
Mendengar suara itu, Keisa kembali merasa gembira dan segera menyambutnya.
"Tuan Mars, dia sudah membuat masalah denganku, memukul orang, bahkan menyegel rumah sakit, kamu harus mendukung ku," jelas Keisa.
Dokter Rian dan yang lain pun segera menyambutnya, "tuan Mars."
Pria itu menggosok punggung Rian, setelah itu meninju perutnya. "Dasar tidak berguna."
Opsir Raden malu, biasanya dia mendominasi tapi kali ini dia memilih untuk minggir dan melihat mana yang akan dia ikuti di masa depan.
"Bajingan, aku beritahu kamu, dia adalah tuan Mars, keponakan tuan Jack Mars, yaitu Neilon Mars." jelas Keisa yang penuh percaya diri kembali.
"Dia pemegang saham utama rumah sakit ini, kami memanggilnya tuan Mars. Kualifikasi apa yang kamu miliki? Apa yang akan kamu lakukan untuk menentang keluarga Mars? Apakah kamu tidak akan berlutut dan memohon belas kasih padanya?" imbuhnya.
"Tuan Mars. Apakah dia pemegang saham utama? apakah dia pelindungmu?" tanya Vindra.
"Iya. Kenapa, kamu takut? Jika kamu tidak takut, aku akan berlutut, menjilat sepatumu sampai bersih dan akan memberimu seratus juta, dan meminta tuan Mars untuk membiarkan kamu pergi. Kalau tidak, kamu dan ayahmu akan mendapatkan masalah besar."
"Vindra, keluarga Mars tidak mudah di provokasi. Apakah kamu akan memanggil Ambar untuk membantu?" bisik Sifa. Sebenarnya Sifa tidak ingin menyebut nama Ambar, namun saat ini Vindra berurusan dengan keluarga Mars. Jika tidak segera di selesaikan, maka Vindra akan mendapatkan masalah begitu juga dengan ayah mertuanya.
"Tidak papa, tidak perlu khawatir," jawab Vin.
Sifa mengernyitkan keningnya, dalam situasi ini, Vin masih saja tidak perduli, namun Sifa sekali lagi memilih percaya dan tidak membujuk Vin lagi.
"Siapa yang memberimu keberanian untuk mengatakan ini? Apa kamu tahu tentang keluarga Mars? Keluarga Mars setara dengan keluarga Wang, nona Wijaya, yang memiliki kekayaan miliar. Darimana kamu mendapatkan kepercayaan untuk melawan keluarga Mars?"
Sebelum Vin mengatakan apa-apa, Neilon memaksa maju dan menatap Vin dengan dingin.
"Apakah dia yang membuat masalah?" tanya Neilon yang ditujukan pada Keisa.
"Iya, tuan Mars. Dia orangnya." jawab Keisa.
Pada saat ini Keisa memiliki keberanian, karena merasa dirinya dilindungi oleh Neilon Mars. Dia mengangkat alisnya dan mencondongkan wajahnya.
__ADS_1
"Brengsek, bukankah tadi kamu memandangku? Sekarang aku berinisiatif maju lebih dulu. Sekarang apakah kamu masih berani untuk melakukan nya lagi?" tantang Keisa yang berdiri disamping Neilon.
Menghadapi provokasi dari Keisa, Vin tak banyak bicara, dia mengangkat tangannya dan langsung menampar pipi Keisa dengan keras.
"Ah-" Sekali lagi Keisa berteriak, kali ini dia terhuyung mundur setelah mendapatkan tamparan tak terduga. Keisa benar membayangkan jika Vin masih memiliki keberanian untuk menyerangnya.
Keisa yang merasa tertindas pun, mengambil kesempatan lagi untuk memprovokasi Neilon dan menggarap perlindungan darinya.
"Tuan Mars, kamu lihat sendiri apa yang dilakukan anak ini. Dia sudah menganiaya dengan memmukulku, bahkan memukulku di depan kamu. Bukankah itu sama saja sebuah penghinaan bagimu? Dia sudah melanggar hukum, dan dia sama sekali tidak takut dengan keluarga Mars."
Neilon mengangkat tangannya, untuk menghentikan orang-orang yang sudah terpancing dan ingin menyerang Vindra. Neilon tersenyum pada Vin.
