Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 63. Dokter Muda Genius


__ADS_3

Vin dan Ambar segera menoleh saat mendengar suara lelaki tua yang menyebutkan nominal harga dari klinik tersebut.


Ambar terkejut melihat kemunculan Dokter Wisnu yang merupakan saudara dari Dokter Dewita. Wajahnya begitu lesu dan juga terlihat keputusaan begitu nampak terlihat jelas.


"Dokter Wisnu, anda di sini?! Perkenalkan tuan ini Vindra. Dia yang tertarik untuk membeli klinik anda. Tapi Dok, bukankah harga sebelumnya hanyalah lima puluh milyar tapi kenapa sekarang menjadi seratus milyar? Kenapa harganya meningkat dua kali lipat?" tanya Ambar bingung.


"Lima puluh milyar itu adalah harga kemarin dan dan hari ini harganya naik menjadi seratus Milyar. Ini adalah klinik ini milikku dan terserah aku ingin memberikan tawaran berapa. Kalian tidak bisa mengendalikan harga disini." Jawab dokter Wisnu dengan dingin.


"Tidak masalah jika kamu tidak punya uang untuk membelinya. Tapi jika kamu memiliki kemampuan dan bisa menyembuhkan cucu. Aku akan memberikan klinik ini secara cuma-cuma untukmu mu. Bagaimana?" imbuh Wisnu.


"Dokter, sepertinya dokter ingin mempersulit kami untuk membeli klinik ini. Anda ingin meminta Vin untuk mengobati cucu anda. Sedangkan anda sendiri sebagai seorang dokter tidak bisa mengobati cucu anda sendiri kenapa harus meminta Vin melaksanakannya." Saut Ambar dengan kesal dan menganggap dokter Wisnu hanya ingin mencari alasan, karena belum ikhlas untuk menjual kliniknya.


Vin menepuk pundak Ambar untuk lebih tenang dan tidak terpancing dengan kata-kata dokter Wisnu.


"Dokter Wisnu tidak terlalu percaya padaku karena aku terlalu muda dan tidak yakin dengan keterampilan medis yang aku miliki. Mungkin tuan Wisnu berfikir jika aku sampai membuka klinik, takutnya akan membunuh banyak orang. Tuan Wisnu mematok harga dua kali lipat untuk menyakiti ku Agar aku mengurungkan niatku untuk membeli klinik ini dan Jika aku berhasil menyembuhkan cucu dari dokter Wisnu, dokter akan percaya dengan keahlian medis yang aku miliki dan tak kuatir lagi kalau aku akan membunuh orang." Jelas Vin atas kesimpulan yang diperoleh. Namun Dokter Wisnu masih saja tetap bersikap dingin.


"Lebih baik segera tinggalkan tempat ini dan jangan menggangguku untuk melakukan pemeriksaan." Usir Dokter Wisnu.


Vin segera menarik wanita tua yang menggunakan baju merah yang seperti di minta Ambar untuk mencoba memeriksanya. Vin segera memeriksa denyut nadinya.


"Ibu ini denyut nadinya sangat lemah, mulutnya selalu kering dan saat ini sedang demam dan merasakan selalu mual. Ibu ini didiagnosis menderita demam tifoid." Jelas Vin membuat Dokter Wisnu sedikit tercengang. Tak menyangka kalau Vin bisa mendeteksi penyakit ibu tersebut dengan benar, padahal ini baru pertama kalinya dia memeriksanya.


"Kemampuan mu lumayan. Pantas saja kamu ingin sekali membuka klinik, tapi itu belum meyakinkan aku." Saut Wisnu.

__ADS_1


Wisnu dan Vin berdiri di depan laki-laki tua yang mengenakan baju hitam. Lelaki itu sangat kurus dan matanya terlihat cekung. Tubuhnya terus berkeringat dan saat ini sedang memegang perutnya dengan erat.


Wisnu menantang Vin untuk mendiagnosis lelaki tua itu, untuk meyakinkan dirinya lagi.


Vin segera meraih pergelangan tangannya sebentar langsung mendiagnosis penyakitnya.


"Perut terasa kembung, tidak nyaman saat berbaring, perut sebelah kanan terasa penuh, nyeri dan akan pembengkakan, berat badan terus menurun, bibir pecah-pecah dan mengalami sakit kepala dan demam. Bisa dipastikan dia ada masalah di limpa." Jelas Vin membuat para pasien lain mengagumi kemampuan Vin.


