan, ternyata Tenggorokan Morgan telah di segel. Lukanya tidak besar namun dalam dan itu sudah cukup membawanya dalam kematian. Hanya saja senjata pembunuh itu belum bisa di identifikasi." Jelas Jhonatan.
"Tembakannya cukup keras dan memiliki keahlian yang tinggi." Jhonatan menghela nafas "Polisi memastikan jika dirinya di bunuh sebelum sempat bereaksi. Aku tidak tahu siapa yang membenci Tuan Morgan."
Kepala Jhonatan sangat pusing saat mendapat tekanan dari banyak pihak yang memaksanya untuk segera menemukan pembunuhnya.
"Aku sudah menyelidiki beberapa musuh tuan Morgan, namun setelah di selidiki kekuatan mereka jauh dibawah tuan Morgan dan tidak cukup waktu bagi mereka untuk datang di kota SB hanya untuk membunuh."
"Sepertinya pembunuh ini tidak sekedar balas dendam." Saut Rahendra.
Vindra tersenyum tipis, " Aku rasa, saat ini yang dicurigai adalah aku."
"Ya."
"Glenn dan Ben sama-sama percaya bahwa kamu yang telah membunuh Tuan Morgan. Mereka mengatakan setelah kamu menghapus pusat energi tuan Morgan, kamu khawatir tentang balas dendam, dan memutuskan untuk membunuh tuan Morgan." Jhonatan mengangguk dan menjelaskan situasinya.
"Aku juga mengatakan kamu bisa menghapuskan Tuan Morgan, dan hanya kamu yang bisa membunuhnya. Seluruh Liga Redblack M bergejolak dan mereka berteriak untuk balas dendam kepadamu. Jika Polisi tidak membatasi kedatangan mereka dalam jumlah besar, mungkin saat Ini mereka sudah memblokir mu. Saat ini kamu harus hati -hati dengan putri angkat tuan Morgan, Kirana. Kemungkinan besar dia akan menemukan kamu."
__ADS_1
"Lebih baik untuk beberapa hari ini kamu harus menghindar, bukan takut, tapi untuk menghindari kekacauan yang lebih besar lagi." Jhonatan mencoba memberi jalan, karena khawatir kepada Vindra.
Jhonatan menepuk pundak Vindra." Untuk pembunuhnya aku akan segera menangkapnya agar tidak terjadi kekacauan di kota SB."
Vindra mengangguk pelan." Opsir Jhonatan, jangan khawatir aku bisa menjaga diriku sendiri."
Jhonatan tiba-tiba mengajukan pertanyaan. "Vindra, menurutmu apa tujuan pembunuh itu membunuh tuan Morgan? Tidak mungkin karena cinta, uang, atau pun balas dendam, itu kemungkinannya sangat kecil."
Ada kilatan di wajah Vindra." Pihak lain membunuh Morgan di SB, dan tidak memberikan aku kesempatan untuk membersihkan nama baik, itu artinya pihak lain sengaja masuk dalam kekacauan ini dan menggunakan aku sebagai alat untuk menggangu ketenangan kota SB. Pembunuhnya sepertinya tahu aku memiliki hubungan dengan tuan Tiger Wang, jadi dengan kematian tuan Morgan aku di paksa didorong ke garis depan, dan tuan Tiger akan melindungi ku, Akan membuat Redblack M menjadi kesal dan akan memulai pertempuran antara dua liga utama."
"Redblack SB maju bersama mu, konflik dengan Redblack M pasti akan melibatkan tuan Alex Wiston dan kamu. Dengan seperti ini kota SB akan berada dalam kekacauan. Dengan begini tujuan utamanya bukan untuk membunuh tuan Morgan, atau membunuhku, tapi yang diinginkan adalah membuat kekacauan di kota SB, dan pihak lain ingin mengocok kartu semalam kekacauan terjadi."
Jhonatan dan Rahendra saling menatap, dan penuh dengan keterkejutan, mereka tidak menyangka Vindra begitu dalam dalam dan teliti.
Vindra menatap Rahendra. "Diman tuan Tiger?"
Walaupun Rahendra tidak menjelaskan, tapi Vindra tahu, jika tuan Tiger pergi untuk menyelesaikan masalah tuan Morgan.
"Tuan Tiger akan bekerja keras," ucap Vindra dengan penuh arti.
Sambil bicara mereka bertiga meninggalkan rumah otopsi dan berjalan menuju keluar rumah sakit.
Tiba-tiba terdengar deru beberapa mobil yang tidak terlalu jauh. Tak lama kemudian beberapa orang keluar dari dalam mobil.
Jhonatan sedikit terkejut saat melihat kedatangan mereka. Dia tidak menyangka mereka akan muncul begitu cepat.
Rahendra juga mengerutkan keningnya dan mengenali siapa mereka.
__ADS_1
Salah satu wanita berbaju hitam adalah pimpinannya. Dia membuka ponselnya dan melirik Vindra." Kamu Vindra?" tanyanya yang mendapati wajahnya sama dengan yang ada di foto.
Jhonatan dan Rahendra melihat ada aura pembunuh di matanya. Sebelum Rahendra memberitahu identitas wanita itu, Vindra lebih dulu bertanya dengan sopan.
"Siapa kamu?"
"Aku adalah murid pertama, tuan Morgan, Kirana."
"Tampaknya apa yang dikatakan Glenn dan yang lainnya benar, kamu menggunakan tongkat pemukul untuk menghalangi tuan Morgan, dan kemudian kamu menghina, dan tanpa malu kamu menghapus dan membunuhnya. Jika tidak kamu tidak akan bisa menyakiti tuan Morgan."
"Baiklah aku tidak akan bicara omong kosong, cepat berlutut, potong tanganmu, dan biarkan Redblack menghukum mu." Kirana meletakkan tangannya di punggung dan mendominasi.
Vindra menghentikan Jhonatan dan Rahendra untuk bicara dan tersenyum acuh tak acuh. "Tangan memotong sendiri? Apakah kamu bisa melakukannya?"
"Vindra jangan membuatku lebih marah."
"Jika kamu tidak bisa, aku tidak akan memotong tanganku sendiri."
"Kamu tidak bisa menghalangi kami dengan tongkat pemukul, karena setelah kamu datang di kota SB, kami sudah meninggalkan Redblack M. Jadi kamu bukan lagi anak-anak Redblack, dan kamu tidak bisa menekan kami dengan Tongkat pemukul, kamu tidak bisa menekan kami. Sekarang hidup dan mati mu ada ditangan kami
Vindra bicara tanpa komitmen, "Aku tidak paham."
Kirana semakin marah, "Vindra kamu tidak tahu dengan siapa kamu bicara?"
"Apakah kamu tidak tahu ancaman apa yang ada dihadapan mu? percaya atau tidak aku bisa membunuhmu hanya dengan satu tangan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1