
Setelah menyindir Romi, Naomi menggoda Vin dan ingin mengajaknya masuk, Namun Romi segera mencegahnya.
"Kamu boleh putus denganku tapi kamu tidak bisa merendahkan aku. Memang aku sedang bangkrut tapi suatu hari nanti pasti akan aku buktikan kalau aku bisa bangkit. Wanita seperti kamu bisa aku cari dan masih banyak di luar sana," ucap Romi dengan kesal.
Rasa sakit hati yang sudah di berikan Naomi Membuat Romi benar-benar membenci Naomi bahkan sedikit persamaan itu pun sudah tidak ada lagi.
"Oya aku lupa, kalau kamu saat ini sudah benar-benar menjadi orang miskin. Atau jangan-jangan kalian datang kesini hanya mencuci piring di dapur restoran? Ha..
ha... sangat memalukan. Asal kamu tau, restoran ini hanya menerima pelanggan yang memiliki kartu member untuk bisa masuk ke ruang VIP, dan aku rasa kalian tidak memilikinya. Ah tentu saja, kalian kan hanya orang miskin." Dengan ringan kata, Naomi merendahkan mereka berdua. Vin hanya mengerutkan keningnya, ia tak mengeluarkan sepatah katapun untuk membela Romi dan masih duduk di salah satu meja yang ada di bagian luar.
Sebenarnya, Vin enggan masuk ke restoran tersebut, namun karena Romi memaksa dan mengatakan ia punya kartu member, membuat Vin menyetujuinya.
Perdebatan mereka pun menarik perhatian para pramusaji, dan mereka pun berinisiatif untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
Romi mengeluarkan kartu member yang dia buat lima tahun lalu dan memperlihatkannya kepada Naomi. Tapi Naomi malah menertawakannya. Saat itu beberapa pelayan menghampiri untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Melihat kartu member Romi itu, Naomi sudah paham namun di perjelas oleh pramusaji yang ada.
"Mohon maaf tuan, kartu member yang tuan miliki itu sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah melebihi tanggal ketentuan pembaharuan." jelasnya membuat Romi benar-benar terkejut. Dan merasa malu dengan Vin, karena sudah memaksanya untuk makan di restoran tersebut. Jika dirinya tau tak mungkin Romi bersikeras untuk membawanya.
"Maafkan aku Vin, aku tidak tau kalau kartu memberku sudah tidak bisa di pakai lagi. Aku membuat kartu member ini saat aku masih memiliki banyak uang saat saat bangkrut aku tidak ingat lagi untuk memperbaharui karu member ini." Jelas Romi dan benar-benar menyesal.
"Kamu tidak usah kuatir Romi, biar aku yang mentraktir." Vin mengeluarkan kartu yang diberikan Ambar dari dompetnya dan langsung diberikan kepada pramusaji.
Semua tercengang termasuk Naomi dan beberapa teman wanitanya. Naomi pun langsung bungkam saat melihat black card yang di miliki Vin yang menandakan jika Vin bukanlah orang sembarangan. Karena hanya beberapa orang saja yang bisa memiliki kartu tersebut dan mengakses apapun yang dia inginkan.
Mengetahui kartu tersebut merupakan black card VVIP, para pramusaji itupun langsung menyambut Vin dan Romi bahkan Manager Ana segera datang untuk menyambut.
__ADS_1
"Mohon maaf tuan, kalau pelayanan kami kurang baik. Kami benar-benar tidak tau kau tuan, merupakan member VVIP restoran kami. Kalau begitu biarkan saya mengantarkan tuan untuk pergi keruang yang sudah di sediakan," ucap Manager Ana dengan sopan.
"Tidak papa, lain kali tolong setiap tamu yang datang di hargai. Setidaknya tanya baik-baik dan tidak langsung menyindir. Jika aku mau restoran ini bisa tutup hari ini juga dan satu hal lagi untuk kalian para pelayan, bersikaplah lebih ramah lagi kepada pelanggan." Vin pun menasehati mereka, namun Naomi masih saja terus menyindir.
"Alah, kamu hanyalah pelanggan baru, jangan sok menasehati mereka. Mereka jauh lebih berpengalaman dan lebih tau menghadapi Para pelanggan." saut Naomi.
"Kamu! apa aku bisa mengatakan sesuatu padamu? Aku ingin memberitahumu, Sebenarnya kamu itu sedang mengahadapi suatu penyakit yang bisa menyerang mu kapan saja Karena pola makan mu yang tidak sehat Kalau aku lihat, Kamu sering mengalami kembung, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Kalau boleh aku ingatkan hati-hati dan jaga lambungmu, jika tidak kapan saja kamu bisa terkena kanker lambung. Itu semua di sebabkan pola makan mu yang tidak bagus." jelas Vin, Naomi sempat kaget, namun Naomi tidak mempercayai semua kata-kata Vin.
"Jangan bicara omong kosong kamu. Aku baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan pencernaan ku. Memangnya kamu tau darimana kalau aku akan mudah terserang kanker?" dasar pembohong." Saut Naomi benar-benar tidak percaya.
"Kalau kamu tidak percaya aku tidak perduli, yang terpenting aku sudah memberitahu mu. Aku bisa memastikan sebentar lagi kamu akan merasakan gejala itu." jawab Vin dengan santainya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
Tiba-tiba, Naomi merasakan perutnya sangat mulas dan tanpa bisa di tahan lagi, tiba-tiba Naomi buang angin dengan sangat nyaring. Seketika beberapa teman yang datang bersama Naomi langsung menjauh begitu juga dengan para pramusaji yang langsung menutup hidung.
__ADS_1
Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan Naomi, benar-benar sangat malu dan merasa kehilangan muka. ia pun menghubungi Andre kekasih barunya untuk datang membantunya menghadapi masalahnya.
To be continued ☺️☺️☺️