Wisnu menunjukkan ekspresi terkejut dengan diagnosis Vin lagi.


"Anak muda, kemampuan medi lumayan bagus." puji Wisnu.


"Kalau boleh aku katakan, resep yang dokter Wisnu berikan itu tidak bisa menyembuhkan penyakitnya." imbuh Vin


"Sebenarnya, pengobatan yang dokter lakukan bisa menyembuhkannya tapi dokter lupa kalau dia memiliki sembelit. Resep yang dokter berikan itu memang bisa mengobati penyakitnya, tapi dokter mengabaikan kalau ampas makanannya akan menumpuk dan menyebabkan sembelit. Kalau begini jadinya, dokter hanya mengobati gejalanya tapi tidak mengatasi permasalahannya." Jelas Vin membuat Wisnu semakin kagum.


Tiba-tiba seorang lelaki mendekati Vindra untuk mengobati.


"Dok bisakah mengobati tulang belakang saya yang sangat sakit?" tanya lelaki itu, membuat Wisnu menghela nafas. Pasalnya Dokter Wisnu setiap Minggu selalu memeriksa keadaannya tapi tidak ada perubahan.


Vin mencoba memeriksanya dan memijat tulang belakang lelaki itu sesaat dan membuatnya teriak kesakitan. Setelah Vin menggantikan tekanannya di setiap titik di tulang belakang samping leher, pria itu Langsung berteriak kalau ia tidak merasakan sakit lagi.


Melihat apa yang dilakukan Vin membuat mereka yakin kalau Vin adalah dokter muda genius.

__ADS_1


Akhirnya satu persatu pasien yang ada di klinik ini di periksa oleh Vindra dan mereka bergantian menunggu giliran untuk mendapatkan pengobatan dari Vindra. Dengan tenang mencoba membantu mereka dengan memeriksa pasien satu persatu dari mereka dan memberitahu langsung gejala, penyakit dan resep yang harus mereka tebus agar segera sembuh. Sedangkan dokter Wisnu dengan inisiatif membantu Vin memberikan obat sesuai yang diresepkan oleh Vin.


Satu persatu pasien yang sudah di tangani, mengucapkan banyak terimakasih dan Vin hanya membalasnya dengan senyuman.


Wisnu melihat pemandangan di depan matanya membuat matanya berbinar, bagaimana tidak kenangan yang dulu saat klinik sedang populer. Dan hari ini berkat kedatangan dokter genius yang masih muda, Wisnu akhirnya bisa melihat pemandangan itu lagi.


Setelah membantu Vin memberikan resep kepada para pasien. Dokter Wisnu pun menghampiri Vin dan langsung membungkuk di depan Vin.


"Terimakasih anak muda, kedatanganmu sudah membantu semua agar lebih baik lagi. Ini sebuah keberuntungan bagi orang-orang biasa jika kamu ingin membuka klinik medis ini. Melihat mu, membuat ku benar-benar menyesal, kenapa saat masih muda aku tidak serius dan sangat sembrono, hingga aku tidak bisa menguasai ilmu kedokteran lebih mendalam yang di ajarkan oleh ayah dan kakek."


Di depan semua pasien dan juga Ambar. Wisnu berulang kali menyatakan penyesalan. Ia pun yakin untuk memberikan klinik itu dengan harga lebih rendah.


"Aku akan melepas klinik ini dengan harga lima belas milyar untuk mu," ucap Wisnu.


Mendengar dokter Wisnu ingin melepas klinik dengan harga lima belas milyar, membuatnya sangat senang. Setidaknya Vin bisa menghemat delapan puluh lima milyar untuk klinik.


Namun jawaban Vin membuat semua orang tercengang.


"Aku tidak akan membayar klinik ini." jawab Vin menolak. Membuat Ambar bingung dan ingin bertanya-tanya alasan min menolaknya.


"Dok, tolong antarkan aku untuk melihat cucu anda. Aku ingin memastikan keadaannya." Imbuh Vin dan Dokter Wisnu pun menyetujuinya dan segera membawa Vin dan dan Ambar menemui cucunya yang lumpuh.


To be continued ☺️☺️ ☺️

__ADS_1


__ADS_2