
Setelah semua di selesaikan oleh Vin. tim medis yang di panggil pun datang dan segera mengobati luka bekas tembakan dan juga beberapa luka robek di punggungnya.
Setelan selesai di obati dan tim medis pergi, Ambar datang membawakan baju kemeja untuk baju ganti Vin.
"Pakailah ini. Pakaianmu sudah robek dan banyak noda darah. Aku harap kamu mau menerimanya." Ambar pun memberikan kemeja berwarna dongker itu kepada Vin. Karena tidak punya pilihan Vin pun menerima pemberian Ambar dan segera memakainya di bantu Ambar.
"Terimakasih atas semuanya. Karena Semuanya sudah selesai dan kamu baik-baik saja, aku akan pergi. Ada yang sudah menungguku di luar sana." Jelas Vin.
"Tidak bisakah istirahat sebentar lagi? Lukamu baru saja di obati dan obatnya belum sepenuhnya bekerja, Apa itu tidak akan menyakitimu?" Ambar ingin sekali menahan, namun sayangnya dia tidak punya alasannya.
"Aku tidak papa, Luka ini tidak terlalu menyakitkan."
"Baiklah kalau begitu, aku tidak bisa menahan mu. Setelah ini aku juga akan pulang.".
Vin pun ingin pergi, namun Ambar kembali memeluk Vindra dan mencium pipinya. Vin benar-benar tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa, lalu pergi begitu saja meninggalkan Ambar. Sedangkan Ambar senyum-senyum sendiri dan mulai tertarik dengan Vindra.
Vindra segera keluar dari gedung dan mencari keberadaan Romi yang dimintanya untuk menunggu di luar sampai dia kembali. Setelah mengedarkan pandangannya, Vin mendapati Romi yang masih setia menunggu di bawah pohon sambil memainkan ponselnya. Karena sangking asiknya dengan dunianya Romi tidak menyadari sama sekali apa yang sudah terjadi di gedung selama Vin masuk.
__ADS_1
"Apa kamu menungguku cukup lama?" tanya Vin saat menghampiri Romi.
"Tidak, Bukankah kamu baru masuk lima belas menit yang lalu?" Jawab Romi sambil menghentikan permainannya. Vin mengerutkan keningnya, padahal Vin di dalam hampir dua jam lebih dan Romi mengatakan baru lima belas menit.
"Apa kamu lapar? Perutku sangat lapar. Bagaimana kalau kita pergi ke restoran untuk mengusir perut." Ajak Vin dan Romi menyetujuinya.
Di restoran mereka segera memesan beberapa menu makanan yang mereka inginkan. Saat sedang menunggu Romi mengeluarkan sebuah kartu dan ia berikan kepada Vin.
"Apa ini?"
" Ini adalah satu-satunya harta yang aku miliki, yaitu tabunganku. Tolong berikan ini kepada Sifa untuk membantunya mengatasi kesulitan keuangan.Hanya ini yang bisa aku berikan tak ada kemampuan lain yang aku miliki." Jelas Romi.
" Bisnis apa yang bisa aku lakukan. Setiap aku mencoba untuk berbisnis pasti akan selalu gagal." Jawab Romi dengan kecewa.
"Kalau begitu untuk semua jadilah supir dan juga asisten pribadiku. Aku janji akan membantumu mengambilkan kejayaan mu, asalkan tidak ada pengkhianatan diantara kita." Ajak Vin dengan serius.
"Kamu serius! Mau memberiku pekerjaan? Kalau memang sungguh-sungguh aku setuju, saat ini aku juga sedang membutuhkan pekerjaan, jangankan untuk menjadi supir menjadi apapun aku mau," Jawab Romi dengan bersemangat.
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu setuju, mulai sekarang kamu sudah mulai bekerja denganku dan masalah gaji kita bicarakan nanti."
"Siap, berapa pun gaji yang akan kamu berikan, untuk saat ini aku akan menerimanya. Yang terpenting aku tidak menjadi pengangguran "
Disaat sedang mengobrol, tanpa sengaja Romi melihat beberapa wanita masuk ke dalam restoran dan salah satunya wanita yang pernah ia kenal sebelumnya yaitu Naomi yang merupakan mantan pacarnya. Setiap melihat Naomi, hati Romi langsung terasa sakit. Karena Naomi sudah menyakiti hatinya yang paling dalam. Tanpa tahu kesalahannya, Naomi mencampakkan dirinya begitu saja.
Melihat Romi yang terus menatap kearah para wanita itu membuat Vin berfikir jika Romi memiliki masalah dengan salah satu diantara wanita yang baru datang itu.
"Apa kamu ada masalah dengan mereka?" tanya Vin.
"Salah satu dari mereka, yang memakai baju putih itu adalah mantan pacarku. Sampai sekarang hatiku masih sakit setiap melihat dia. Apa kamu tau? Dia tiba-tiba memutuskan aku begitu saja disaat aku masih sayang-sayangnya dengan dia. Bagaimana tidak sakit hati. Mungkin karena sekarang aku menjadi miskin, lalu dia mencampakkan aku dah mencari pria lain yang lebih kaya. Sungguh terlalu." Jelas Romi yang merasakan sesak di dada.
"Saat ini dia menjadi procurement farmasi di Star Farmasi." Imbuh Romi.
'Apa? bukankah Star Farmasi itu sekarang milikku. Industri Farmasi yang diserahkan oleh tuan Romeo dan istrinya kepadaku. Mereka bilang Star Farmasi saat ini memiliki potensi untuk menjadi industri terdepan, begitu juga dengan klik yang sebentar lagi akan aku jalankan.' gumam Vin memikirkan tentang Star Farmasi
Beberapa wanita mendekati mereka berdua dengan tatapan merendahkan, Naomi yang mengetahui keberadaan Romi berjalan menghampiri lalu menyapanya dengan penuh sindiran.
__ADS_1
"Ternyata ada kalian di sini. Uuuhh... sayang sekali kalian tidak bisa masuk ke ruang VIP. Yah namanya juga laki miskin, mana mampu membeli makanan yang mewah dari restoran ini. Dan satu lagi, buat kamu Romi, aku dulu memang pengagummu tapi setelah kamu bangkrut kamu tidak jauh berbeda dengan gembel di jalanan." Sindir Naomi yang begitu keterlaluan, membuat Romi sangat marah.
To Be continued ☺️☺️☺️