Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 186. Ratusan miliar


__ADS_3

'Dasar bajingan!'


Melihat Vindra mencium Tiffani, Glenn langsung mengepalkan tinjuan dan tatapan membunuh.


Selama ini siapapun wanita yang diinginkannya tidak ada yang menolak, tapi hari ini tanpa di duga Tiffani dengan terang-terangan menolak dirinya. Ditambah hal yang membuatnya marah adalah Vindra mengabaikan peringatannya dan membuat dirinya kehilangan wajah didepan umum.


Glenn sangat marah begitu juga dengan Reni yang sangat marah atas sikap Tiffani.


Mereka tidak menyangka Vindra mencium Tiffani dengan sangat berani.


Saat ini Tiffani tersipu malu, dia terkejut dengan keintiman Vindra.


"Sekarang kamu percaya kalau Tiffani pacarku kan?"


"Aku menceraikan kakaknya karena aku dan Tiffani saling jatuh cinta. Jika kamu tidak percaya aku bisa membuktikannya secara mendalam." Serang Vindra pada Glenn dan yang lain, dan saat bicara Vindra memeluk lebih erat pinggang Tiffani sambil memainkan jemarinya menunjukkan dia adalah miliknya.


Tiffani hampir pingsan, jika ibu dan kakaknya tahu dan mendengar perkataan ini, dia menjadi takut jika dia akan dipatahkan kakinya.


"Kamu jangan gila."


Pada saat ini seorang pria muda berambut panjang melangkah maju dan menatap Vindra dengan sengit. "Apakah kamu punya tambang di rumah? Sampai kamu berani mencuri wanita yang diinginkan tuan Glenn. Kamu tidak layak untuk memilikinya."


Vindra tersenyum tanpa komitmen. "Aku tidak memiliki tambang di rumah, dan aku tahu itu tidak cukup baik untuk Tiffani, tapi aku masih punya uang yang masih bisa untuk membiayai seorang wanita."


Reni mencibir. "Dengan klinik medis kecil, bisakah membiayai hidup Tiffani?"


Tiffani bicara dengan lemah " Dia membiayai aku dengan cukup baik."

__ADS_1


"Wah keluarga ku memiliki aset milyaran, pasti akan jauh lebih baik untuk membiayai kamu." Saut Glenn.


Melihat keberanian diri Vindra, pria berambut panjang itu tersenyum." Wah sepertinya kamu orang besar, kalau boleh tahu kamu dari keluarga mana?"


Pria itu bertanya sengaja dengan tujuan untuk mengejeknya. Dalam pikirannya bagaimana mungkin pria yang hanya memiliki klinik kecil bisa memiliki aset milyaran.


'Milyaran?'


Vindra menggelengkan kepalanya ringan." Tidak, seharusnya aku memiliki ratusan miliar sekarang."


Beberapa gadis yang mendengar memutar bola matanya dan lagi-lagi mencibir 'ratusan miliar?'


Tiffani ikut tercengang oleh kata-kata Vindra, dan membuat wajahnya merah karena menganggap omong kosong yang terlalu besar.


Wajah cantik Reni berubah, secara teori Vindra memiliki uang puluhan miliar dari ratusan batu kasar yang dia beli dan itu sepadan. Hanya saja ini terlalu mengenai wajah Reni, jadi dia tidak mengatakannya.


"Lebih dari ratusan miliar? Kalau begitu kamu tidak hanya bisa berjalan kesamping kota SB tapi kamu juga bisa jalan di kota K."


Mereka tahu di kota SB yang memiliki kekayaan miliaran itu masih di pegang tiga dewa kekayaan, dua penguasa, dan ditambah Ambar Wijaya yang memiliki aset triliunan.


"Ah, ternyata tuan Vindra memiliki aset ratusan miliar, ini tidak sopan." Pria itu menyisihkan rambutnya dan berpura-pura menarik nafas dan kemudian memegang tangan Vindra dan berkata, "Aku punya mata tapi aku tidak bisa melihatnya, aku benar-benar malu. Tuan Vindra aku cuma ingin bilang lebih baik hati-hati dengannya dimasa depan."


Glenn mencibir. "Ben, jadilah orang baik, atau tuan Vindra akan membunuhmu dengan uangnya."


"Aku paham. Aku harus memperlakukan tuan Vindra dengan baik,"ucap Ben, pria berambut panjang itu.


"Tuan Vindra, kamu memiliki kekayaan bersih ratusan miliar dan bisa di anggap kamu sebagai orang kaya di kota SB," ucap Glenn sambil mengguncang rolex nya dan berjalan ke depan. "Aku datang ke kota SB kali ini untuk membangun sebuah perusahaan dan aku masih membutuhkan dana sebesar lima puluh miliar. Awalnya aku ingin mencari perusahaan BBI untuk membantu pembiayaan. Tapi ketika aku mendengar kamu sangat kaya, aku berfikir ingin memberi kamu kesempatan. Dengan proyek ini, setelah tiga tahun modal akan pulih dan dalam sepuluh tahun kamu bisa menghasilkan uang miliaran."

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kamu tertarik dan mau memberi dana sebesar lima puluh miliar?"


Glenn bicara bisnis dengan Vindra dengan serius." Kamu memiliki kekayaan bersih ratusan miliar, uang lima puluh miliar itu aku rasa tidak ada artinya bagimu."


"Kakak ipar, ayo kita pergi saja." Tiffani sangat marah dan siap untuk menarik Vindra pergi.


Tanpa diduga, Vindra menghentikan Tiffani dan dia saat ini penuh minat.


"Investasi lima puluh miliar, dan mendapatkan dan pulih dalam tiga tahun, sepertinya menarik."


"Kamu memberiku rencana bisnis, jika proyek itu benar-benar beroperasi, aku akan mempertimbangkan untuk menginvestasikan lima puluh miliar padamu." Jawab Vindra.


Meskipun Glenn bajingan, selama proyek tersebut menguntungkan Vindra tidak keberatan untuk berbicara bisnis.


Tiffani terkejut, dan memaksa Vindra untuk segera meninggalkan klub." Kak Vindra ayo pergi, Maafkan aku, aku membuatmu dalam kesulitan."


"Terimakasih, tuan Vindra, aku akan mengirimkan berkas perencanaan besok. Kamu bisa meninggalkan alamat nanti, dan aku akan mengunjungimu secara pribadi dengan hadiah kecil ketika aku berkunjung."


Glenn tertawa menghina, lalu menoleh dan berteriak kepada semua orang."Lihatlah orang kaya dan muda di kota SB. Dengan kekayaan bersih ratusan miliar. Jika kalian memiliki proyek bagus dimasa depan dan kalian tidak punya uang. Kalian bisa datang menemui tuan Vindra. Sepuluh sampai lima puluh miliar tidak akan ada masalah baginya."


"Hidup tuan Vindra..." Sekelompok orang tertawa dengan penuh penghinaan, karena mereka sama sekali tidak percaya dengan semua kata-kata yang diucapkan Vindra. Yang mereka percaya dari sepanjang perbincangan Vindra hanyalah pemilik klinik medis kecil dan itu tidak akan mungkin membuatnya menjadi kaya raya. Dan jika memang itu benar, kenapa dia harus mengambil uang konsultasi dari pasien yang sangat murah.


DING...


Pada saat ini ponsel Vindra bergetar, dan sebuah pesan suara terdengar. 'Dana masuk ke rekening dengan nomor akhir 4531 dari rekening atas mana Raditya dengan nominal depan puluh miliar. Saldo saat ini mencapai enam ratus depan puluh miliar."


Mendengar suara itu, semua orang tercengang...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2