Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 198. Tamparan


__ADS_3

"Bajingan, berani sekali kamu menantang ku? Apakah kamu ingin mati?" ucap Steven sebelum kedua matanya bertatapan langsung dengan Vindra.


Awalnya Steven ingin menunjukkan kekuasaannya, namun setelah melihat orang yang ada dihadapannya, tubuhnya langsung bergetar, jiwanya terbang ketakutan, dia benar-benar tidak menyangka kalau orang yang menantangnya adalah Vindra.


"Vindra..." Steven langsung lemas dan hampir berlutut. Sejak kejadian beberapa waktu yang lalu, Steven memiliki bayangan hitam terhadap Vindra.


"Sepupu, dialah orangnya, Vindra. Dia sudah menyakiti tuan Glenn dan aku." jelas Ben sambil menatap Vindra penuh kebencian, tanpa melihat ekspresi Steven saat ini.


Vindra menjawab langsung, "Ya, aku yang melakukannya. Apa kamu punya pendapat?"


Tanpa sadar Glenn mencibir Vindra dan mengatakan jika dirinya terlalu bodoh.


"Vindra jangan terlalu sombong, apa kamu berani membuat sepupuku marah?" teriak Ben.


"Diam."


Akhirnya Steven pulih dari keterkejutannya dan langsung menendang Ben dengan tiba-tiba. Ben terhuyung dan jatuh,


Semua orang, baik Marcel, Glenn dan yang lainnya terkejut, bahkan Dara begitu heran dengan sikap yang ditunjukkan Steven saat ini.


Ben saat ini yang paling terkejut, dia tidak tahu kenapa sepupunya itu malah menendang dirinya.


Steven sangat marah karena dia harus berurusan dengan Vindra. Dia sudah mengorbankan putra dan putrinya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tapi kali ini dia kembali di hadapkan dengan Vindra, membuatnya ingin menangis namun tidak ada air mata.


'Sepupu sialan.' gerutu Steven.


"Apa kamu tuli?" Vindra kembali angkat bicara.


Vindra melangkah maju dengan tangan di punggung, menatap Steven dengan main-main. "Aku bertanya padamu, apakah kamu punya pendapat?"


"Tidak berani." Steven menggelengkan kepalanya.


Steven memang memiliki nama, dan termasuk master tersembunyi, tapi dia juga tergantung dengan siapa lawan yang dia hadapi.


Didepan Vindra, dia tidak lebih dari seekor semut yang bisa di injak Vindra kapan saja, jadi bagaimana dia bisa menentangnya. Meskipun dia diberi ribuan keberanian, dia tidak akan berani menantang Vindra.


"Berlutut." Teriak Vindra memberi perintah. Dia tidak memberi wajah pada Steven, jika dia tidak memberi pelajaran, Steven pasti akan menggangu orang lain lagi.

__ADS_1


Begitu kalimat itu jatuh semua orang tercengang, dan begitu semua orang ingin menertawakan kesombongan Vindra, mereka dibuat terkejut saat melihat Steven begitu patuh dan dengan begitu saja berlutut di tanah.


Melihat adegan ini Marcel begitu senang melihat Vindra menyelesaikan Steven, dia merasa sedikit beruntung karena Vindra masih memberinya wajah.


"Berlututlah dengan benar." Vindra menendang Steven dan bicara acuh tak acuh.


Plakkkk....


Vindra memberi tamparan keras di wajah Steven.


"Datang untuk melawanku lagi."


Steven tidak melawan dan tidak mengatakan apa-apa.


Bang...


Backhand kembali mengenai wajahnya.


"Kamu masih tidak berubah, masih saja menindas orang lain."


Plakkkk...


"Ini yang terakhir. Jika aku bertemu dengan mu menjadi liar dan berani menginjak ku, kamu tahu sendiri apa konsekuensinya."


"Paham." Baru saat ini Steven berani bicara dan menganggukkan kepada seperti domba kecil.


