Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 149. Kesalahan Besar Rahendra


__ADS_3

"Kamu berani menyerang dan menyakiti diam-diam. Apa kamu tahu siapa aku? Apakah kamu tau siapa tuanku?"


Vindra hanya mencibir saat mendengar kata-kata Dara." Aku tidak perduli siapa kamu. Siapapun yang bersikap liar di klinik CRISHAN, aku akan membuat perhitungan. Jangan kan kamu, Tiger Wang pun sama. Jika ada yang datang ke klinik CRISHAN dan ingin menjadi liar, aku tidak akan segan-segan menghancurkannya. "


Robi hanya bisa bergumam, kalau ini tidak akan baik-baik saja, Vindra telah memprovokasi Tiger Wang, dan kemungkinan besar sesuatu yang buruk akan terjadi, tapi Robi hanya diam dan tidak menasehati Vindra.


Mendengar kata-kata Vendra membuat murid Redblack menjadi marah dan menunjuk Vindra untuk menantangnya berkelahi.


Dara tersenyum dengan marah.


"Cepat selesaikan dia, buat tangan dan kakinya patah. Kemudian bongkar tempat ini untukku. Aku ingin melihat apa dia masih akan keras kepala."


"Kamu sudah menantang ku, aku tidak akan berbelas kasih lagi padamu."


Kilatan cahaya melintas dan jangan yang lain melesat. Detik berikutnya Dara berteriak tanpa sadar dan mundur beberapa langkah, mencoba menghindari serangan dari Vindra.


Dara berusaha untuk menghindar tapi, tangan Vindra terlalu cepat dan dia tidak bisa menghentikannya.

__ADS_1


Serangan Vindra melukai organ dalamnya dan menghancurkan pusat energinya.


Pusat energi adalah mesin bagi praktisi ahli bela diri. Jika pusat energi di hancurkan, semua kemampuan bela diri akan hilang.


Dara teriak sekali lagi dan mundur tiga langkah, dia langsung jatuh berlutut dengan ekspresi panik.


Dia ingin berdiri melawan Vindra, tapi menemukan dirinya tidak memiliki kekuatan lagi dan sedikit darah mengalir dari sudut mulutnya. "Apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Dara penuh dengan Kemarahan.


Vindra meletakkan tangannya dipunggung. "Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya menghancurkan pusat energimu, dan sekarang kamu tidak berguna."


"Berani sekali kamu melakukan itu padaku." Dara sangat marah dan dia ingin bangun melawan Vindra, namun yang ada dia malah terjatuh lagi. Saat ini Dara memiliki ekspresi kesedihan dan kemarahan. Dia tidak pernah berharap ini akan terjadi, dia adalah putri kebanggaan, yang diharapkan akan menjadi penerus selanjutnya, tapi sekarang dia menjadi orang yang tidak berguna.


Bang bang bang...


Vindra menendang menggunakan satu kakinya dan membuat lusinan orang yang menyerang, langsung teriak kesakitan. Akibatnya tidak hanya menghancurkan pusat energi, tapi juga memberikan rasa sakit yang luar biasa dan membuat mereka tidak akan bisa berlatih bela diri lebih dari setahun.


Rahendra menjadi sangat marah dan dia berbicara dengan susah payah. "Anak muda, tidak kah kamu memikirkan konsekuensi tangan mu yang terlalu kejam?"

__ADS_1


"Konsekuensi? Pernahkah kamu berfikir konsekuensinya kamu datang kemari dan bersikap liar?"


"Ini tidak sama. Ini hanyalah klinik medis kecil, kamu tidak memenuhi syarat jika dibandingkan dengan balai persekutuan Redblack. Kamu bahkan tidak memenuhi syarat untuk menanyakan konsekuensinya. Kamu menghapus pusat energi putriku, melukai murid-muridku. Bahkan jika aku tidak bisa membalasku, tuanku pasti akan melakukannya untuk mendapatkan keadilan. Anak muda, kamu harus memikirkan menyelesaikan masalah ini." Wajah Rahendra penuh dengan niat membunuh, namun dia tidak berdaya.


Vindra hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan itu. Dia melangkah maju dan menatap Rahendra." Sebenarnya kamu membuat masalah besar."


Rahendra menatap Vindra dan bertanya, "Apa kesalahan besar itu?"


"Cidera di tubuhmu memang masalah besar bagi dokter lain, tapi bagiku itu adalah hal yang mudah. Aku bisa membuatmu berdiri lagi sebentar lagi."


"Omong kosong."


"Aku telah mengenal banyak dokter terbaik dan pergi di banyak rumah sakit terkenal. Tapi tidak ada satupun yang berani mengatakan bisa menyembuhkan lukaku. Keterampilan bela dirimu memang bagus tapi keterampilan medis mu seperti anak TK. Jangan pernah berfikir kamu bisa mengalihkan perhatianku, kamu sudah melukai putriku dan juga murid-murid ku yang lain. Hal ini tidak bisa diselesaikan dengan mudah. Beri kamu penjelasan, tau kami yang akan memberikan penjelasan padamu."


"Kalau begitu, lihatlah obat ajaibku." Senyum seketika muncul dan jarum perak keluar saat itu juga.


Sebelum Dara dan yang lain bisa berteriak, dia langsung menancapkan jarum perak di tubuh Rahendra.

__ADS_1


"Jangan sakiti ayahku." teriak Dara.


__ADS_2