Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 123. Orang mati kembali hidup


__ADS_3

Beberapa menghela nafas, beberapa menangis, beberapa mengambil gambar dengan ponsel mereka dan sisanya membicarakan tentang situasinya.


"Orang tua itu sudah mati, keterampilan medis Vindra ternyata buruk kan?"


Beberapa Pasien dan keluarga memilih mundur, mereka menjadi panik dan menjauh dari Vindra.


Romi dan Andre yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya, memikirkan bagaimana menyelesaikan masalahnya.


Mereka bisa menjamin Vindra tidak akan mendapat masalah, tapi akan berakibat fatal pada reputasi nya dan juga klinik CRISHAN bisa di tutup.


Billy berjalan menghampiri Vindra dan berbisik.


"Tuan, pasien... tidak ada denyut nadinya." jelas Billy dengan wajah pucat.


"Aku tahu." Vin membungkuk dan memeriksa denyut nadi, dan dia langsung menyeringai.


"Vindra beritahu keluarga pasien, yang terbaik saat ini adalah menyelesaikan secara pribadi. Jika tidak, mereka akan memanggil polisi dan biro medis yang membuat semuanya akan semakin sulit," ucap paman David.


"Paman jangan khawatir, tidak ada yang salah dengan klinik ini."


"Ayah... ayah... ada apa denganmu?" suara wanita yang keluar dari mobil Vin disusul beberapa pria dan wanita dibelakangnya.


"Ayah, kamu tidak baik-baik saja? kamu adalah kepala keluarga, jangan mati ayah." wanita itu sangat sedih lalu menatap Vin yang tampak santai. "Dasar dokter tidak kompeten, kamu harus bayar nyawa ayahku."


Wanita itu ingin menghajar Vindra namun Billy segera mengulurkan tangan untuk menghentikan wanita itu.


"Lepaskan aku, aku akan membunuhnya. Bayar nyawa ayahku." teriaknya.


"Kamu tidak melihat ayahmu. Kamu bersikeras mengatakan ayahmu sudah mati. kamu berteriak dan menuduhku membunuhnya, alih-alih memanggil ambulans ke rumah sakit. Juga, ayahmu meninggal sepuluh menit yang lalu. Kamu tidak memanggil polisi atau keluargamu, jadi semua muncul terasa buru-buru." saut Vindra.


Vindra tidak perduli dengan tatapan semua orang dan dia melambai pada Billy untuk mendekat dan memberikan resep padanya.


Billy membaca resep itu, tapi tak berkata apa-apa dan langsung pergi kebelakang untuk membuat obat.


"Apakah aku mengatakan kalau ayahmu akan mati lebih awal atau jangan-jangan kamu sengaja mengirimkan ayahmu kesini untuk mati?" Vindra menekan balik wanita itu.

__ADS_1


"Kamu memperlakukan pasien sampai mati, tapi kamu malah menyalahkan kami. Apa gunanya kamu disini? Semua orang sudah melihat ayahku dibuat mati olehmu. Kamu tidak pandai dalam keterampilan menulis dan kamu ingin melalaikan tanggung jawab. Dokter klinik CRISHAN ini penipu semuanya." teriak wanita itu.


"Kamu tidak bisa lagi menyangkal lagi, karena semua orang sudah melihat mu melakukannya. Cepat akui kesalahanmu dan minta maaf padaku" ucap wanita itu dengan galak.


Vin tersenyum tipis. "Apa yang kamu inginkan?"


"Kamu harus membayar 200 juta atau aku akan menuntut biro medis untuk menutup klinik ini. Aku beri waktu kamu sepuluh menit untuk berfikir."


"Aku tidak suka dengan dua pilihan itu." Vindra pun tertawa. "Aku akan membuat ayahmu hidup."


"Apa maksudmu?"


"Tuan obatnya sudah jadi." Billy berteriak dan berjalan menghampiri sambil membawa mangkuk yang berisi rebusan obat.


Wajah wanita itu langsung berubah drastis, "Apa yang kamu lakukan?"