Mata Vindra penuh ejekan, dia menatap Ben yang saat ini kebingungan. "Aku sudah katakan, bahkan jika sepupu mu datang kesini, kamu tidak akan bisa menemukan jalan untuk pulang. Kalau tidak percaya, tanyakan pada sepupumu, apakah dia berani melawan sekarang?"


Vindra mengeluarkan sapu tangan, lalu menyeka tangannya dan dia pun kembali bicara pada Steven." Ingat kamu sudah berani menggertakku, menggangu teman-temanku, dan juga membakar klinik medisku," ucap Vindra sambil menepuk pipinya pelan. Vindra masih memberi satu kesempatan terakhir pada Steven sebelum akhirnya dia akan melenyapkannya." Ingat sepupu dan kamu yang akan menanggungnya."


Steven kembali bergetar setelah mendengar kata-kata Vindra. Ben meminta dirinya meminjamkan anak buah dan mengatakan akan membakar klinik medis kecil. Tanpa berpikir panjang dirinya pun mengirimkan enam anak buahnya untuk menerima perintah Ben, namun siapa sangka jika klinik kecil yang di maksud adalah milik Vindra.


"Ben yang memanggilku ke sini."


Steven sangat marah, merasa Ben telah menjebak dirinya. Dia pun segera bangkit berdiri dan berjalan mendekat Ben.


Plakkkk...

__ADS_1


"Cepat, segera minta maaf pada tuan Vindra."


Wajah Ben sedikit berubah, dan dia pun bertanya." Sepupu kenapa aku harus minta maaf? dia sudah menginjak-injak aku."


Plakkkk...


Steven tidak banyak bicara dan kembali menampar wajah Ben.


"Siapa yang menyuruhmu menggangu keluarga tuan Vindra?"


Plakkkkk....


"Siapa yang menurutmu membakar klinik medis tuan Vindra?"


Plakkkk...


"Siapa yang menyuruhmu menantang tuan Vindra?"


Ben di tampar tiga kali dan membuat sudut mulutnya mengeluarkan darah.


Ben menutup wajahnya yang bengkak dan berteriak." Mengapa kamu memukul ku? Aku memintamu datang kemari untuk memberi pelajaran pada Vindra dan membunuhnya untuk ku." Ben sangat marah dan tidak mau minta maaf, dia tidak tahu kenapa sepupunya itu begitu takut pada Vindra.


Bahkan jika Vindra sedikit mampu, tidak seharusnya dia mengalahkan dirinya sendiri dan menyenangkannya dengan berlutut, seharusnya Vindra lah yang melakukan itu.


Bahkan jika Steven takut pada Vindra, Ben tidak akan takut, karena bagaimanapun dia memiliki persahabatan dengan Glenn dan tuan Tritan yang akan mendukung di belakang.


Melihat adegan yang mengejutkan lagi, Marcel seperti mendapatkan hadiah yang luar biasa, walaupun dirinya sampah, tapi melihat Ben dan Glenn yang saat ini tak lebih dari dirinya yang menjadi sampah.


"Apa kamu kesulitan untuk berbicara?" Steven kembali menampar Ben lagi.


"Cepat berlutut dan minta maaf."


Ben menutupi wajahnya dan terhuyung-huyung." Aku tidak tahu caranya minta maaf dan aku tidak tahu apa kesalahan yang aku lakukan." teriak Ben.


Akhirnya Ben tidak bisa menahan diri lagi." Cukup!"


"Apa yang dia lakukan sampai membuatmu takut? Siapa itu Vindra? Dia hanyalah seorang menantu, dokter kecil, ayahnya hanyalah seorang budak, dan ibunya hanyalah penjual di pasar. Apa yang membuatmu takut padanya? Bahkan apa yang membuat mu takut, belum tentu itu akan membuatku takut. Aku masih memiliki tuan Glenn dan juga tuan Tritan yang akan mendukung ku dan bisa membuatnya di injak-injak sampai mati. Untuk apa aku harus minta maaf padanya?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2