Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 121. Naif dan konyol


__ADS_3

Setelah Vindra pergi, Neilon yang tak terima, mendorong bawahannya yang ingin membantunya, menjauh darinya. Neilon mengambil ponselnya menggunakan tangannya yang utuh untuk menghubungi pamannya.


"Paman, apa salahku? Kenapa saat anak itu menghubungi mu, kamu memintaku patuh tanpa syarat? Dia bukan pahlawan kota SB, ataupun anak dari orang kota KN. Kenapa kamu mendesak ku seperti ini?" tanya Neilon dengan ketidakpuasan dan juga penuh dengan keluhan. Jika saja Jack Mars tidak menghentikannya, dia ingin menginjak-injak Vindra saat itu juga.


"Dia hanya seorang dokter, benar-benar tidak memiliki latar belakang." imbuhnya.


" Jika kamu tidak bicara tentang keterampilan medis nya, mari kita bicara mengenai hubungannya. Tidak ada satu orang pun di kota SB yang bisa menandinginya. Dia adalah saudara dari Dominic wang, Romeo Wiguna, dan baru-baru saja dengan Dewa Marlin, serta teman dekat Ambar Wijaya, selain itu dia adalah tamu dari saudara-saudara Wiston," jelas Jack Mars dengan tenang.


Seketika kemarahan Neilon Mars terpotong, namun dia masih keras kepala. "Jadi apa? Vindra hanya teman dekat mereka, dan aku adalah kerabat mu."


"Dominic wang dan yang lain akan menghancurkan kamu demi Vindra. Apa kamu tau, saudara-saudara Ederson menyinggung Vindra, satu masuk penjara dan satunya lagi meninggal karena kecelakaan. Apa kamu juga tau, Julio Wells dan putranya menyinggung Vindra dan mereka, satu di tembak mati dan yang lainnya menghilang. Kamu pikir kamu lebih kuat dari pasukan Ederson? atau lebih hebat dari Julio Wells? Paman beritahu, jika Vindra akan membunuhmu, keluarga Mars tidak bisa berbuat apa-apa." Jelas Jack Mars.


Ucap Jack Mars pada akhirnya menghancurkan kemarahan Neilon Mars, jika dia ingin tetap hidup, itu artinya dai harus mengakui kekalahan.


****


Setelah keluar dari rumah sakit, Vin membawa ayahnya menuju tempat parkir.


"Aku benar-benar minta maaf, aku tidak menyangka kalau rumah sakit Kusuma begitu kejam, meninggalkan ayahmu di ruang gawat darurat untuk mengobati dirinya sendiri. Jika aku tau, aku akan mengemudi sedikit lebih lama dan membawanya ke rumah sakit Umum.


"Bukan urusanmu, ini memang niat buruk rumah sakit, tapi semuanya sudah berakhir, dan ayahku akan baik-baik saja." Jawab Vin yang sedikit melunak, kerena Sifa sudah menemukan ayahnya dan jika Sifa tidak membantunya, mungkin ayahnya akan meninggal.


"Bagaimana kondisi ayahmu sekarang? Apa kamu ingin pergi ke klinik ibuku?" Sifa memandang Aryo Arfian yang berada di kursi roda dalam kondisi tidak sadarkan diri. "Sepertinya dia kehilangan banyak darah, harus segera dirawat sesegera mungkin."


"Tidak, ayahku baik-baik saja. Hidupnya tidak lagi dalam bahaya, hanya saja aku akan membawanya ke rumah sakit untuk observasi nanti."

__ADS_1


"Vin, apa kamu ingin pergi ke kantor polisi untuk menjelaskan? Jangan sampai Neilon Mars dan yang lain menuntut kerena sudah menyakiti orang lain."


"Tidak aku akan baik-baik saja." jawab Vin sedikit kaku, karena kondisi mereka yang saat ini berada di titik beku.


"Kali ini Keisa dan rumah sakit ini akan tutup."


