Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 64. Dunia begitu sempit


__ADS_3

Dokter Wisnu pun membawa Vin dan Ambar menemui cucunya yang sedang membaca buku di teras rumah samping klinik.


Vin melihat seorang gadis cantik yang duduk di kursi roda.


"Kek, Apa dia orang yang akan membeli klinik milikmu? Sudah aku katakan, kakek tidak perlu menjual klinik, kakiku sudah lumpuh dan tidak mungkin bisa sembuh."


"Aku ini kakekmu dan kamu adalah cucu satu-satunya yang aku miliki. Aku akan melakukan segala cara agar kamu bisa sembuh. Jika kamu meninggalkan kakek sendirian, semua yang kakek miliki tidak ada gunanya lagi. Hanya kamu harta yang paling berharga milik kakek." ungkap Wisnu menyemangati cucunya yang sedikit putus asa.


"Kek, bukankah masih ada Naura. Dia sudah banyak membantu merawat kita. Lebih baik kakek berikan padanya. Naura akan menemani kakek di hari tua kakek setelah aku tiada." jawab Lusiana sambil tersenyum.


"Naura memang rajin, tapi aku tidak yakin dengannya. Percayalah pada kakek, keyakinan kakek kamu bisa sembuh masih tinggi. Tolong jangan putuskan harapan kekek dan kamu tidak perlu memikirkan apapun. Kakek akan berusaha semaksimal mungkin. "


Mendengar keyakinan kakeknya, Lusiana pun tak melanjutkan perkataannya. Dia menoleh ke arah Vin dan ambar.


"Lusiana, kakek lupa memberitahumu. Perkenalkan dia Vindra, dia dokter genius yang akan mencoba memeriksa kamu." Jelas Wisnu.


"Halo dok, senang bertemu denganmu. Kamu dokter yang baik. Jangan tertekan saat mencoba memeriksa kondisiku. Aku sudah siap mental,"ucap Lusiana sambil menepuk rekapan medis tentang penyakitnya.


Sejenak Vin membacanya. Lalu tersenyum dan berkata," Aku tidak tertekan sama sekali. Aku sudah bisa mendiagnosisnya.


"Maksudmu? Apa kamu bisa menyembuhkan aku?"


"Apa kamu benar-benar serius bisa membantu cucuku agar bisa berdiri kembali?" tanya Wisnu serius.


Vin mengangguk." Ya, aku bisa menyembuhkannya."

__ADS_1


"Jika kamu berhasil menyembuhkannya, Klinik ini akan menjadi milikmu dan aku akan berhutang banyak Budi padamu."


"Jangan bercanda dok, Aku masih baru ingin mengobati Nona Lusiana." Vin mengeluarkan jarum perak miliknya.


"Permisi Nona, Aku akan melakukan pengobatan akupuntur. Bisakah Nona menaikan sedikit roknya, agar aku bisa melihat kondisi kakinya," ucap Vin dan Lusiana mengangguk dan ia pun memperlihatkan kakinya yang pucat.


"Bagaimana kamu akan mengobati kaki cucuku?"


"Membuka blokir aliran darahnya dan mengaktifkan vitalitas otot." Jawab Vin sambil menancapkan jarum akupuntur di kakinya.


Tak lama terdengar suara panggilan dari koridor. Vin benar-benar terkejut saat melihat yang datang adalah Regina mantan pacarnya, yang sudah kabur bersama Martin dari amukan dirinya waktu itu.


"Regina, siapa yang kamu bawa ini?" tanya Wisnu saat melihat lelaki yang berada di samping Regina.


"Apa kamu yakin Regina?" ayahnya saja sudah menyerah saat mencoba untuk mengobati Lusiana." Tanya Wisnu dengan keraguan pada Billy.


"Izinkan dia mencobanya paman, tidak ada cara lain untuk membantu Lusiana sembuh." saut Billy.


"Tapi aku sudah memanggil dokter Vindra untuk membantu menyembuhkan Lusiana dan dia akan melakukan pengobatan akupuntur." Wisnu menjelaskan sambil menunjuk ke arah Vin.


"Apa?! dokter Vindra." Regina segera mengarahkan kepalanya dan menatap Vin tengah berjongkok disamping Lusiana.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Regina dengan terkejut.


"Kamu bisa datang kemari, aku juga bisa datang." Jawab Vin singkat.

__ADS_1


"Apa kamu mengenalnya Regina?" tanya Wisnu.


"Tentu saja aku mengenalnya, dia seorang menantu di rumah mertuanya. Dia mantan pacarku. Dia juga tidak pernah belajar di kedokteran. Jika dia di biarkan, yang ada dia akan membunuh Lusiana."


" Hay Vin! Aku tau kamu tidak memiliki keahlian medis, kamu hanya ingin mencelakai Lusiana saja kan. Tidak akan aku biarkan itu terjadi. Jika kamu ada masalah denganku, cukup cari aku jangan sampai kamu melukai Lusiana. Kalau sampai sesuatu terjadi pada sepupuku, aku akan membunuhmu." Wisnu berusaha menahan Regina namun tidak bisa, Regina berjalan cepat untuk menghampiri Vin dan langsung mengangkat tangannya dan langsung menampar Vin.


Ambar terkejut dengan sikap Regina. Ambar tidak terima dan ia pun langsung menampar balik Regina cukup keras hingga Regina mundur dua langkah kebelakang sambil menutupi pipinya yang habis mendapatkan tamparan.


"Jangan pernah, mencoba untuk menyakiti Vindra, atau aku akan membuatmu menyesal." Ancam Ambar karena kesal.


Regina menghampiri Wisnu untuk berlindung.


" Kek. Apa kakek tidak percaya? Aku mengatakan kebenaran kek. Dia hanya ingin membunuh Lusiana untuk balas dendam." Jelas Regina tapi Wisnu tidak begitu percaya.


Segera saja Regina melindungi Lusiana agar Vin tidak bertindak lebih jauh.


"Apa yang kamu lakukan. Jangan halangi Vindra untuk membantu Lusiana." Ambar berusaha melindungi.


"Kakek Wisnu, aku tidak tau bagaimana kamu bisa menemukan laki-laki ini. Tapi aku yakin hanya aku saja yang bisa membantu Lusiana sembuh." saut Billy.


"Benarkah? Bagaimana kamu bisa yakin kalau kamu bisa membantu mengobati kaki Lusiana?" tanya balik Wisnu.


"Karena aku mewarisi jarum sembilan dan juga Jarum emas." jelas Billy membuat Wisnu terkejut.


To Be continued ☺️☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2