"Bagus, bagus sekali. Aku sudah sering melihat orang yang berani menantang, tapi baru kali ini kamu berani memprovokasi ku. Aku tidak akan bicara omong kosong lagi. Mereka akan mematahkan kaki dan tanganmu, dan wanitaku tinggal bersamaku selama tiga hari, maka semuanya selesai," ucap Neilon.
Vindra menyeringai, " Apa-apaan kamu?"
"Apa kamu tau? Aku marah!" saut Neilon dengan arogan.
"Selesaikan dia!" Neilon memberi perintah.
Vin tak banyak bicara, mengeluarkan ponselnya dari saku, dan menghubungi seseorang, tak lupa menekan tombol mengeras suara, agar semuanya bisa mendengarnya.
Panggilan telepon terhubung dengan cepat, terdengar suara pria yang tertawa saat mengangkat panggilan dari Vindra.
"Halo saudara Vin, ada hal penting apa sampai kamu mengubungiku?" tanya Jack Mars di seberang telepon.
Mendengar suara itu, senyum Neilon seketika membeku.
"Tuan Mars, ada seseorang yang ingin menggangguku. Dia bernama Neilon Mars, apakah dia ada hubungannya denganmu? Jika ada aku akan memotong satu tangan, dan kakinya. Ah... tidak, dua tangan dan dua kakinya."
Mendengar ucapan Vindra, Jack Mars berhenti tertawa, "Saudara Vin, dia adalah keponakan-"
Belum selesai bicara, Vin maju dan langsung menendang Neilon Mars. Detik berikutnya, Vin mematahkan kaki Neilon.
__ADS_1
Semua yang melihat terdiam, dan Neilon teriak kesakitan.
Keisa ternyata melihat, Vin yang tidak hanya berani pada dirinya, tapi dia juga berani melawan Neilon Mars.
Semua anak buah Neilon marah, dan mereka mengepung Vin, dengan maksud mendesak Vin. Namun Vin sama sekali tidak menghiraukan mereka, matanya tetap tertuju pada Neilon yang meringis kesakitan.
"Tuan Mars, sebentar lagi kamu akan membawa pergi anak buahmu dari sini. Tapi sebelum itu aku akan mematahkan tanganmu terlebih dulu, agar mereka bisa mengangkat tubuhmu keluar dari sini."
"Jangan lakukan itu!" saut Neilon dengan gemetar.
"Sebenarnya siapa kamu?"
"Tidak perlu tau siapa aku. Terpenting saat ini membalikkan semua kata-katamu." Vin menyimpan tangannya di punggung dan mengabaikan tatapan pahit Neilon.
"Rumah sakit Kusuma hampir membunuh ayahku, kamu ingin mematahkan tangan dan kakiku, bahkan kamu ingin membawa wanita ku untuk menemani kamu tidur. Kali ini aku tidak akan membiarkanni, aku akan mematahkan kaki dan tanganmu, agar kamu tidak bisa melakukan apapun lagi, paham."
"Tuan Mars, bajingan ini hanya ingin menyudutkan kamu, bahkan dia tidak menghargai keluarga Mars, lebih baik bunuh saja dia," ucap Keisa.
Sebelum dia bisa menjawab, telepon miliknya berdering dan ia langsung menjawab, teguran Jack Mars di telepon membuat Neilon tak bisa berbuat apa-apa.
Dengan penuh tekanan, Neilon menatap Vindra yang tengah.
"Tuan Vindra, maafkan aku..." ucap Neilon sambil membungkuk.
"Kamu tahu kamu salah?!"
Di telepon, jelas-jelas Jack Mars menegur Neilon Mars untuk minta maaf pada Vindra jika tidak ingin mati dan di usir oleh keluarga Mars.
Neilon Mars tidak bisa menebak siapa sebenarnya Vindra, namu dia percaya pada pamannya yang sudah melindunginya selama ini tidak mungkin membohonginya. Jadi dia hanya bisa menekan semua amarahnya dan tertunduk di depan Vindra.
"Tuan Vin, aku benar-benar minta maaf, aku melakukan kesalahan dengan menggertak mu dan kaki ini sebagai hukuman, di masa depan aku tidak akan merendahkan kamu lagi "
Vin menarik tangan Neilon dan langsung mematahkannya, teriak Neilon benar-benar terdengar kesakitan.
__ADS_1
"Ini sebagai hukuman atas kesalahan mu." Vin segera membawa ayahnya dan Sifa meninggalkan rumah sakit .
to be continued 🙂🙂🙂