Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 202. Melindungi Vindra


__ADS_3

Setengah keluar dari BBI bank, Vindra pergi ke kediaman Tiger Wang.


Penghapusan Morgan telah membuat Redblack menjadi gelap dan bergejolak.


Saat Vindra sampai, dia melihat sekilas keberadaan Tiger Wang yang tengah berdiri didepan lukisan harimau.


"Tuan Tiger." Sapa Vindra, dan seketika Tiger mengalihkan pandangannya dari lukisan menuju Vindra.


"Saudara Vindra, kamu ada disini." Tiger sangat senang dan langsung membuka tangan untuk menyambut kedatangan Vindra.


"Tuan Tiger, aku telah membuatmu dalam masalah," ucap Vindra sambil membalas pelukan Tiger. "Maafkan aku, aku akan bertanggungjawab atas apa yang sudah aku lakukan pada Morgan."


"Tidak perlu."


Tiger memukul kepala Vindra dengan pelan tanpa basa-basi, "Apa masalahnya? Jangan bilang kamu baru saja menghapuskan pusat energi Morgan? Kamu hanya memberi pelajaran padanya, dan kamu dan aku tidak memiliki masalah. Alasannya hanya karena dia lebih rendah dari yang lainnya."


"Orang tua itu terlalu sombong dalam beberapa waktu. Banyak yang dia provokasi, dan banyak yang menjadi cacat, bahkan banyak yang mati terbunuh. Sekarang seni beladiri nya telah hilang. Jadi dia tidak akan berurusan dengan musuh, dia juga tidak akan bisa menggangu kamu dan aku."


Vindra terkejut dengan kata-kata Tiger Wang, bahkan tidak ada kemarahan diraut wajahnya. Vindra tersenyum dan berbisik untuk minta maaf." Aku minta maaf, karena aku telah menghapuskan Morgan, aku yakin Morgan akan balas dendam dan akan ada tekanan dalam Redblack. Aku telah memaksanya menyerah menggunakan tongkat pemukul yang tuan berikan. Nantinya mereka pasti akan menekan tuan."


"Apa yang bisa mereka lakukan untuk menelanku?" Tiger melangkah maju dan menepuk pundak Vindra." Tetua telah memberiku kekuasaan dan juga wewenang. Dan kamu menggunakan tongkat itu untuk mengalahkan Morgan Itu tidak salah bahkan tongkat itu tidak bisa disalahkan."


"Penghapusan pusat energi Morgan tampaknya agak serius, tapi itu masih wajar. Aku akan segera menanganinya, kalau tidak dia akan balas dendam secara diam-diam." Tiger tertawa memecah ketegangan. "Jangan khawatir, dia hanyalah penguasa Kota M, kamu hanya perlu sedikit khawatir dengan anak buah tertinggi Morgan yang bernama Karina."

__ADS_1


"Untuk serangan dari master Redblack yang tersisa aku akan menyelesaikannya. Itu sangat mudah."


"Tuan Tiger, terimakasih." Vindra tersenyum lalu mengikuti Tiger berjalan kedepan.


Awalnya Vindra datang untuk mengatakan jika dia tidak bisa menangani masalah ini, dirinya yang akan melakukannya sendiri. Namun setelah mendengar perkataan Tiger, Vindra pun mengurungkan niatnya dan takut Tiger Wang akan tersinggung.


Tiger tertawa," Berhenti memikirkan hal-hal yang buruk. Ayo ikut, aku akan menunjukkan satu set beladiri padamu, dan kamu bisa istirahat dan makan bersamaku."


Tiger menunjukkan jarinya pada Rahendra. "Rahendra, siapkan domba panggang utuh, aku ingin makan dan mabuk bersama Vindra nanti."


Rahendra dengan hormat mengangguk." Baiklah aku akan menyiapkannya."


Akhirnya setelah makan dan minum bersama, Vindra segera pamit dan meninggalkan kediaman Tiger. Setengah Rahendra mengantarkan Vindra, dia kembali berjalan mendekati Tiger dan memberikan secangkir teh padanya.


Rahendra mengangguk pelan, "Aku sudah mengantarkannya."


"Beri Benyamin perintah, biarkan dia membawa orang untuk pergi ke kota M untuk mengawasi pergerakan Redblack disana. Perintahkan pasukan khusus untuk melindungi Vindra secara diam-diam." Secara bersamaan Tiger menjatuhkan dua perintah sekaligus.


"Dimengerti, aku akan segera mengaturnya." Jawab Rahendra dengan hormat.


Lalu dia kembali bertanya dengan ragu-ragu. "Tuan, apakah tuan benar-benar akan melindungi Vindra?"


"Tentu saja, dia adalah saudaraku sehari dan saudaraku untuk selamanya. Selain itu dia sudah menyelamatkan hidupku. Jika aku tidak melindunginya, siapa lagi yang akan melindunginya? Dan aku melakukan ini juga untuk kebaikan Morgan, aku takut jika Vindra sudah marah, seluruh Redblack kota M akan berlumuran darah karenanya. Kamu tahu sendiri keterampilan Vindra dan keberanian Vindra, dia bisa melakukan apa saja jika ada yang ingin membunuhnya." Jelas Tiger yang berfikir cukup jauh untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.

__ADS_1


Rahendra menundukkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa."


"Dan apa kamu tahu tujuan Morgan datang ke kota SB kali ini? Dia telah mendapatkan perintah dari Kelompok Lan, untuk mengatur sekelompok untuk mengajar di kota SB. Aku mendengar mereka ingin menyusup masuk di dalam liga beladiri Redblack saat mengetahui aku duduk di kursi roda. Selama bertahun-tahun, Redblack SB berada di puncak kejayaan dan hal itu membuat Ketua dari Redblack yang lain cemburu. Meskipun pertempuran Vindra agak keras, tapi itu telah membuat rencana mereka gagal dan secara tidak langsung telah mengalahkan mereka. Jadi depan umum ataupun pribadi aku akan melindungi Vindra."


"Entah apakah itu Redblack M ataupun dari kelompok tetua Lan. Jika mereka bermasalah dengan Vindra, mereka harus menginjak mayatku terlebih dahulu." ucap Tiger dengan tenang tapi tegas.


Hal tersebut bahkan membuat Rahendra merinding. "Dimengerti."


Tiger Wang adalah pemimpin sekaligus tulang punggung Redblack, dan semua anak-anak Redblack. Jadi apapun situasinya dia akan melindungi seluruh pasukan yang berada dibawah pimpinannya, termasuk Vindra.


Ding...


Pada saat ini telepon Rahendra berdering. Rahendra buru-buru mengangkat untuk menjawabnya.


Beberapa saat kemudian ada perubahan di wajah Rahendra dan ponsel di tangannya terjatuh.


"Apa yang terjadi?" tanya Tiger dengan acuh tak acuh.


Wajah Rahendra pucat. "Morgan Terbunuh..." Kalimat sederhana tapi mampu membungkam siapapun yang mendengarnya.


Namun Tiger Wang masih nampak tenang, dia meremas cangkir yang ada dan kembali menyesap tehnya." SB Akan bergejolak..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2