
Beberapa hari kemudian, Vin mendapati telepon dari Sifa dan mengajaknya untuk bertemu, dan disaat itu juga Vindra ingat jika Sifa saat ini ulang tahun. Dia belum pernah memberikan apa-apa selama menikah dengannya, dan kali ini dia ingin memberikan sesuatu yang berharga.
Setelah Sifa datang menjemput, Vin mengajak Sifa untuk pergi ke kantor properti penjual Villa. Sifa menyetujuinya dan mereka pun segera pergi kesana.
Namun tak disangka mereka bertemu dengan Naura bakti yang tengah melihat-lihat Villa untuk dia beli.
" Kalian. Sedang apa kalian di sini? apa kalian ingin membeli sebuah Villa?" Naura Bakti mencibir. " Apa kamu mampu membelinya? Apa latar belakang mu, kami pikir kamu tidak tau?"
"Seluruh keluarga Gultom hanya mampu mengumpulkan beberapa puluh juta dalam setahun, apakah mereka mampu membeli salah satu villa disini?" Ketika bicara Naura tak lupa melirik Sifa diam-diam, dan merasa senang saat melihat Sifa merasa malu.
Selama bertahun-tahun Naura ditekan Sifa, bahkan untuk terakhir kalinya dia memohon padanya untuk membantunya mencari pekerjaan, namun tidak dihiraukannya. Hal tersebut membuat Naura senang saat bisa menyerang Sifa.
"Oke, cukup berdebatnya. Naura cepat dan pilih Villa, kamu harus memulai formalitas nanti."
"Ya, Naura cepat pilihlah mana yang kamu suka," ucap Devan kekasih Naura bakti.
Naura Bakti segera melihat meja kasir dan disana sudah ada gambar semua Villa yang mereka jual.
"Aku mau villa Blossom no 33 yang dekat dengan pelabuhan. Ibu tidak hanya bisa menghirup udara segar tapi transportasinya juga nyaman."
Devan melambaikan tangan. "Oke, Aku ingin Villa ini, Nona berapa harganya?"
"Tuan, villa Blossom no.33 ini ada penawaran khusus dari kami. Harganya tidak mahal." Wanita nitu segera menghitung dengan menggunakan kalkulator. "Ini harganya."
__ADS_1
"Empat koma delapan miliar saja."
Wajah Devan langsung memutih mendengar harganya.
Memang ada banyak uang dikeluarkan, tapi dia punya banyak saudara, jadi dia tidak bisa mengendalikan banyak dana.
"Ayolah Devan, ini kurang dari lima miliar Aku sangat menginginkan ini," Bujuk Naura sambil merengek.
Naura berharap bisa segera mendapatkan villa tersebut, agar Devan bisa terjebak, dan dia tidak perduli lagi jika identitasnya sebagai dokter gadungan terungkap. (Maaf beberapa bab yang lalu ada kesalahan nama bertubi-tubi, seharusnya namanya Naura Bakti, tapi otor terus memberi nama Lani Bakti.)
Karena bonus aura dokter dan kecantikannya, Naura berhasil memikat beberapa generasi kedua. Naura memilih Devan yang berkecimpung dalam bisnis barang antik dan menipu Devan dengan cek Jack Mars dan sekarang dia ingin Devan membelikan dirinya villa.
Devan terbatuk. " Pelabuhannya terlalu berangin dan villa itu berada di pintu masuk presipitasi kelembaban. Orang-orang yang tinggal disana akan mudah terkena rheumatoid dan sangat bising karena ponton. Apakah ada villa lain? Harganya yang hampir sama?"
Naura Bakti terluka mendengar ini. "Jika kamu tidak mampu beli, kamu tidak usah membelinya, hanya karena takut rematik."
"Jika kamu takut rematik, lebih baik kamu beli yang nomor 7 atau 8, harganya hanya dua bela miliaran saja. Apa kamu mampu membelinya?" Vindra langsung menikam dengan kata-katanya.
"Kamu-" wajah Devan terlihat jelek.
"Vindra apa maksudmu? Devan adalah generasi kedua yang kaya, dia pasti mampu membeli Villa ini, daripada kamu hanya seorang menantu tak miskin." Saut Naura dengan dingin.
"Kalau begitu, beli dengan jumlah penuh." tekan Vindra.
__ADS_1
"Aku membelinya." Devan menggigit bibirnya, lalu mengeluarkan kartu bank." Nona aku membelinya dengan pembayaran penuh."
pramuniaga itu segera mengambilnya dengan sopan. " Baik pak, kalau begitu saya akan menggesek kartunya.
Setelah itu, Devan mendapatkan surat pembelian villa.
"Devan, terimakasih, aku mencintaimu." Naura sangat senang, dan langsung memeluk dan mencium Devan. Namun dia tidak tau kalau saat ini Devan berada dalam tekanan.
Hampir lima miliar Devan mengeluarkan uang hanya untuk membeli Villa, namun semua itu ada pertimbangannya. Dia berpikir Naura adalah dokter genius yang menyelamatkan putri Jack Mars. Selama Naura bisa menghubungkan Jack Mars dengan dirinya dia dapat mengambil kesempatan untuk keluarga Tritan lepas landas.
Dian sangat senang saat melihat putrinya akan mendapatkan villa tersebut.
"Wah, aku membelikan Villa untuk wanitaku. "Setelah merasakan kelembutan Naura, Devan bersenandung pada Vindra, yang merupakan penghasut.
"Kamu gila, tapi jika kamu mampu kamu bisa membelikan Villa untuk Sifa." Mengetahui Vindra adalah suami sifa, jadi dia membencinya.
Naura mendengus dingin dan melihat surat pembelian villa. Dia Marasa senang akhirnya bisa mengalahkan Sifa.
"Selamat," ucap Sifa acuh tak acuh.
Sebenarnya Sifa tidak terlalu perduli dengan materi, namun menghadapi kesenjangan terlalu besar itu tidak nyaman. Sifa tak berharap Vin memberikan hadiah untuknya.
"Sifa, aku juga ingin memberikan selamat padamu." Vin tersenyum lalu mengeluarkan kunci kartu pintar yang diberikan Jack Mars dan menyerahkannya pada Sifa. "Ini adalah Villa utama dari Villa Blossom. Ini kunci villa Peach Blossom no 1, aku berikan untukmu. Selamat ulang tahun Sifa."
__ADS_1
To be continued 🙂🙂🙂