Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 109. Mengakui Kesalahan


__ADS_3

Malam tadi kondisi Nella stabil, namun pagi ini tiba-tiba kondisinya menurun.


Mega bergegas memeriksa dan menjadi bingung." Dimana letak kesalahannya?"


" Kami juga tidak tau, kami sudah memantau dan tidak ada yang menyentuh tubuh Nona Mars, dan obat di suntikan sesuai petunjuk. " jawab yang lain.


"Kondisi saat ini jauh lebih buruk dari saat dia kecelakaan. Harus segera di lakukan tindakan operasi. Situasinya sangat berbahaya, dan operasi penuh resiko. Kita harus menstabilkan situasi terlebih dahulu." Mega segera meninjau data, dan melirik Nella, namun sesuatu segera di tangkap Mega.


" Kenapa Jarumnya hanya ada delapan? dimana satunya? siapa yang mencabutnya?.


" Kami tidak tau, kami tidak mengeluarkannya. Mungkin jarum itu jatuh dengan sendirinya, atau karena aliran darah yang terlalu deras." Jawaban para dokter yang lagi-lagi yang tidak tau.


Mega memeriksanya dengan cermat dan membungkuk untuk mengambil jarum tersebut dari lantai, "Sepertinya ini karena tidak sengaja. Dengan hilangnya satu jarum mengakibatkan efek akupuntur berkurang, dan membuat kondisi pasien memburuk. Tapi tidak masalah, Lani pasti bisa mengatasinya."


Mega dengan cepat mengambil keputusan, dan segera berteriak memanggil Lani." Lani kamu bisa menggunakan jarum lagi untuk menstabilkan pasien, aku dan yang lain akan segera mengatur untuk melakukan tindakan operasi." perintah Mega


Wajah Lani langsung pucat, tangan dan kakinya gemetar, dan dia tidak menjawab. Sebenarnya Lani lah yang mencabut jarum yang ada di leher Nella, pagi ini saat dia datang menemui Nella. Vindra sempat mengingatkan untuk tidak menarik jarum yang ada dileher Nella, namun Lani tidak puas dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Vin. Ia pun secara sengaja menarik jarum tersebut.


"Lani, apa yang kamu lakukan? Cepat berikan jarum lagi, karena kondisi pasien dalam bahaya." Perintah Mega.


"Dokter Mega, kondisi pasien sudah memburuk, aku tidak bisa mengendalikannya."


"Apa kamu bilang? Jangan bercanda"


"Pasien baru mengalami kecelakaan mobil kemarin, dan sudah berada diambang Kematian, dan kamu menggungkan jarum perak untuk menstabilkan dan menyelamatkannya. Situasi saat ini sepuluh kali lebih baik daripada saat kecelakaan, tapi kenapa kamu tidak bisa melakukannya? Jangan bercanda, cepat lakukan dan selamatkan. Jika sesuatu yang jadi, tuan Mars akan marah besar."

__ADS_1


Lani Bakti nampak putus asa, lalu mendengar suara dari luar, " bagaimana dengan kondisi putriku?" tanya Sintia Mars.


Sebelum Lani Bakti bisa membela diri, Tuan dan Nyonya Mars segera masuk dengan cemas.


"Kondisinya memburuk."


"Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah kamu mengatakan kondisinya stabil tadi malam, asal segera melakukan tindakan operasi jam sembilan."


"Bukankah kamu mengatakan kalau dia akan baik-baik saja. Bagaimana situasinya berubah sekarang?" tanya Sintia dengan panik.


"Tuan dan Nyonya Mars, jangan khawatir. Ada Lani disini yang akan membantu menstabilkan kondisi Nella."


Tuan Mars memandang Lani." dokter Lani tolong selamatkan putriku, aku akan segera memberimu satu milyar."


Semua dokter memandang Lani dengan kekaguman dan kecemburuan.


"Cepat selamatkan putriku." Desak Sintia.


"Tuan dan Nona Mars, dan dokter Mega. maafkan aku, aku tidak bisa melakukannya." Lani merosotkan tubuhnya di lantai dan menangis.


"Bukan aku yang menyelamatkan Nona Mars, aku bukanlah seorang dokter, aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak bisa menyelamatkan orang. Vindra lah yang menyelamatkan dia." Lani pun mengakui kebohongannya sendiri.


Sintia Mars langsung menampar wajah Lani hingga bengkak. Sintia memukul Lani membabi buta, Lani pun di tangkap polisi dan menyesali.


Mega segera mengambil nomor Vindra dari Lani Bakti dan segera menuju klinik CRISHAN saat mendapatkan alamatnya.

__ADS_1


Sesampainya di klinik CRISHAN dia langsung menemui Vindra dan alangkah terkejutnya dia.


"Kamu!"


Melihat wajah yang dikenalinya, Mega terkejut, dan tidak menyangka kalau Vindra adalah orang yang menyelamatkan Nella.


"Masuk mobil! jarum ditarik Lani Bakti, kondisi nona Mars kritis,"ucap Mega.


"Kami saat ini dalam tekanan, karena Nona Mars tidak keluar dari bahaya, diperkirakan Nona tidak akan bertahan sampai sore ini, jika kami terus seperti ini." jelas Mega.


"Jarum di tarik?!" Vin tau jika jarum yang menancap dileher dicabut, waktu Nona Mars tidak akan lama lagi. Tapi dia tidak memberitahu Mega mengenai hal ini.


"Aku pikir, keluarga Mars langsung yang akan mengundangku."


"Lani Bakti menipunya, dengan mengatakan menyelamatkan Nona Mars, hal itu membuat Tuan Mars sangat marah. Mereka tidak mempercayaiku, rumah sakit, dan bahkan kamu sekarang. Mereka bilang padaku untuk berhenti dan akan mencari rumah sakit dan dokter lain untuk menyelamatkan putrinya. Aku masih ingin melakukan sesuatu untuk rumah sakit, dan aku harus menebusnya dengan menyelamatkan Nona Mars atau kami yang menangani Nona Mars tidak akan bisa kembali bekerja dirumah sakit delapan atau sepuluh tahun kedepan dan rumah sakit juga akan mendapatkan masalah. Jadi aku memintamu untuk membantu. Apakah kamu bisa membantu menyelamatkan Nona Mars? Setidaknya kamu membantuku mempertahankan reputasiku." Jelas Mega mengenai kondisi sebenarnya.


"Pemikiran yang bagus. Jangan khawatir, Nona Mars akan baik-baik saja. Kemarin aku bisa menyelamatkannya dan hari ini aku bisa menyembuhkannya. Bahkan aku bisa menyembuhkan penyakit kulitmu. Jangan lupakan kamu harus datang untuk menyapu lantai," ucap Vin dengan santai dan kembali mengingatkan Mega tentang taruhan saat menyematkan Jimmy Wiston.


"Jika kamu bisa menyelamatkan Nona Mars, dan merubah pandangan Tuan Mars. Jangankan menyapu lantai, aku akan mengakuimu sebagai guru."


Vin mengangkat bahunya. "Maaf aku tidak bisa mengangkat kamu sebagai murid."


"Bajingan apa yang kamu katakan? Aku seorang mahasiswa kedokteran bermartabat, menganggap mu sebagai guru, apa kamu masih tidak mau?"


"Aku sudah memiliki dua murid yaitu, dokter Lin dan dokter Wisnu. Menerimamu sebagai murid, sama saja menampar wajah mereka.

__ADS_1


Tubuh Mega seketika bergetar, tak percaya dan tidak habis pikir mengenai dokter Lin dan dokter Wisnu memuja Vindra dan menjadikannya guru.


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2