"Apakah Jack Mars orang yang kamu telepon?" tanya Sifa lagi. Saat itu Sifa berada di samping Vin dan mendengar percakapan mereka di kombinasikan dengan ketakutan Neilon Mars yang bisa di simpulkan jika itu adalah Jack Mars.


"Iya, itu Jack Mars. Aku ada sedikit persahabatan dengannya."


"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan Jack Mars?" Sifa benar-benar bingung, suaminya sendiri yang tidak berguna itu bisa berteman dengan Jack Mars yang tidak sembarang mau bertemu dengan orang.


Sebelum Vin menjawab, Sebuah RV melaju dan berhenti di samping Vindra dan Sifa. Pintu mobil terbuka dan Muncul sosok wanita anggun dengan jaket merah dan kaca mata hitam. Beberapa staf medis mengikutinya di belakang.


Tim medis segera mengangkat kursi roda itu dan segera membawa Aryo kedalam RV. Vin menemukan jika RV itu memiliki tanda rumah sakit dan memiliki beberapa set peralatan medis yang sebanding dengan rumah sakit kecil.


Ambar menatap Vindra, "Kami khawatir tentang hidup dan matinya dua hari yang lalu, tapi tidak menyangka akan menemukannya disini."


"Terimakasih kenapa Sifa yang sudah menemukan ayahku," ucap Vin sedikit malu.


"Ya, Nona Sifa, aku minta maaf. Aku hanya menatap ayah mertua dengan khawatir, sampai aku tidak menatap mu, maaf." Ambar membuka kacamata hitamnya dan melemparnya pada Vin, lalu dia mengulurkan tangannya pada Sifa.


"Terimakasih sudah mengantarkan ayah mertuaku ke rumah sakit. Vindra dan aku akan membahas kebaikan mu nanti. Jika kamu menginginkan permintaan, katakan saja, Kami akan memenuhinya."


Sifa langsung menjadi dingin." Nona Ambar, tolong harga dirimu sendiri, sangat tidak beradab untuk menjadi yang muda, dan jangan memanggil dia dengan sebutan ayah mertua dengan penuh harapan."

__ADS_1


"Apa kamu tidak ada rencana untuk menceraikan Vindra?"


"Bukan urusanmu, bicara tentang perceraian, Kamu jangan ikut campur."


Ambar tersenyum main-main." Nona Sifa, untuk apa kamu bertahan, jika kamu tidak mencintainya kenapa kamu tidak mencerminkan dia saja? Itu akan menjadi lebih baik untuk mu dan juga Vindra."


"Bukan urusanmu untuk mengajariku. Kamu tidak perlu menjadi orang luar yang campur tangan masalah ku dengan Vindra." Sifa merasakan ada kepahitan di hatinya.


Sedangkan Vin tidak bisa berkata apa-apa. Vin tau apa yang ada di pikiran Sifa, Dia hanya bisa tersenyum tipis dan menghadapinya dengan tenang.


"Nona Sifa kamu benar. " Ambar tersenyum tipis, "Tapi aku bukan orang lain, aku adalah saudara perempuan Vindra yang baik."


"Oke baik." Vin menyela perdebatan mereka.


"Nona Ambar, bisakah membawa ayahku pergi ke rumah sakit? dan Sifa, hari sudah larut, biarkan aku mengantarkan kamu pulang."


"Tidak aku bisa pulang sendiri, lebih baik kamu makan makanan lunak." Sifa menolak Vindra begitu saja, dan melirik Ambar Wijaya lalu masuk ke dalam BMW Merah dan segera pergi.


Setelah Sifa pergi, Ambar menekuk bibirnya, "Nona Sifa, benar-benar naif dan konyol. Makanan lunak apa yang harus dimakan?


Vindra adalah dokter terbaik di dunia, dan megang jaringan terkuat, cepat ataupun lambat akan berdiri di puncak, untuk apa dia perlu makanan lunak ( wanita simpanan)?


"Sifa Gultom, cepat atau lambat kamu akan menyesalinya..."


To be continued 🙂 🙂🙂🙂

__ADS_1


__ADS_2