
Setelah mendapatkan perintah dari Vindra, Ambar segera masuk ke dalam kursi dan dengan hati-hati menggerakkan RV mundur.
"Jangan Bergerak!" Pria dengan tindik di hidung itu berusaha menghentikannya, namun Vin segera menendangnya.
"Pergi!" Usir Vindra.
Tidak terima dengan apa yang dilakukan Vindra, pria itu pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
Disaat yang sama mobil Beetle mengeluarkan percikan api. Bahan bakar yang keluar mulai tersambar api. Begitu angin bertiup, api langsung menyebar.
Ekspresi pria tersebut langsung berubah dan segera melarikan diri dari tempat kejadian. Dia khawatir mobil tersebut meledak dan membunuh dirinya.
Beetle
Vindra mengabaikan mereka dan bergegas menyelamatkan wanita yang ada di dalam mobil tersebut. Vin menendang kaca depan yang sudah pecah, masuk dan segera melepas sabuk pengamannya, lalu membawanya keluar.
Saat keluar, beberapa kartu identitasnya terjatuh ke tanah, Vin segera mengambilnya dan mengetahui wanita yang ia selamatkan adalah Nella. Tak banyak pikir, Vin segera memasukkan kartu identitas itu kedalam sakunya dan membawa Nella menjauh dari mobil yang terbakar dan benar saja beberapa saat kemudian, mobil Beetle itupun meledak.
Batu permata Vindra memberitahu jika kondisi Nella cukup parah, tiga tulang rusuknya patah, Pendarahan internal, kerusakan organ dalam...
Vindra segera mendiagnosis Nella, dan seketika keringat membasahi dahi Vindra. Tujuh cahaya putih dia berikan kepada Jimmy Wiston, dan dia juga terlalu sibuk berurusan dengan Leo Ederson dan William Wells, membuatnya sedikit lelah dalam kondisi ini.
__ADS_1
Vindra duduk, dan mengambil jarum perak, Vin tidak menggunakan akupuntur pemulihan elemen, karena kondisinya saat ini dia tidak bisa berkonsentrasi, dia hanya bisa memberikan akupuntur untuk bertahan hidup untuk sementara.
Segera Vin menusukkan jarum perak tersebut di leher, lutut, dan perut untuk mempertahankan vitalitas Nella agar tidak mati.
Segera saja darah berhenti dari mulutnya dan nafasnya mulai normal. Ketika Vin menusuk jarum yang terakhir, dia membuka matanya dan membuka mulutnya dengan susah payah dan tidak ada suara, namun Vin mengerti apa yang ingin dikatakannya. Dia ingin mengucapkan terimakasih pada Vin yang sudah menyelamatkannya.
"Tidak apa-apa." Jawab Vin dengan lembut.
Tak lama kemudian, ambulans melaju, pintu terbuka, dan tiga staf medis muncul.
"Vindra" Salah satu dari mereka tanpa sadar berteriak.
Vin mengangkat kepala saat namanya di sebut " Naura Bakti?!"
Naura Bakti merupakan putri Dian Bakti yang tak lain juga merupakan Keponakan Miranda Bakti.
" Kami menerima panggilan darurat. Ada yang yang terluka dalam kecelakaan mobil. Dimana mereka?" tanya Naura Bakti, dan di saat bersamaan dia juga kecewa, mengapa bukan Vindra yang terluka dalam kecelakaan mobil.
Vin terkejut, mengetahui Naura Bakti kini berpenampilan seperti dokter.
"Dia yang terluka dan dalam kondisi serius. Tapi untuk sementara aku sudah menstabilkan kondisinya."
" Bawa segera ke rumah sakit untuk melakukan operasi. Tapi, bukankah kamu..."
__ADS_1
"Kamu menstabilkan kondisinya?!" teriak Naura Bakti menyela Vindra.
"Siapa yang menyuruhmu memindahkan yang orang yang terluka? Tahukah kamu bahwa tidak ada yang memindahkan saat kecelakaan mobil sebelum di selidiki? Lagipula kamu bukan dokter, dan kamu tidak memenuhi syarat untuk praktek kedokteran. Jika kamu memindahkan pasien, bagaimana kamu akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu. Vindra, aku akan berhadapan dengan polisi dan anggota keluarganya. Jika terjadi masalah kamu hanya tinggal menunggu waktu untuk masuk penjara." Setelah bicara, Dia meminta dua perawat yang lain untuk membawanya masuk ke ambulans. Pintu ambulans di tutup cepat dan Vin mengingat sesuatu yang baru saja di lupakannya.
"Jangan di cabut jarumnya" Teriak Vin saat baru ingat jika jarum itu. Namun sayangnya Naura Bakti tidak mendengarkannya.
Setengah jam kemudian, ambulan sampai di rumah sakit, dan dokter Mega dan beberapa dokter lain sudah menunggu. Saat ambulans tiba, mereka segera membawa Nella.
Melihat kondisi serius pasien, mereka segera melakukan pemeriksaan dan dengan cepat dokter Mega menemukan beberapa jarum akupuntur di tubuh Nella.
" Perawat Naura, kamu tidak mengatakannya kalau kamu bisa melakukan pengobatan tradisional, untuk menahan cidera yang cukup serius ini. Dengan sembilan jarum perak kamu menyelamatkan satu nyawa, kamu hebat."
Naura Bakti tercengang sejenak, bahkan dia tidak melakukan pertolongan pertama pada pasien, Naura berfikir mungkin itu yang melakukannya adalah Vindra. Namun Naura tidak ingin mengatakannya dan segera melambaikan tangannya.
"Aku hanya berusaha untuk melakukan pertolongan pertama saja. Menyelamatkan pasien itu adalah tanggung jawab petugas medis kan."
"Naura, aku tidak menyangka selain kamu hebat dalam keterampilan medis, kamu juga sadar akan keselamatan pasien lebih utama.
Dulu aku meremehkan kamu. Di pertemuan rutin besok aku akan memberikan pujian secara langsung untukmu. Aku juga akan menyarankan pada atasan untuk memindahkan kamu ke depertemen pengobatan tradisional. Orang berbakat seperti kamu jangan di sia-siakan."
" Terimakasih dokter Mega." Naura sangat bersemangat dengan kesempatan ini.
"Naura, biar aku beritahu kamu, bahwa pasien yang sudah kamu selamatkan ini adalah putri Jack Mars."
__ADS_1
"Jika tuan Jack Mars tau, kamu yang telah menyelamatkan putrinya, dia pasti akan memberikan hadiah besar padamu." saut dokter yang lain, membuat Naura tambah bersemangat mengambil kesempatan tersebut.
To be continued 🙂🙂🙂