"Ayahmu sudah meninggal, dan kebetulan aku punya obat peremajaan. Aku dapat menjamin didepan semua orang, saat aku menuangkan semangkuk obat ini, ayahmu akan segera bangun. jika setelahnya ayahmu juga tak kunjung bangun, aku tidak hanya akan memberikan 200 juta tapi aku akan berinisiatif untuk menutup klinik ku sendiri."


Vin memiringkan kepalanya, "Billy cepat buka mulut pasien."


"Tidak... aku tidak setuju. Aku tidak akan membiarkan kamu mengganggu tubuh ayahku." Wanita itu dan beberapa yang lainnya berusaha menghentikan Vindra.


Saat Romi berusaha memblokir, dia langsung diserang. Romi benar-benar terkejut dengan kekuatan yang dimiliki wanita itu. Secara naluriah semua pekerja ikut membantu menghalangi, namun mereka berakhir sama dihajar wanita itu beserta kerabatnya.


Vin hanya tersenyum dan menggunakan satu tangan, Vin berhasil membuat wanita itu terpental.


Pada saat yang sama, Billy membuka mulut pasien. Vin memiringkan pergelangan tangannya dan menuangkan semangkuk obat kedalam mulut Joko. Obat itu tidak hanya banyak tapi juga mengandung banyak campuran.


Wanita itu berteriak histeris.


"Jangan...."


"Ah-" pria tua itu bergetar segera setelah minum semangkuk obat itu, kemudian panik dan segera membuka mata. Dia berjuang mati-matian sambil memuntahkan obat dari mulutnya.


"Ah, obatnya belum sepenuhnya habis." Vindra kembali menekan Joko dan memasukkan semua obat tersebut kedalam mulutnya.

__ADS_1


Setelah menuangkan obat tersebut, Vin membuang mangkuk tersebut, bertepuk tangan lalu berdiri.


"Oke, tidak hanya hidup kembali, tapi sakit perutnya juga sembuh."


"Bajingan. Kamu adalah pembunuh." teriak Joko.


Wanita tersebut bergegas membantu Joko dan mengeluarkan obat bubuk dan mengoleskan ke lehernya.


Vindra melirik semua orang yang sudah meragukan dirinya. "Aku sudah pernah bilang, tidak ada penyakit yang tidak bisa aku sembuhkan, dan tidak ada yang mati sia-sia."


"dokter Vindra benar-benar luar biasa. orang mati bisa diselamatkan.


"iya, hanya dengan semangkuk obat, bisa menghidupkan orang mati, baru kali ini aku melihatnya."


Ucap para pasien yang dipenuhi kekaguman.


Vin beralih melirik Wanita itu dan Joko.


"Pergi!" usir Vin


Wanita itu menatap Vindra dengan getir.


"Aku bilang pergi." Vindra menendang Joko keluarga.


"Buruk."


Vindra menampar wanita itu. "Kalian yang lebih buru. Ahli bela diri bermartabat, tapi menggunakan kekuatan pernapasan kura-kura, untuk menghancurkan klinik medisku. Tidaklah kalian perlu memberi penjelasan?"


wajah Joko berubah total, tak menyangka Vindra tau apa yang dia lakukan.


Romi kembali bersiaga untuk melindungi Vindra. Para pekerja pun datang mengerumuni mereka dengan membawa palu dan pelengkapan kerja lainnya. Para pasien dan keluarga menyadari jika Joko dan kerabatnya telah membuat masalah, mereka pun segera bertindak untuk mengusir mereka dengan menggunakan batu bata dan bangku untuk dilemparkan.


"Brengsek, kalian berani membuat masalah di klinik CRISHAN, aku akan membunuh kalian."


"Kalian hampir membuat kami salah paham dengan dokter Vindra, hanya karena tipuan kalian." Semua orang berteriak menghakimi Joko dan yang lainnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian polisi datang dan mengusir mereka, saat itu mereka sudah habis di hajar. Mungkin tiga sampai lima bulan mereka belum tentu bisa berjalan ataupun keluar dari penjara.


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2