Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 100. Pilihan sulit


__ADS_3

Vin dan Jhonatan duduk dalam mobil sambil minum soda dan menyaksikan anak buah Jhonatan bergerak, membereskan semuanya.


"Bagaimana keadaan Romi dan Anna?"


"Jangan khawatir, Peluru yang bersarang di betis Romi sudah dikeluarkan dan Anna sudah di tangani tim medis. Aku juga sudah meminta dua perawat khusus untuk merawat Sifa dan juga mengirim seseorang untuk melindunginya secara diam-diam."


"Vindra, aku telah melakukan kesalahan padamu. Maafkan aku." imbuh Jhonatan. Karena masalah ini dan penyelamatan Kakaknya, Jhonatan sepenuhnya percaya kepada Vindra.


"Ini hanyalah masalah kecil." saut vindra, saat melihat ekspresi Jhonatan yang sedikit tegang.


"Hukuman apa Yanga akan mereka dapatkan?" tanya Vindra saat menoleh ke jendela dan melihat Leo Ederson dan Gianna di giring polisi.


"Mereka akan mendekam di penjara. Bukan untuk balas dendam pribadiku tapi kejahatan Leo Ederson dan Gianna sudah cukup lama. Kejahatan pasukan Ederson sudah terlalu banyak, Tidak hanya memenjarakan orang yang tidak bersalah, tapi menghancurkan mereka yang tidak bersalah dan juga menyembunyikan para penjahat di dalam pangkalan Keamanan Oktagon. Bahkan Rangga Ederson telah mengambil seorang penjahat kejam. Siapa yang tidak kenal dengan sebutan penjagal di malam hujan? Ya mereka adalah pembunuh bayaran yang beroperasi di malam hari saat hujan dan membunuh korbannya dengan cara yang keji."


Vindra menyernyitkan keningnya, "Bagaimana kamu bisa tau?"


Jhonatan tersenyum, "Kamu pasti pernah mendengarnya. Karena tahun lalu berita itu sempat di siarkan selama satu bulan lebih, dan komplotan mereka menjadi buronan polisi.


Vindra menepuk jidatnya, baru menyadarinya Oregon Sang Penjagal yang merupakan pembunuh berantai yang kejam, terdiri dari empat pria dan satu wanita yang keluar untuk membunuh di malam hujan.


Dalam dua tahun terakhir mereka sudah membunuh dua puluh delapan gadis muda.


"Tapi seingat ku, bukankah mereka sudah di bunuh polisi? lalu kenapa mereka masih hidup?" tanya Vindra dengan heran.

__ADS_1


"Memang polisi sudah menangkap mereka dan dua dari mereka sudah di bunuh tapi tiga diantaranya berhasil kabur. Kepolisian sudah mencarinya dan berfikir mereka sudah kabur jauh dan meninggalkan negara ini, tanpa di duga ternyata mereka bersembunyi di Oktagon dan menjadi pelatih prajurit." Jelas Jhonatan lagi.


"Oh, begitu."


"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan, kamu tidak terlibat masalah ini. Lagian tidak akan ada yang tau kalau kamu ada disini malam ini." Jhonatan segera mengubah topik pembicaraan.


"Baguslah, lebih baik memperlakukan aku seolah-olah aku tidak ada. Termasuk pengakuan Leo Ederson dan Gianna." saut Vin dengan tersenyum.


Jhonatan langsung tertawa keras, "Tenang saja kamu tidak akan mendapatkan pujian. Baiklah aku akan segera mengantarkan kamu ke rumah sakit dulu, baru aku akan mengurus sisanya."


"Apakah Rangga Ederson juga akan dihukum mati?" satu pertanyaan masih muncul.


Vin memang belum pernah melihat Rangga Ederson, namun dilihat dari sikap Ray Jegar dapat di nilai jika Rangga Ederson adalah orang yang melawan hukum. Vindra khawatir jika dia dibiarkan hidup, keselamatan Sifa dan juga ibunya saat ini.


Jhonatan sedikit ragu, selain karena kurangnya bukti, Rangga Ederson juga memiliki orang-orang berkuasa di kota.


Di malam harinya, sebuah mobil Lincoln hitam, berangkat menuju pangkalan Oktagon, dalam mobil tersebut ada tiga pria pengawal dengan senjata di pinggang dan seorang yang tengah memainkan cerutu di tangannya.


Namun sebelumnya Rangga Ederson akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya dan selanjutnya akan pergi ke pangkalan untuk melihat kehancuran Vindra. Namun tiba-tiba panggilan masuk, dan Rangga Ederson segera mengangkatnya. Ekspresinya berubah seketika saat mendapatkan informasi yang tidak di inginkan.


Oktagon di ambil alih polisi, barang bukti ilegal di amankan dan puluhan bawahannya di penjara. Tak hanya itu saja, Leo Ederson dan Gianna hilang kontak.


Rangga Ederson tidak tau apa yang sedang terjadi sebenarnya, namun dirinya saat ini sedang dihadapkan dengan pilihan sulit.

__ADS_1


Rangga Ederson enggan untuk melarikan diri, karena dia sudah menghabiskan banyak uang untuk membangun kerajaannya. Namun jika dia tidak pergi, dan banyak hal terungkap, dia akan masuk penjara dan mantan musuhnya tidak akan membiarkan dirinya pergi.


Rangga Ederson melambaikan tangannya, " Ganti jalur, kita pergi ke kota KN.


Sopir dan pengawal terkejut, namun mereka tidak banyak bicara. Sopir langsung merubah jalur menuju kota KN.


Rangga Ederson tidak memilih menggunakan pesawat, kereta api, maupun kapal, karena mereka tau semua jalur pasti sudah di jaga polisi.


Tepat saat mencapai gerbang tol, dan melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba sebuah mobil komersial pindah jalur dan merem mendadak. Untuk saja mobil Lincoln bisa berhenti tepat waktu sebelum menabrak.


Saat Rangga Ederson hendak keluar untuk untuk memarahi, tiba-tiba truk kontainer tiba-tiba melaju di belakangnya. Saat truk kontainer merem mendadak dan berbelok dan akibatnya ban depan melenceng untuk menghindari tabrakan dari belakang, namun kontainer perlahan mulai jatuh dan puluhan ton kotak cargo menimpa mobil Lincoln.


Rangga Ederson dan para pengawalnya berhasil keluar, namun mobil Lincoln itu kini berubah menjadi lempengan besi yang tertimpa kontainer.


Banyak kendaraan umum yang berhenti mendadak, akibat kejadian tersebut bahkan sebuah mobil berhenti di depan, dan membuka pintu. Dia adalah Dominic yang keluar dari dalam mobil dengan sebatang rokok di mulutnya.


Dominic langsung menendang pengemudi truk kontainer yang baru saja keluar.


"Bajingan, kenapa kamu tidak bisa melambatkan kendaraanmu." Dominic putus asa, karena dalam kontainer itu berisi barang dengan nilai milyaran.


To Be continued ☺️☺️☺️


( Para penjagal dan Rangga Ederson akan ada kelanjutannya di beberapa bab ke depan)

__ADS_1


__ADS_2