Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 185. Perisai untuk Tiffani


__ADS_3

'Tuan Glen?'


Vindra pun mengangkat kepalanya, dia sadar jika Tiffani menganggapnya sebagai perisai. Namun demikian Vindra tidak marah.


Tiffani menjawab dengan tersenyum," Kamu bilang bisa membawa teman datang, dan Vindra ini kakak ipar sekaligus teman, jadi tidak masalah kan?"


Reni menatap Vindra dengan sengit dan kebencian yang tak terlukiskan. Dia datang ke kota SB hanya beberapa waktu, tapi Vindra membuatnya sangat menderita. Di Toko antik dia di buat menderita dan dimarahi tuan Tritan.


Di pesta malam ini dia tidak bisa membuat kesalahan, jadi saat dia melihat Vindra secara naluriah dia menolaknya.


"Bagaimana? Apa kamu tidak mengizinkan aku ikut serta? Baiklah kalau begitu aku tidak akan ikut bersenang-senang." Tanya Vindra sambil membalas tatapan Reni.


Tiffani berkedip, "Jika kakak ipar tidak pergi, aku juga tidak pergi."


"Masuklah ke mobil." Reni menyela perkataan Tiffani, sambil menunjukkan sikap tidak suka kepada Vindra.


Meskipun dua kejadian yaitu toko antik dan Marsel mengejutkan Reni, tapi tetap saja dia menganggap Vindra pria yang tidak memiliki latar belakang dan Reni sangat membencinya.


Dibanding tuan Glenn yang merupakan pria terhormat dari kota K dan saat ini juga menyukai Tiffani membuat Reni menganggap Vindra hanyalah sampah.


Saat ini dia hanya khawatir Tiffani tidak akan pergi ke pesta, jadi dia hanya bisa menahan dirinya dari amarah untuk sementara.


Reni segera membukakan pintu tanpa memberikan ekspresi kepada Vindra.


"Kakak ipar ayo masuk." Melihat suasana canggung Tiffani segera menarik Vindra masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di klub tempat diadakannya pesta.


Sesampainya di pintu, Reni meminta Tiffani untuk masuk lebih dulu dan dia menghalangi Vindra dari sudut.


"Vindra kamu sangat memuakkan, apa kamu tidak tahu apa-apa tentang dirimu sendiri?"


"Mengetahui tentang diri apa?" Jawab Vindra samar.

__ADS_1


Wajah Reni tenggelam, "Kamu membuka klinik kecil, bercerai, kamu seperti benang kusut, benar-benar orang yang tidak berguna. Mengapa kamu masih menggangu Tiffani? Apakah keluarga Gultom tidak memberitahumu dengan jelas tentang celah dirimu?"


"Aku tahu kamu sedikit mampu, tahu cara menyembuhkan, mengetahui barang antik , tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan kekuatan kekayaan. Sebaiknya kamu menjauh dari Tiffani, kamu sama sekali tidak layak untuk Tiffani."


Vindra tersenyum." Apakah kamu salah paham akan sesuatu?"


"Apa maksudmu?"


Reni menjadi marah saat mendengar ini." Maksudmu, Tiffani yang mendekati kamu? Kamu benar-benar sombong, apa maksudmu? Kamu diusir oleh keluarga Gultom, dan Tiffani pergi mendatangimu?"


"Aku beritahu kamu ya, Kamu tidak hanya tidak memenuhi syarat menjadi pasangan Tiffani, tapi kamu juga tidak diperbolehkan menjadi teman biasanya. Kamu sama sekali tidak selevel dengan kami."


"Asal kamu tau, aku mengajak Tiffani untuk ikut pesta, karena aku ingin memperkenalkan dia dengan seorang pria muda. Penampilan kamu akan membuatnya tidak bahagia." Reni berperilaku sangat kasar pada Vindra.


Vindra mencibir, dan saat ingin membalas perkataan Reni, Tiffani lebih dulu kembali.


"Kakak ipar kenapa kamu belum masuk?" Teffani segera meraih tangan Vindra. Dia kembali karena takut Vindra melarikan diri untuk sementara waktu.


