Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 173. Tiga Hal


__ADS_3

Mobil melaju kencang, dan butuh waktu setengah jam untuk sampai di sebuah rumah mewah.


Walaupun rumah itu tua, tapi masih terasa nyaman untuk di huni. Bangunan tua itu memiliki gaya rumah yang unik, halaman yang luas.


Beberapa penjaga yang dilengkapi dengan senjata berjaga di pintu.


"Tuan Vindra, kemari." Jimmy menyapa para penjaga lalu membawa Vindra masuk. Jimmy langsung membawa Vindra ke halaman belakang yang luas. Di sana Vindra melihat seorang pria tengah berdiri di tengah-tengah halaman sambil meletakkan tangannya di punggung. Walaupun terlihat kurus tapi pria itu masih terlihat gagah.


Sebelum Jimmy memperkenalkannya, Vindra sudah bisa menebak jika itu adalah Alex Wiston.


"Ayah, dokter Vindra ada disini," ucap Jimmy Wiston, dia begitu hormat dengan ayahnya.


Vindra melangkah maju untuk memperkenalkan diri," Saya Vindra, saya diberitahu tuan Jimmy Wiston..."


"Vindra kamu tidak pandai dalam pengobatan." Sela Alex Wiston sebelum Vindra selesai bicara.


Vindra terkejut." Maksudmu keterampilan medisku tidak bagus?"


"Ayah keterampilan medis Vindra sangat bagus..."


Alex berbalik dan berkata dengan dingin." melakukan sesuatu untuk menyelamatkan orang? seperti memotong rumput tanpa mencabut akar nya itu sama saja. Lagipula darimana dia mendapatkan keterampilan medis?" Pada saat ini Alex menatap Vindra. "Kamu tidak bisa menyembuhkan ku."


Untuk pertama kalinya Vindra bertemu dengan Alex Wiston, dia adalah pimpinan kota SB yang pertama dan sampai sekarang masih memiliki kekuasaan penuh.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Alex Wiston, Vindra langsung bereaksi, jelas sepertinya Alex Wiston telah menyelidiki dirinya dan mengetahui apa yang terjadi di hotel Cempaka jadi dia mencoba menguji dirinya.


"Kamu bahkan tidak bisa mengakhiri sesuatu untuk selamanya," ucap Alex saat maju selangkah dan mantap Vindra dengan terpaksa.


"Apakah kamu bisa mengobati penyakit ini dan dengan percaya diri bisa memotong akarnya?"


"Penyakit yang parah memang membutuhkan obat yang berat, tetapi pengobatan tradisional juga memperhatikan urgensinya." Vindra mengangkat kepalanya dan membalas tatapan Alex Wiston ." Obat berat memang bisa efektif dalam sekejap tapi belum tentu bisa menyembuhkan. Pada kondisi serius memang masuk akal jika pasien di beri obat berat. Tapi jika ada cara tradisional yang bisa mengendalikan kondisi serius, mengapa harus tepat-repot minum obat berat dengan beberapa efek." Vindra menambahkan kalimat akhir. "Aku tidak bisa membunuh orang hanya untuk memotong akarnya."


"Dimana kamu memiliki kepercayaan diri untuk mengendalikannya?"


Alex Wiston menunjukkan senyum yang tidak bisa ditebak oleh siapapun.


"Apa yang aku lihat sekarang adalah kamu kurang berani dan bimbang untuk meninggalkan masalah."


Jimmy terlihat bingung saat mendengarkan pembicaraan mereka, namun sebenarnya dia paham yang mereka bicarakan adalah tentang Steven Rapunzel.


"Saudaraku Vindra, aku benar-benar tidak mengerti kenapa kamu membiarkan Steven Rapunzel tetap hidup?"


