
( Sebelum lanjut baca, kalau sudah bosan, bilang seperti sinetron azzzzab, bertele-tele. Lebih baik stop bacanya, daripada bikin otor down. Otor sudah berusaha update sebisa mungkin dan author buat sesuai alurnya. kalau alurnya nanti berantakan, memangnya ada yang mau bantuin menyelesaikan? gak kan, yang ada malah menghujat 😮💨)
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Malam hari, pintu masuk Sunwai terang benderang dan orang-orang datang dan pergi.
Fendi dan keluarga Gultom mengendarai mobil ke tempat parkir, kemudian berjalan menuju pintu masuk restoran.
Seorang wanita yang ramah dengan sopan menghentikan Fendi dan yang lainnya. "Halo, apakah anda tuan Vindra?"
"Tuan Vindra? Aku Mateo, aku sudah memesan tempat disini."
"Maaf, Sunwai tidak akan menjamu tamu malam ini. Silahkan pergi semuanya, Saya tidak bisa menerima tamu malam ini. Sekali lagi maaf." ucap Nona penyambut tamu dengan tersenyum.
Miranda dan yang lainnya sedikit terkejut ketika mereka mendengar ini dan mereka tidak terima.
"Kenapa tidak bisa menjamu tamu? Aku beri kamu kesempatan untuk menjelaskannya." Mateo tiba-tiba tenggelam dan merasa malu didepan umum.
"Maaf Sunwai sudah dibooking malam ini. Terlepas apakah itu makan malam ataupun reservasi, tempat ini harus dibersihkan. Tentu saja kami akan memberikan kompensasi kepada pelanggan dalam beberapa hari. Tapi malam ini, jika tidak ada undangan, jika bukan untuk tuan Vindra, kalian tidak akan bisa masuk." Dia menyampingkan tangannya lagi. "Silahkan Pergi."
Sifa ragu-ragu dan berkata, "Kakak ipar, ibu, mari kita ganti tempat saja."
__ADS_1
"Kita pergi seperti ini, dimana kamu meletakkan wajah keluarga Gultom?" Saut Tania tidak puas.
"Apa sudah dibooking? Saya tidak perduli apakah tempat ini dibooking atau tidak. Singkatnya, jika aku ingin makan disini, kamu harus menerimanya. Jangan lupa, kamu mengatakan pelanggan adalah raja." Mateo bicara dengan marah.
Nona penyambut tamu masih menyikapi dengan tersenyum. "Maaf, saya tidak bisa menerimanya, semuanya silahkan pergi."
"Aku Fendi Rapunzel, Bos Besar dari Grup Rapunzel. Biarkan manager mu keluar dan menemui ku."
"Maaf, manager sendang menyiapkan makan malam untuk tuan Vindra dan mereka tidak ada waktu untuk keluar."
"Bajingan, siapa yang memberimu keberanian untuk berbicara denganku seperti ini" Fendi menampar, membuat Nona penyambut tamu berteriak sambil memegangi wajahnya yang cantik dan terhuyung mundur.
Sifa sedikit mengernyit, merasa tidak perlu mempermalukan wanita yang menyambut.
"Minggir, atau minta manager mu keluar, atau bos besar akan bertindak," ucap Fendi dengan dingin.
Tiba-tiba beberapa seorang wanita keluar dan Sifa mengenalnya, dia adalah Rina. Dia tersenyum dan berjalan ke arah Fendi. " Bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa kamu adalah bos besar Rapunzel?"
"Siapa kamu? Oh ternyata Rina. Apa Dominic memberimu keberanian untuk menentang pelanggan lama?" Fendi menyipitkan matanya.
Rina tidak buru-buru dan tertawa perlahan dan berkata, "aku dan tuan Dominic sama-sama orang kecil, bagaimana bisa kami masuk dimata tuan Rapunzel. Hanya saja tuan Santoso sudah memesan tempat ini malam ini. Dia ingin menjamu tamu terhormatnya, tuan Vindra. Jika dia tahu bahwa kamu disini untuk membuat masalah dan menghalangi tamu terhormatnya, aku pikir dia akan marah."
__ADS_1
"Apa? Tuan Santoso yang memesan tempat ini?" Keringat dingin Fendi mengalir." Apakah tuan Santoso mengundangmu?"
"Apakah kamu pikir aku akan menggunakan tuan Santoso sebagai kedok?"
Fendi berkeringat deras, tapi masih percaya diri dan berkata, "Jangan menekan tuan Santoso, kamu juga berteman dengannya."
"Itu benar. Ayah dan ibu Fendi menelpon. Bukankah tuan Santoso dengan patuh membiarkan ibuku bebas?" Saut Tania.
Fendi menggerutu dan ingin sekali mencekik Tania, tapi dia masih mendengus." Ternyata tuan Santoso adalah tuan di pesta ini, kalau begitu kami akan memberikan kenyamanan.Paman, bibi, Sifa, ayo pindah tempat." Fendi pura-pura tenang. "Ayo pergi ke restoran layar, aku mengundang kalian semua malam ini."
Gultom dan Miranda sangat enggan, tapi mereka juga tahu bahwa Fendi tidak mampu menyinggung Piter Santoso.
Tepat ketika Gultom dan Miranda berbalik, lampu menyala dengan terang, dan sebuah mobil melaju dengan pelan. Didepannya ada tiga Hummer anti-peluru hitam, dibelakangnya ada enam kendaraan off-road yang dimodifikasi, dan di tengah adalah Lincoln yang diperpanjang, bodynya mengkilat dan rodanya berputar pelan namun mematikan.
Rina dan yang lain, buru-buru menghentikan emosi mereka untuk menyambut." Tuan Santoso, ada disini."
Fendi dan yang lain berdiri di samping tanpa sadar, mereka memandang kovoi dengan rasa ingin tahu tamu kehormatan Piter Santoso.
Pintu terbuka, dan dua belas pria berbaju hitam muncul lebih dulu, berkeliling dengan waspada. kemudian empat pria berbaju abu-abu keluar, menatap kerumunan dengan mata tajam. Setelah memastikan bahwa tidak ada bahaya, pintu Lincoln yang diperpanjang perlahan terbuka.
Satu kali keluar lebih dulu dan setelah menginjak tanah, orang di dalam mobil melompat ke luar. Seluruh orang langsung muncul di depan Gultom, Miranda, dan yang lainnya
__ADS_1
Tania berteriak," Vindra ..."
To be continued 🙂🙂🙂