"Vindra bilang dia sedang tidak enak badan, jadi dia berhenti disini dan berkata padaku ingin meminjam uang untuk pulang naik taksi dan beristirahat."Saut Reni dan ia mengeluarkan tiga lembar uang lalu memberikannya kepada Vindra.


Tiffani khawatir, "Kakak Ipar, apa kamu baik-baik saja? Apa kamu ingin pergi ke rumah sakit?"


"Aku baik-baik saja, setelah melihatmu." Jawab Vindra sambil tersenyum dan memberi tatapan mengejek pada Reni.


"Ayo masuk." Vindra meraih tangan Tiffani dan membawanya masuk.


Reni sangat marah, bahkan dia menghentakkan kakinya di belakang mereka, sambil menggertakan gigi dia berkata," Lihat saja, kamu pasti akan malu, tuan Glen akan marah, dan kamu akan menyesali keputusanmu."


Didalam sudah banyak pria dan wanita berkumpul, mereka mengenakan pakaian berkualitas dan menunjukkan penampilan mereka sesuai status mereka.


Melihat kedatangan Tiffani semua orang menoleh dan menatapnya.


"Reni, kamu sudah datang." Sapa salah satu pria sambil tertawa, lalu memeluknya.

__ADS_1


"Tuan Glenn, maaf kami terlambat, kamu bertemu dengan anjing liar jadi butuh beberapa saat untuk sampai sini." Jawab Reni sambil tersenyum lalu membalas pelukan Glen." Maafkan aku."


"Suatu kehormatan kamu bisa datang kemari, kita bicarakan ini nanti saja."


Glenn menyesap anggur di gelas dan menatap Tiffani." Ini Nona Tiffani yang kamu ceritakan?"


"Ya, dia Tiffani."


"Halo, nona Tiffani." Glenn mengulurkan tangannya." Aku Glenn dari keluarga terpandang kota K, saya harap kita bisa menjadi akrab."


Tiffani yang cantik dan sederhana, membuat pikiran jahat Glenn muncul. Dia ingin menghancurkan Tiffani.


"Halo, tuan Glenn." Sapa Tiffani dengan sedikit mengangguk, tapi dia tidak menjabat tangan Glenn, sebaliknya dia melirik Vindra dan tersenyum. "Biarkan aku juga memperkenalkan padamu, ini pacarku Vindra."


Dia melihat tatapan mesum lawan, jadi dia menggunakan Vindra sebagai perisai.


"Pacar?!" Mata Glenn langsung terbelalak.


"Tuan Glenn, Tiffani hanya bercanda denganmu." Reni langsung membongkar sandiwara Tiffani." Dia adalah saudara ipar Tiffani, lebih tepatnya mantan saudara ipar, dia ikut serta hanya untuk menemaninya. Selain itu dia hanyalah dokter di klinik kecil dengan biaya konsultasi yang sangat murah. Bagaimana Tiffani bisa melihatnya."


Semuanya langsung tertawa terbahak-bahak, mereka tidak menduga orang yang membuka klinik kecil bisa datang ke pesta orang kaya.


"Oh, begitu ya, agak menarik." Glenn mengangguk kemudian memandang Vindra dengan jijik, tanpa senyuman. "Kakak ipar kamu harus bersikap baik, atau kamu akan mendapatkan masalah."


Glenn bicara dengan tenang, tapi dengan ancaman dan kemarahan diwajahnya karena melihat Tiffani hampir jatuh dipelukan Vindra.


Tiffani buru-buru berteriak, "Dia benar-benar pacarku."


Yang lain langsung kekeh, menganggap trik Tiffani terlalu buruk.


"Tiffani berhenti main-main." Glenn terbahak-bahak.


"Hei..." Suara itu jatuh, Vindra segera memeluk pinggang Tiffani dan sedikit membungkuk untuk mencium pipi Tiffani.

__ADS_1


"Bukankah ini benar adanya?"


...****************...


__ADS_2