"Aku punya video bagaimana Steven Rapunzel menjatuhkan putrinya dari lantai tiga yang ada di tangan kiri ku, dan bukti Fendi dan keluarga Rapunzel melakukan banyak hal buruk ada di tangan kananku. Aku ingin menghancurkan Steven Rapunzel dan seluruh keluarga Rapunzel, hanya menunggu waktu."


"Dalam pertempuran di klinik CRISHAN tadi malam, aku membiarkan dia melihat koneksi ku, dan juga membiarkan dia melihat keahlian beladiri ku. Dia tahu aku bisa menghancurkannya, jadi dia tidak akan berani melakukan gerakan kecil kepada ku sebelum dia benar-benar yakin. Setidaknya untuk beberapa bulan kedepan dia tidak akan berani membuat masalah."


Jimmy sedikit menyernyit." Tapi penindasan ini tidak sesederhana itu."

__ADS_1


Alex tidak bicara, tetapi menatap Vindra dengan tenang.


"Tentu saja ada alasan lain, yaitu aku khawatir keluarga Wiston akan dirugikan."


Jimmy tercengang, "Apa hubungannya Steven Rapunzel dengan keluarga Wiston kita?"


"Tidak lebih dari tiga hal." jawab singkat Vindra.


"Apa maksudmu?" tanya Jimmy dalam keterkejutannya.


Alex yang awalnya tenang itu pun terkejut, matanya bersinar dan menatap Vindra dengan tajam, namun segera bisa mengendalikannya.


"Saudara-saudara Ederson sudah mati, pangkalan militer Ederson juga sudah bubar, Julio Wells dan putranya mati dan seluruh keluarga Wells berantakan. Jika Steven Rapunzel mati grup Rapunzel juga akan berantakan."


Vindra menatap Jimmy dan juga Alex Wiston dan secara langsung memperlihatkan keprihatinan." Seluruh media dalam satu setengah bulan memberitakan tiga keluarga besar mati dan banyak aset yang melayang. Satu kematian karena kecelakaan, dua yang kematian secara kebetulan, tidak perduli benar atau tidak, maka pasti akan ada konspirasi yang memunculkan opini publik. Pada saat itu publik akan meminta untuk menyelidiki tiga kasus tersebut dan akan memberikan tekanan keluarga Wiston yang bertanggung jawab atas kota SB. Begitu mereka menemukan bayang- bayang depertemen Wiston, maka keluarga Wiston akan di tuduh ribuan orang. Aku melepaskan Steven Rapunzel untuk mencapai hal ketiga terjadi."


Jimmy terkejut saat mendengar penjelasan Vindra, dia terdiam untuk waktu yang lama. Dia tidak berharap masalah Vindra dimasa depan hanya demi keluarga Wiston.


Jimmy kemudian menepuk jidatnya, dan akhirnya dia kejam mengapa ayahnya mengawasi Steven Rapunzel dan ayahnya terus bertanya pada Vindra siapa yang akan menyembuhkannya. Ternyata ayahnya sudah melihat masalah besar yang akan terjadi.


"Tuan, inilah alasan utamaku kenapa aku membiarkan Steven Rapunzel pergi. Sebenarnya untuk membunuhnya bagiku itu sangat mudah, tapi aku tidak ingin membunuhnya sekarang, oleh sebab itu aku memegang bukti-buktinya. Jika dia datang lagi untuk memprovokasi ku dan tidak mengenakan aku, maka aku akan bukti -bukti untuk berurusan dengannya. Aku tidak membunuhnya sekarang, karena aku ingin membunuhnya dimasa depan tanpa menimbulkan masalah."


Jimmy mengangguk kagum, "Ayah, aku sudah katakan kalau saudara Vindra sangat baik. Apa kamu percaya sekarang?"

__ADS_1


Ekspresi Alex Wiston masih tetap tenang, ekspresi yang tidak bisa ditebak siapapun, dia lalu mendekat dan menepuk pundak Vindra.


"Kakek... Kakek...." Pada saat ini ada teriakan yang mendominasi, "Kakek dimana kamu?"


__ADS_2